Pendidikan
Dinusverse, Konsep yang Memungkinkan Mahasiswa Mengikuti Aktivitas Kampus Dalam Dunia Virtual
Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan transformasi pendidikan digital.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rektor Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menegaskan transformasi pendidikan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari perguruan tinggi di era generasi Alfa.
Hal itu disampaikan sejalan dengan peluncuran Dinusverse, platform pembelajaran berbasis virtual world dan immersive learning yang dikembangkan Udinus.
Adapun Roblox menjadi langkah Udinus menyiapkan mahasiswa menghadapi ekosistem industri kreatif digital global.
Menurut Prof Pulung, Dinusverse bukan sekadar game kampus digital, melainkan bentuk new generation learning experience platform yang dirancang agar proses belajar menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan karakter mahasiswa masa depan.
“Sekarang target mahasiswa lima tahun ke depan itu bukan lagi generasi Z, tapi generasi Alfa. Mereka itu suka eksplorasi dan pengalaman yang interaktif. Karena itu pembelajaran juga harus berubah mengikuti karakter mereka,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, konsep Dinusverse dibangun melalui kolaborasi lintas disiplin antara program studi DKV, animasi, teknologi informasi, hingga TVKU.
Platform tersebut memungkinkan mahasiswa mengikuti berbagai aktivitas kampus dalam dunia virtual, mulai dari perkuliahan, absensi, hingga sistem penghargaan.
“Game itu tidak hanya untuk bermain. Sekarang game bisa menjadi sarana edukasi yang sangat efektif. Ketika pembelajaran dibungkus dengan pendekatan game, mahasiswa merasa lebih fun dan lebih mudah terlibat,” katanya.
“Yang kami bangun ini bukan sekadar game kampus. Dinusverse adalah next generation learning experience platform berbasis virtual world yang memanfaatkan platform game seperti Roblox untuk pembelajaran,” ujarnya.
Dalam pengembangannya, Udinus juga memasukkan berbagai teknologi digital terbaru, termasuk blockchain dan NFT. Nantinya, penghargaan atau pencapaian mahasiswa di lingkungan virtual kampus akan diolah menjadi aset digital berbasis blockchain.
“Penghargaan mahasiswa nanti tidak berhenti hanya sertifikat biasa, tetapi akan kita olah menjadi NFT dan masuk ke blockchain. Jadi mahasiswa juga belajar tentang ekosistem teknologi masa depan,” jelasnya.
Saat ini Dinusverse masih berada dalam tahap beta launching.
Udinus membuka ruang evaluasi dan masukan dari mahasiswa maupun civitas akademika sebelum platform tersebut diterapkan secara penuh di seluruh program studi.
“Kami sengaja membuka ruang kritik dan saran. Dengan cepat mencoba, cepat salah, lalu cepat memperbaiki, hasil akhirnya akan jauh lebih baik,” ucap Prof Pulung.
Peluncuran Dinusverse sebelumnya dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar, dalam kegiatan Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Semarang.
| Sekolah Manfaatkan Permainan Tradisional Untuk Meningkatkan Bonding Orang Tua dan Siswa |
|
|---|
| Inovasi AI Mahasiswa Undip Permudah Komunikasi Penyandang Disabilitas |
|
|---|
| Kampus Swasta di Semarang Beda Sikap soal Pengelolaan Dapur MBG |
|
|---|
| Bersholawat di Kampus Jadi Cara Mengintegrasikan Ilmu Pengetahuan dengan Nilai-nilai Islam |
|
|---|
| Angka Karir Missmatch di Indonesia Masih Tinggi, Ini Tips Memilih Program Studi Perguruan Tinggi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Wakil-Menteri-Ekonomi-Kreatif-RI-Irene-Umar.jpg)