Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2026

Ngabuburit Anti Mainstream di Semarang: Anak Motor Belajar Menembak Air Soft Gun

Di sebuah lapangan tembak di kawasan tersebut, puluhan orang berdiri berjajar di balik meja. 

Penulis: budi susanto | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/budi susanto
BERSIAP - Satu di antara peserta bersiap menembak sasaran menggunakan air soft gun di lapangan tembak yang ada di Kawasan Olahraga Jatidiri Kota Semarang, Senin (9/3/2026). Para peserta tersebut merupakan pecinta otomotif yang mengisi waktu menunggu berbuka dengan cara lain. (TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Suara tembakan terdengar memecah udara di kawasan olahraga Jatidiri, Kota Semarang. 

Sekilas, bunyinya mengingatkan pada adegan film aksi. Namun ketika didekati, suasananya jauh dari kesan mencekam.

Di sebuah lapangan tembak di kawasan tersebut, puluhan orang berdiri berjajar di balik meja. 

Di depan mereka, berbagai peralatan tersusun rapi. Yang paling mencolok tentu saja pistol kecil berwarna hitam dan merah.

Seorang pelatih berdiri di depan, suaranya lantang memberi instruksi.

“Ini bukan senjata api. Ini senjata gas atau air soft gun khusus untuk olahraga,” jelasnya kepada para peserta.

Meski sedang menjalankan ibadah puasa, para peserta tetap fokus mendengarkan arahan. 

Mereka bukan atlet menembak, bukan pula anggota kepolisian atau militer.

Mereka adalah anak-anak motor yang memilih cara berbeda untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Baca juga: Listrik Mati, Perampok Bersenjata Pisau Beraksi, Mbah Jawari Tak Berdaya Perhiasan Emas Dibawa Lari

Alih-alih sekadar berkumpul atau berkeliling kota dengan sepeda motor, mereka mencoba pengalaman baru,  belajar menembak menggunakan air soft gun.

Saat sesi praktik dimulai, suasana berubah semakin hidup. Beberapa peserta tampak canggung ketika pertama kali menggenggam air soft gun. Ada yang tertawa kecil, ada pula yang terlihat tegang.

Namun perlahan rasa gugup itu mencair. Satu per satu mereka mencoba membidik sasaran yang berada sekitar lima meter di depan. Suara peluru kecil yang menghantam target logam terdengar nyaring.

“Tek... tek... tek...”

Suara itu seolah menjadi irama baru di sore hari kawasan Jatidiri.

Eko, salah satu peserta yang datang dari Purworejo, mengaku baru pertama kali mencoba olahraga ini. 

Saat pertama mengangkat pistol air soft gun berwarna merah, tangannya bahkan sempat bergetar.

“Ternyata gampang-gampang susah. Ada tekanan waktu pelatuk ditekan, jadi agak sulit juga mengarahkan sasaran,” ujarnya sambil tersenyum, Senin (9/3/2026).

Meski sempat grogi, ia justru menikmati pengalaman tersebut.

“Seru sekali. Tahu-tahu sudah mau berbuka puasa,” kata pemuda yang sehari-hari gemar mengendarai motor bebek sport itu.

Kegiatan ngabuburit yang berbeda ini dipandu langsung oleh tim pelatih dari komunitas menembak. 

Sudarto, Ketua Umum Roda Kompas Shooting Club, mengatakan ada satu prinsip utama dalam olahraga menembak.

“Peraturannya cuma tiga, safety, safety, dan safety,” tegasnya.

Menurutnya, air soft gun bukan sekadar permainan. Alat tersebut juga menjadi salah satu jenjang awal bagi mereka yang ingin menekuni olahraga menembak secara profesional.

Sebelum seseorang bisa menggunakan senjata api untuk olahraga, ada tahapan panjang yang harus dilalui. Semua harus mengikuti regulasi dan prosedur yang ketat.

“Tidak boleh asal-asalan. Kalau tidak sesuai aturan, bisa dianggap ilegal,” jelas Sudarto yang juga pengurus Perbakin Provinsi Jawa Tengah.

Ia juga menekankan bahwa senjata yang dimiliki untuk olahraga harus digunakan sesuai peruntukannya.

“Kalau izinnya untuk olahraga, ya dipakai untuk olahraga. Bukan untuk dipamerkan atau hal-hal yang melanggar hukum,” tambahnya.

Kegiatan ngabuburit unik ini merupakan kolaborasi antara komunitas menembak dengan Yamaha wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nindyarto, Area Promotion YIMM Jateng, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibuat berbeda untuk para pecinta otomotif.

“Biasanya anak motor ngabuburit dengan touring. Kali ini kami coba sesuatu yang baru, belajar menembak,” ujarnya.

Selain menghadirkan kegiatan ngabuburit yang unik, Yamaha juga bersiap menyambut arus mudik Lebaran.

Perusahaan tersebut menyiapkan jaringan bengkel khusus bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Sebanyak 26 bengkel jaga dan 5 bengkel siaga disiapkan di berbagai jalur strategis.

Beberapa di antaranya berada di Semarang, Purwokerto, hingga kota-kota lain yang sering dilalui pemudik.

Sementara lima bengkel siaga berada di Semarang Mataram Kaliwungu, Tegal, Deta Majenang, SBM Gombong, dan SBM Delanggu.

Layanan ini akan beroperasi mulai 16 hingga 22 Maret.

Untuk bengkel jaga, layanan dibuka dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sedangkan bengkel siaga melayani lebih lama, hingga pukul 22.00 WIB.

Dengan begitu, para pemudik bisa melakukan perawatan sepeda motor atau sekadar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved