Ramadan 2026
Jejak Dajjal dan Spekulasi tentang Socotra
Pria yang dirantai itu kemudian menyatakan kepada rombongan Tamim ad-Dari bahwa dirinya adalah Al-Masih Dajjal
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM - Dalam khazanah eskatologi Islam, terdapat sebuah kisah terkenal tentang pertemuan seorang sahabat Nabi dengan sosok yang diyakini sebagai Dajjal.
Tokoh tersebut adalah Tamim ad-Dari, seorang pria asal Palestina yang beragama Nasrani sebelum memeluk Islam.
Menurut sirah nabawiyah yang dikenal dalam tradisi Sunni, Tamim ad-Dari pernah melakukan pelayaran bersama sekelompok orang Arab.
Di tengah perjalanan, kapal mereka dihantam badai dahsyat hingga terombang-ambing selama sekitar satu bulan.
Akhirnya, mereka terdampar di sebuah pulau asing yang penuh misteri.
Pulau tersebut oleh sebagian kalangan diduga sebagai Socotra, sebuah kepulauan terpencil di Samudra Hindia, beberapa ratus kilometer dari pesisir Yaman dan Somalia.
Di pulau itu, rombongan Tamim bertemu dengan makhluk aneh bernama al-Jassasah, makhluk berbulu lebat, yang mengarahkan mereka untuk menemui seseorang di sebuah bangunan menyerupai biara.
Di sana, mereka mendapati seorang pria besar yang dirantai dengan kuat.
Dialog dengan Sosok yang Dirantai
Pria tersebut langsung mengajukan berbagai pertanyaan tentang keadaan dunia luar.
Ia menanyakan identitas rombongan itu, kondisi pohon kurma, keadaan Danau Tiberias (Ath-Thabariyyah), serta kabar tentang seorang nabi dari kalangan Arab yang lahir di Makkah dan berhijrah ke Madinah.
Rombongan Tamim menjawab bahwa pohon kurma masih berbuah, dan danau tersebut masih berair.
Mereka juga membenarkan bahwa Nabi dari bangsa Arab itu telah diutus, berhijrah, dan menghadapi perlawanan dari sebagian kaumnya.
Mendengar jawaban tersebut, pria yang dirantai itu kemudian menyatakan bahwa dirinya adalah Al-Masih Dajjal.
Ia menjelaskan bahwa dirinya hampir diizinkan untuk keluar dan akan berkeliling bumi selama empat puluh hari.
Ia mengaku tidak akan melewatkan satu pun negeri kecuali akan memasukinya, kecuali dua kota suci: Makkah dan Madinah.
Kedua kota itu, menurutnya, dijaga para malaikat yang akan menghalanginya untuk masuk.
Setelah peristiwa tersebut, rombongan Tamim akhirnya berhasil meninggalkan pulau itu.
Tamim yang kembali lalu menceritakan pengalaman tersebut kepada Nabi Muhammad SAW, yang kemudian menyampaikan kisah ini kepada para sahabat sebagai peringatan tentang fitnah akhir zaman.
Socotra dan Julukan “Pulau Dajjal”
Seiring waktu, Socotra kerap dikaitkan dengan kisah ini dan bahkan dijuluki oleh sebagian orang sebagai “Pulau Dajjal”.
Meskipun tidak ada kepastian ilmiah bahwa pulau yang dimaksud dalam riwayat tersebut benar-benar Socotra, spekulasi ini tetap hidup dalam diskusi populer.
Secara geografis dan ekologis, Socotra memang unik.
Pulau ini dikenal memiliki sekitar 200 spesies tumbuhan endemik yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.
Salah satu yang paling terkenal adalah pohon darah naga (dragon’s blood tree) dengan bentuk menyerupai payung terbalik.
Selain itu, terdapat pula pohon sukulen raksasa yang masih berkerabat dengan tanaman ketimun dan delima.
Sebagian besar reptil dan siput darat di sana juga merupakan spesies khas.
Menariknya, tidak ada amfibi asli di pulau ini, dan satu-satunya mamalia asli yang tercatat adalah kelelawar.
Karena keanekaragaman hayati yang luar biasa tersebut, UNESCO menetapkan Socotra sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2008.
Kisah Tamim ad-Dari tentang pertemuannya dengan Dajjal menjadi salah satu narasi penting dalam pembahasan tanda-tanda akhir zaman dalam Islam.
Sementara aspek teologisnya diyakini oleh umat beriman sebagai bagian dari kabar gaib yang disampaikan Nabi, identifikasi geografis pulau tersebut tetap menjadi perdebatan.
Terlepas dari itu, cerita ini terus hidup dalam tradisi Islam sebagai pengingat akan ujian besar di akhir zaman serta pentingnya keteguhan iman dalam menghadapi fitnah. (*)
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pohon-darah-naga-pulau-socotra.jpg)