UIN SAIZU Purwokerto
UI GreenMetric Gelar Service Package 2nd Meeting di UIN Saizu Purwokerto, Bahas Kampus Hijau
UI GreenMetric evaluasi penguatan kampus hijau UIN Saizu Purwokerto melalui program berkelanjutan dan efisiensi lingkungan.
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Program pengembangan kampus berkelanjutan di lingkungan UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto terus menunjukkan progres positif.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Service Package 2nd Meeting yang diselenggarakan oleh UI GreenMetric bersama UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto pada Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan berlangsung pukul 15.00–17.00 melalui Zoom Meeting dan berfokus pada evaluasi serta koordinasi implementasi program GreenMetric di lingkungan kampus UIN Saizu.
Rapat dipimpin langsung Ketua UI GreenMetric, Vishnu Juwono. Pertemuan itu dihadiri Rektor Prof. Ridwan, Wakil Rektor II Prof. Sulkhan Chakim, Ketua Tim, serta anggota Tim GreenMetric UIN Saizu Purwokerto.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Saizu, Prof. Ridwan, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan tim UI GreenMetric atas pendampingan dan evaluasi tahap kedua yang telah dilakukan.
Menurutnya, hasil asesmen dari tahap pertama hingga tahap kedua menunjukkan perkembangan yang sangat progresif.
“Assessment pertama sampai kedua sudah terlihat adanya indikasi yang sangat progresif. Hal-hal yang masih perlu dilengkapi tentu akan segera kami penuhi, baik dari sisi kebutuhan data, kebijakan, maupun anggaran,” ujarnya.
Prof. Ridwan menegaskan bahwa program GreenMetric menjadi agenda strategis kampus karena sejalan dengan visi menjaga dan merawat bumi melalui promosi gaya hidup ramah lingkungan, tanggung jawab kedinasan, serta nilai-nilai keagamaan.
Dia juga meminta seluruh pimpinan dan tim GreenMetric agar memastikan kelengkapan dokumen pendukung dapat diproyeksikan secara ideal dan dikomunikasikan hingga level pimpinan agar program berjalan optimal.
Dalam sesi analisis dan rekomendasi, Retno Setyowati memaparkan sejumlah catatan penting terkait penguatan indikator GreenMetric di UIN Saizu.
Dia menyebut, kampus perlu melengkapi data luas area hijau, ruang terbuka, serta ruang terbangun sebagai bagian dari indikator penilaian.
Selain itu, sarana kesehatan dan keamanan di lingkungan kampus dinilai sudah cukup baik. Namun, penghitungan konsumsi listrik per kapita masih perlu dilakukan secara detail.
Retno juga mendorong penggunaan lampu LED di seluruh area kampus sebagai bagian dari efisiensi energi.
Di sektor pengelolaan sampah, UIN Saizu dinilai telah menerapkan pemisahan sampah organik dan nonorganik.
Meski demikian, kampus tetap didorong untuk memperkuat regulasi penggunaan tumbler bagi sivitas akademika melalui kebijakan dan kampanye lingkungan.
“Perlu ada SOP atau kerja sama pengangkutan sampah dengan pihak swasta maupun dinas lingkungan hidup setempat, termasuk bukti monitoring dari pejabat yang berwenang,” jelasnya.
Retno juga menyoroti pentingnya program pengelolaan air berkelanjutan, seperti pemanfaatan air hujan untuk kebutuhan wudu dan mencuci, penggunaan toilet hemat air, hingga pengujian kualitas air untuk mengendalikan kontaminasi.
Selain itu, kolaborasi internasional terkait program lingkungan diminta untuk direkap dalam bentuk tabel agar lebih mudah dibaca dan terdokumentasi.
Dari hasil evaluasi tersebut, UI GreenMetric menilai program GreenMetric UIN Saizu sudah berjalan baik, meskipun masih membutuhkan pelengkapan berbagai indikator pendukung.
Sebagai referensi, Retno menampilkan sejumlah kampus dalam dan luar negeri seperti University of Groningen dan Universitas Gadjah Mada yang dinilai berhasil menerapkan dokumentasi GreenMetric secara optimal dan dapat dijadikan best practice.
Dalam forum tersebut, Kaprodi Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto, Gangsar Edi Laksono mengungkapkan bahwa sejumlah data masih dalam tahap pelengkapan, termasuk klasifikasi area terbuka dan area terbangun yang saat ini dilakukan menggunakan teknologi drone.
Dia juga menyampaikan bahwa monitoring penggunaan air hemat energi serta data alat penghemat energi masih dalam proses pendataan, termasuk pengelolaan limbah kampus.
Sementara itu, Prof. Sulkhan turut menyampaikan bahwa lahan hijau milik kampus di wilayah Kaliori Banyumas dan Karangjengkol Purbalingga yang ditanami pohon balsa dan stevia dapat dimasukkan sebagai data dukung GreenMetric.
Usulan tersebut diperkuat oleh Prof. Ridwan yang menyebut keberadaan tanah hibah dari pemerintah kabupaten serta penanaman 25 pohon langka oleh para guru besar sebagai laboratorium Program Studi Ilmu Lingkungan juga menjadi indikator penting kawasan hijau kampus.
“Sekitar 60 persen lahan milik kampus sangat memungkinkan dikategorikan sebagai area hijau,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai analisis konservasi, termasuk potensi kebun balsa dan kawasan Karangjengkol sebagai data pendukung GreenMetric, meskipun berada di luar area utama kampus.
Selain itu, jenis tanaman yang dibudidayakan juga dinilai dapat menjadi bagian dari indikator konservasi lingkungan kampus. (***)
| UIN Saizu Purwokerto Perkuat Transformasi Digital Lewat Forum PTIPD Nasional 2026 di Medan |
|
|---|
| Kesempatan Emas, P2B UIN Saizu Segera Buka Seleksi Mitra Katering untuk Kampus 2 di Purbalingga |
|
|---|
| Bangun Komunikasi Terbuka, Senat Mahasiswa dan Dekanat Fakultas Syariah UIN Saizu Perkuat Sinergi |
|
|---|
| KKN Berdampak Angkatan 58 UIN Saizu Purwokerto Siap Digelar, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Puisi Anggota LK Nura UIN Saizu Dimuat di Website Asosiasi Sastrawan Goyang Korea Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260511_ptkin_saizu.jpg)