Ramadan 2026
Qiyamul Lail di Bulan Ramadan: Amalan Sunnah Penuh Keutamaan dan Ampunan
Qiyamul Lail Ramadan menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam bulan suci.
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Qiyamul Lail adalah rangkaian ibadah malam yang sangat dianjurkan selama Ramadan, dimulai setelah Isya hingga sebelum fajar.
- Sepertiga malam terakhir menjadi waktu paling utama untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah.
- Menghidupkan malam Ramadan melalui Qiyamul Lail membuka peluang meraih ampunan dan kemuliaan Lailatul Qadar.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Qiyamul Lail Ramadan menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam bulan suci.
Amalan ini tidak hanya menghadirkan suasana spiritual yang khusyuk, tetapi juga menjadi momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui rangkaian ibadah malam.
Secara etimologis, qiyamul lail berarti “bangun di malam hari”.
Dalam praktiknya, istilah ini merujuk pada seluruh bentuk ibadah yang dilakukan setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar, seperti shalat Tarawih, Witir, Tahajud, membaca Al-Qur’an, hingga berdzikir.
Pada bulan Ramadan, pelaksanaan Qiyamul Lail semakin dianjurkan karena memiliki keutamaan besar, termasuk peluang meraih ampunan dan mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kabupaten Blora Hari Ini, Ramadan Hari ke-10 Sabtu 28 Februari 2026
Pengertian dan Waktu Pelaksanaan Qiyamul Lail
Qiyamul Lail hanya dapat dilaksanakan pada malam hari, dimulai sejak masuk waktu Isya sampai menjelang fajar.
Ibadah ini mencakup berbagai jenis amalan, tidak terbatas pada satu bentuk shalat tertentu.
Salah satu bagian dari Qiyamul Lail adalah Tahajud.
Dalam penjelasan tafsir Imam Al Qurtubhi, tahajud berasal dari kata haajid, yang bermakna bangun dari tidur.
Artinya, shalat Tahajud dikerjakan setelah seseorang tidur terlebih dahulu.
Dengan demikian, Tahajud merupakan bagian khusus dari Qiyamul Lail yang memiliki keutamaan tersendiri.
Meski dapat dilakukan sejak selepas Isya, waktu paling utama untuk melaksanakan Qiyamul Lail adalah pada sepertiga malam terakhir.
Malam dibagi menjadi tiga bagian, dan bagian terakhir dinilai paling mustajab untuk berdoa.
Rasulullah bersabda,
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قِيْلَ لِرَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الدُّعاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : (( جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَواتِ المَكْتُوباتِ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ،وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ )) .
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Doa apa yang paling didengarkan?’ Beliau bersabda, ‘Doa pada pertengahan malam terakhir dan pada setiap selesai shalat wajib.’” (HR. Tirmidzi, ia katakan hadits ini hasan)
Keutamaan Qiyamul Lail di Bulan Ramadan
Berikut sejumlah keutamaan Qiyamul Lail yang menjadikannya amalan istimewa selama Ramadan:
1. Doa Dikabulkan
Waktu malam, khususnya pada sepertiga akhir, merupakan saat yang sangat mustajab untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya pada malam hari itu ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim tepat pada waktu itu meminta kepada Allah kebaikan perkara dunia dan akhirat, melainkan Allah pasti memberikannya kepadanya. Dan waktu itu ada pada setiap malam.” ( HR. Muslim, no.757)
2. Mengangkat Derajat di Sisi Allah
Allah SWT menjanjikan kedudukan yang terpuji bagi hamba yang istiqamah menunaikan Tahajud sebagaimana firman-Nya:
“Pada Sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan-mu menangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra : 79)
3. Kebiasaan Orang Shalih
Qiyamul Lail merupakan tradisi ibadah para orang shalih terdahulu. Amalan ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus penjaga dari perbuatan dosa. Rasulullah SAW bersabda:
“Lakukanlah Qiyamul Lail karena hal itu merupakan kebiasaan para orang shalih sebelum kalian, karena Qiyamu Lail sebagai bentuk pendekatan seorang hamba kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, pelebur kesalahan dan sebagai penolak sakt dari jasad.” (HR. Tirmidzi)
4. Jalan Meraih Lailatul Qadar
Menghidupkan malam Ramadan melalui Qiyamul Lail menjadi salah satu cara utama meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menunaikan shalat pada Lailatul Qadar (kemudian dia ditakdirkan dapat menemuinya) dengan iman dan harap akan pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Muttafaqunalaihi)
Momentum Spiritual di Bulan Suci
Qiyamul Lail Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah malam, melainkan kesempatan memperkuat kualitas spiritual dan memperbaiki diri.
Rangkaian Tarawih berjamaah, Witir, hingga Tahajud dan dzikir menjadi sarana meraih ampunan dan limpahan rahmat Allah SWT.
Konsistensi, kekhusyukan, serta niat yang tulus menjadi kunci agar malam-malam Ramadan benar-benar hidup dan bernilai ibadah optimal.
| Bukan dari Arab, Inilah Sejarah Unik Halalbihalal dari Tradisi Nusantara hingga Tren Potluck |
|
|---|
| Pesta Kembang Api dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Kauman Semarang |
|
|---|
| Atraksi Sembur Api Jadi Magnet Kemeriahan Malam Takbiran di Kebumen |
|
|---|
| Menelusuri Jejak Sejarah dan Filosofi di Balik Tradisi Malam Takbiran |
|
|---|
| Cadangan BBM Nasional Hanya 20 Hari, Sripeni Yakin Cukup untuk Antar Warga Pulang Kampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260222_mengaji.jpg)