Sabtu, 6 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN Walisongo Semarang

Siapkan Lulusan Kompeten,141 Mahasiswa KPI UIN Walisongo Uji Kompetensi Lewat 11 Skema Profesional

Menghadapi tantangan dunia kerja dan pesatnya perkembangan industri media digital, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Sebanyak 141 mahasiswa KPI resmi diterjunkan dalam Benchmarking dan Uji Kompetensi Mahasiswa 2026 yang digelar selama dua hari, 6–7 Juni 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Menghadapi tantangan dunia kerja dan pesatnya perkembangan industri media digital, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang mengambil langkah strategis.

Sebanyak 141 mahasiswa KPI resmi diterjunkan dalam Benchmarking dan Uji Kompetensi Mahasiswa 2026 yang digelar selama dua hari, 6–7 Juni 2026.

Bukan sekadar ujian akademik, agenda tahunan yang berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Komunikasi dan Siaran Indonesia (Komsindo) ini dirancang khusus sebagai 'paspor' resmi mahasiswa menuju dunia profesional melalui sertifikasi berstandar nasional.

20260606_uinws57579076666
Sebanyak 141 mahasiswa KPI resmi diterjunkan dalam Benchmarking dan Uji Kompetensi Mahasiswa 2026 yang digelar selama dua hari, 6–7 Juni 2026.

Untuk memastikan lulusan terserap optimal di berbagai lini industri kreatif, uji kompetensi tahun ini dipecah ke dalam 11 skema keahlian spesifik.

Bidang Public Relations Officer menjadi yang paling diminati dengan 48 peserta, disusul oleh Video Editing (15 peserta), dan Public Speaking (14 peserta).

Selain itu, mahasiswa juga diuji dalam klaster keahlian modern seperti Digital Content Creator, Anchorperson, Reporter, Junior Graphic Design, Copywriting, hingga operator teknis seperti Camera Operator dan Fotografi.

Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo, Ibnu Fikri, Ph.D., menegaskan bahwa sertifikasi ini merupakan langkah konkret kampus dalam mengikis gap antara teori perkuliahan dan kebutuhan riil industri.

"Penguatan kompetensi ini adalah harga mati. Kita tidak hanya ingin mencetak sarjana yang pintar secara akademis, tetapi lulusan yang siap pakai, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi di dunia profesional," tegas Ibnu Fikri saat membuka acara resmi.

Ketua Jurusan KPI UIN Walisongo, Silvia Riskha Fabriar, M.S.I., menambahkan bahwa sinergi antara KPI dan LSP Komsindo yang telah memasuki tahun keempat ini merupakan investasi jangka panjang bagi portofolio lulusan.

Dengan sertifikat kompetensi yang diakui, mahasiswa memiliki bukti legalitas atas keahlian mereka saat melamar pekerjaan.  

Sementara itu, Manajer Sertifikasi LSP Komsindo, Affras S. Sumarno, menjelaskan bahwa proses uji kompetensi ini dilakukan secara ketat melalui dua tahapan utama.

"Hari pertama kami fokuskan pada penyamaan persepsi melalui pre-test dan pendalaman materi dari Persatuan Praktisi Broadcasting Indonesia(Perpabi). Hari kedua barulah ujian sertifikasi riil bersama para asesor Komsindo. Targetnya jelas, melahirkan lulusan yang terbukti kompeten," ujar Affras.

Melalui standardisasi ini, lulusan KPI UIN Walisongo Semarang diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi motor penggerak industri kreatif dan penyiaran nasional di masa depan. 

Bekal Sertifikasi berstandar BNSP ini menjadi pembeda sekaligus bukti sahih bahwa mahasiswa KPI tidak hanya tahu secara teori, tetapi benar-benar kompeten dan siap pakai secara praktik.

Sertifikat BNSP merupakan aset krusial bagi mahasiswa KPI karena memegang lisensi resmi negara yang diakui oleh dunia industri, sehingga memperbesar peluang mereka untuk langsung terserap di pasar kerja nasional maupun internasional ketika memasuki dunia kerja maupun industri kreatif di masa mendatang.(***)

 

 

 

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved