Senin, 4 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Ada Doa Sapu Jagat hingga Doa Taubat, Ini Amalan Setelah Salat Malam di Bulan Ramadan

Salat malam di bulan Ramadan menjadi salah satu ibadah yang paling dinantikan umat Islam.

Tayang:
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
ILUSTRASI MENGAJI - Suasana pengajian di bulan Ramadan di Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman Semarang/TRIBUNJATENG.COM/REZANDA AKBAR D. 
Ringkasan Berita:
  • Doa setelah salat malam Ramadan berisi permohonan kebaikan dunia dan akhirat serta perlindungan dari siksa neraka.
  • Taubat dan pengakuan dosa menjadi inti ibadah malam sebagaimana diajarkan dalam hadis sahih.
  • Umat Islam dianjurkan mendoakan orang tua dan seluruh kaum beriman sebagai bentuk kepedulian spiritual kolektif.

 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Salat malam di bulan Ramadan menjadi salah satu ibadah yang paling dinantikan umat Islam.

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan munajat kepada Allah SWT, terutama setelah menunaikan salat Witir.

Selain dzikir utama yang biasa dibaca usai Witir, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan untuk diamalkan.

Doa-doa ini berisi permohonan ampunan, keselamatan, serta kebaikan hidup di dunia dan akhirat.

Baca juga: Doa Lengkap Setelah Salat Witir, Dilengkapi Arab, Latin dan Artinya

 

Berikut beberapa doa setelah salat malam di bulan Ramadan yang kerap diamalkan umat Islam:

 

1. Doa Sapu Jagat (QS Al-Baqarah Ayat 201)

Salah satu doa yang paling populer adalah Doa Sapu Jagat yang bersumber dari Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 201.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Bacaan Latin: Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanataw wa fil aakhirati hasanataw waqinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat.

Lindungilah kami dari siksa neraka"

Doa ini mencerminkan permohonan kebaikan yang menyeluruh, mencakup urusan dunia dan akhirat sekaligus.

Karena itu, Doa Sapu Jagat kerap menjadi penutup rangkaian ibadah malam di bulan suci.

 

2. Doa Taubat dan Pengakuan Dosa

Taubat menjadi inti dari ibadah malam Ramadan.

Dalam sejumlah riwayat hadis sahih yang dicatat oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus untuk memohon ampun atas berbagai kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي خَطِيْئَتِي وَجَهْلِي، وَإِسْرَافِي فِي أَمْرِي، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي جِدِّي وَهَزْلِي؛ وَخَطَئِي وَعَمْدِي؛ وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِي، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ المُقَدِّمُ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Allahummaghfirli khathi'ati wajahli, wa israfi fi amri, wa ma anta a'lamu bihi minni.

Allahummaghfir li jiddi wa hazli, wa khatha'i wa 'amdi. Wa kullu dzalika 'indi.

Allahummaghfirli ma qadamtu wama akhkhartu, wama asrartu, wama a'lantu, wama anta a'lamu bihi minni antal muqaddimu wa antal mu'akhkhiru, wa anta 'alakulli syai'in qadirun.

Artinya: Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatanbatasku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku.

Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku.

Apa pun itu semua berasal dariku.

Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku.

Kau maha terdahulu. Kau maha terkemudian. Kau maha kuasa ata segala sesuatu. (HR Bukhari dan Muslim).

Doa ini menunjukkan sikap rendah hati seorang hamba yang menyadari sepenuhnya keterbatasan dan kekhilafan diri di hadapan Allah SWT.

 

3. Doa untuk Orang Tua dan Kaum Beriman

Selain memohon ampun untuk diri sendiri, umat Islam juga dianjurkan mendoakan kedua orang tua serta seluruh kaum mukmin, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا وَاغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

Arab Latin: Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiran, waghfir lil mu'miniina wal mu'minaati, wal muslimiina wal muslimaat al-ahyaa'I minhum wal amwaati.

Artinya: Tuhanku, ampunilah dan kedua orang tuaku sebagaimana keduanya mengasuhku ketika kecil. Ampunilah orang beriman dan orang Islam baik laki-laki maupun perempuan, yang masih hidup dan yang sudah wafat. (Imam Al-Ghazali, Ihya'i Ulūmiddīn, [Kairo, Darus Syi'b: tanpa tahun], halaman 578).

Doa ini memperluas cakupan kebaikan, tidak hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk keluarga dan umat Islam secara keseluruhan.

Menghidupkan malam Ramadan dengan doa dan istighfar menjadi bagian penting dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Konsistensi dalam membaca doa setelah salat malam diharapkan menghadirkan ketenangan batin sekaligus membuka pintu keberkahan dan ridha-Nya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved