Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Hilal Tidak Terlihat: Hasil Pantauan di Kudus, 1 Ramadan Kamis 19 Februari 2026?

Pantauan bulan muda yang acap disebut rukyatul hilal berlangsung di lantai 4 dan 5 Laboratorium Sains Terpadu MAN Kudus.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rifqi Gozali
RUKYATUL HILAL - Seorang perukyat memantu hilal dalam rukyatul hilal penentuan awal Ramadan di Laboratorium Sains Terpadu MAN 2 Kudus, Selasa (17/2/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pantauan bulan sabit sebagai penanda awal masuk bulan Ramadan berlangsung di MAN 2 Kudus, Selasa (17/2/2026).

Pantauan bulan muda yang acap disebut rukyatul hilal berlangsung di lantai 4 dan 5 Laboratorium Sains Terpadu MAN 2 Kudus.

Dalam rukyatul hilal ini dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Shony Wardana.

Baca juga: Persiku Kudus Hanya Mampu Bawa Pulang 1 Poin dari Balikpapan

Aria Bima Minta Pemprov Jateng Hitung Ulang Pajak Kendaraan: Bukan Solusi Jika Cuma Relaksasi

Selain itu hadir juga hakim agama pada Pengadilan Agama Kudus, Ahmad Sutiyono.

Dalam data rekapitulasi hisab yang dikakukan Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, ijtimak atau konjungsi pada pukul 19.02.

Sementara matahari terbenam pada pukul 18.01.

Sementara untuk tinggi hilal yaitu -02 derajat 2 menit 17 detik.

Artinya, posisi hilal berada di bawah ufuk. Sementara posisi hilal yaitu 01 derajat 11 menit 00 detik.

Dari data saat dilakukan rukyat atau pemantauan langsung oleh tim rukyat dari Kemenag Kabupaten Kudus, hilal tidak tampak.

"Hasik dari rukyatul hilal ini hilal tidak tampak. Kemungkinan puasa Ramadan dilaksakan pada Kamis (19/2/2026)," kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus, Shony Wardana.

Meski demikian, hasil tersebut akan tetap dilaporkan ke Kemenag pusat untuk mejadi rujukan dalam sidang isbat yang akan dipimpin oleh Menteri Agama.

Diketahui, titik lokasi rukyatul hilal di Jawa Tenagh ada 15 titik.

Satu di antaranya yaitu di MAN 2 Kudus.

Dipilihnya MAN 2 Kudus, kata Shony, lokasinya yang representatif kemudian juga ditunjang dengan peralatan yang memadai.

"Rukyatul hilal sudah kami lakukan, dan tidak ada yang melihat hilal dari para perukyat," kata Shony. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved