Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UIN SAIZU Purwokerto

Wisuda UIN Saizu 2026, Rektor Prof Ridwan: Jadilah Agen Perubahan yang Berdampak

Rektor UIN Saizu Prof Ridwan berpesan kepada 475 wisudawan 2026 agar menjadi agen perubahan yang berdampak, berintegritas, dan bermanfaat

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Rektor UIN Saizu Prof Ridwan berpesan kepada 475 wisudawan 2026 agar menjadi agen perubahan yang berdampak, berintegritas, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO- Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, menyampaikan pesan inspiratif kepada 475 wisudawan yang resmi dikukuhkan dalam Wisuda Sarjana ke-71, Magister ke-35, dan Doktor ke-14 Tahun 2026.

Di hadapan para lulusan yang hadir di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, Selasa (9/6/2026), Prof. Ridwan mengingatkan bahwa momentum wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang penuh tantangan dan peluang.

Sebanyak 475 wisudawan yang terdiri atas 455 lulusan Sarjana, 18 lulusan Magister, dan 2 lulusan Doktor resmi menyandang gelar akademik setelah menyelesaikan pendidikan di UIN Saizu Purwokerto.

Namun, menurut Prof. Ridwan, gelar akademik hanyalah pintu pembuka menuju ruang-ruang baru kehidupan.

“Jadilah agen perubahan yang berdampak. Dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga individu yang adaptif, berintegritas, dan tangguh menghadapi perubahan,” tegas Prof. Ridwan dalam sambutannya pada prosesi wisuda.

Dalam pidatonya, Prof. Ridwan mengajak para lulusan untuk tidak melupakan proses panjang yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan tinggi.

Ia menyebut setiap toga yang dikenakan pada hari wisuda menyimpan kisah perjuangan, pengorbanan, bahkan kegagalan yang pernah dialami mahasiswa selama masa kuliah.

Menurutnya, kegagalan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan kedewasaan seseorang.

“Di balik setiap jubah toga dan senyum kebahagiaan hari ini, sering kali tersimpan cerita perjuangan yang berat. Kegagalan yang pernah dialami selama proses perkuliahan bukanlah akhir, melainkan batu loncatan menuju pendewasaan,” ujarnya.

Pesan tersebut mendapat perhatian para wisudawan karena menggambarkan realitas yang banyak dialami mahasiswa selama menjalani proses pendidikan hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi.

Prof. Ridwan menegaskan bahwa dunia setelah kampus akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan kehidupan perkuliahan.

Oleh karena itu, lulusan harus memiliki keberanian untuk mengambil langkah baru, beradaptasi dengan perubahan, dan terus belajar.

Dia menyebut orang cerdas bukan hanya mereka yang memiliki nilai akademik tinggi, tetapi juga mereka yang mampu membaca peluang dan mengubah peluang tersebut menjadi keberhasilan.

“Kunci utama untuk melangkah ke babak kehidupan selanjutnya adalah keberanian, kemauan untuk terus beradaptasi, dan konsistensi meniti jalan kesuksesan. Orang cerdas adalah mereka yang mampu membaca peluang kemudian mampu mengkapitalisasinya menjadi keuntungan,” kata Prof. Ridwan.

Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan dunia kerja, dan dinamika sosial menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat agar tetap relevan dan kompetitif.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved