Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pegadaian

Tak Perlu Antre, Pegadaian Melayani Sepenuh Hati Saat Ramadan Lewat Aplikasi Tring!

Pegadaian memastikan layanan keuangan tetap mudah diakses masyarakat selama momen Ramadan hingga Lebaran.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PEGADAIAN PURWOKERTO - Deputy Bisnis Area Pegadaian Purwokerto, Yuly Arsianty, saat berada di ruang kerjanya, Sabtu (14/3/2026). Pegadaian memastikan layanan keuangan tetap mudah diakses masyarakat selama momen Ramadan hingga Lebaran. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pegadaian memastikan layanan keuangan tetap mudah diakses masyarakat selama momen Ramadan hingga Lebaran.


Selain melalui outlet, masyarakat kini bisa memanfaatkan layanan digital hingga jaringan agen Pegadaian untuk berbagai transaksi, mulai dari gadai, pembayaran angsuran hingga menabung emas.


Deputy Bisnis Area PT Pegadaian Area Purwokerto, Yuly Arsianty, mengatakan sebagai wujud komitmen Pegadaian melayani sepenuh hati, pihaknya berupaya benar-benar hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan solusi pembiayaan atau layanan investasi emas.


"Pegadaian selalu hadir itu memang menjadi harapan kami. 


Hadirnya kami ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, terutama mereka yang ingin bertransaksi baik itu pembiayaan ataupun menabung emasnya," kata Yuly kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (14/3/2026). 


Menurutnya, bisnis utama Pegadaian memang berada pada layanan pembiayaan melalui gadai.


Namun, saat ini produk tabungan emas juga semakin diminati masyarakat.


"Pegadaian itu memang bisnis utamanya pembiayaan dalam bentuk gadai.


Tapi sekarang  yang mulai digandrungi masyarakat adalah menabung emas," ujarnya.

Baca juga: Viral Sejumlah Lelaki di Kudus Berkelahi di Tengah Jalan, Ini Pemicunya


Pegadaian juga memahami bahwa tidak semua masyarakat memiliki kemudahan untuk datang langsung ke outlet.


Faktor jarak maupun keterbatasan waktu sering kali menjadi kendala.


Karena itu, sebagai bagian dari komitmen Pegadaian melayani sepenuh hati, perusahaan menghadirkan layanan digital melalui aplikasi Tring.


"Kalau masyarakat merasa jarak atau waktu menjadi kendala untuk datang ke outlet, mereka bisa memanfaatkan aplikasi kami, yaitu Tring," jelasnya.


Aplikasi tersebut menyediakan berbagai fitur yang memudahkan masyarakat melakukan transaksi keuangan.


Melalui aplikasi Tring, masyarakat bisa melakukan berbagai layanan seperti pembiayaan, pembayaran angsuran hingga transaksi tabungan emas.


"Di aplikasi itu juga sudah banyak fiturnya yang bisa dimanfaatkan terkait pembiayaan maupun bayar-bayar angsuran, atau juga terkait menabung emas," katanya.


Bahkan kini masyarakat juga sudah bisa mengajukan deposito melalui aplikasi tersebut.


"Malahan sekarang sudah bisa juga  mengajukan deposito di Tring.


Jadi banyak sekali transaksi yang bisa dilakukan masyarakat melalui aplikasi tersebut," tambah Yuly.


Selain layanan digital, Pegadaian juga memperluas akses layanan melalui agen Pegadaian yang tersebar di berbagai daerah.


Agen tersebut berfungsi sebagai mitra sekaligus penghubung antara masyarakat dengan Pegadaian.


"Kalau ada masyarakat yang jaraknya ke outlet cukup jauh, kami juga memiliki agen Pegadaian.


Agen itu menjadi mitra dan penghubung antara masyarakat dengan kami," jelasnya.


Melalui agen Pegadaian, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti gadai maupun transaksi emas.


"Jadi masyarakat bisa menggunakan agen Pegadaian untuk melakukan transaksi, baik transaksi gadai ataupun transaksi emasnya," katanya.

 


Antrean Ramadan Diantisipasi dengan Layanan Digital


Yuly mengungkapkan, aktivitas di outlet Pegadaian biasanya meningkat selama Ramadan.


Banyak masyarakat yang datang untuk melakukan transaksi keuangan.


"Di momen Ramadan ini outlet biasanya penuh.


Ketika masyarakat datang dan nomor antreannya sudah tinggi, kami selalu arahkan untuk menggunakan aplikasi," ujarnya.


Melalui aplikasi Tring, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi tanpa harus mengantre di outlet.


Misalnya untuk pembayaran angsuran, perpanjangan gadai hingga pembayaran tebusan.


"Melalui aplikasi mereka bisa bayar angsuran, bayar perpanjangan atau bayar tebusan.


Jadi mereka tidak perlu antre," jelasnya.


Jika nasabah telah menyelesaikan pembayaran secara online, mereka hanya perlu datang ke outlet untuk mengambil barang jaminan.


"Kalau pelunasan sudah dilakukan di aplikasi Tring, mereka tinggal datang ke outlet untuk mengambil barangnya.


Tidak perlu antre lagi untuk proses pembayaran," katanya.


Kemudahan tersebut juga berlaku bagi nasabah yang ingin menggadaikan tabungan emas.


"Kalau nasabah memiliki tabungan emas dan ingin menggadaikan tabungan emasnya, itu juga bisa dilakukan melalui aplikasi Tring tanpa harus datang ke outlet," tambahnya.


Selain aplikasi, agen Pegadaian juga menjadi salah satu solusi bagi masyarakat yang mengalami kendala datang langsung ke kantor Pegadaian.


"Agen Pegadaian juga menjadi andalan kami untuk membantu masyarakat yang terkendala datang ke outlet. 


Agen itu bahkan bisa berperan sebagai konsultan bagi masyarakat," jelas Yuly.


Melalui agen tersebut, masyarakat dapat melakukan berbagai transaksi seperti gadai maupun pembayaran.

 


Program Pinjaman Bunga 0 Persen untuk UMKM


Selain layanan digital, Pegadaian juga menghadirkan program khusus selama Ramadan untuk mendukung pelaku usaha kecil yang memanfaatkan momentum bisnis musiman.


Hal tersebut merupakan salah satu bentuk nyata Pegadaian selalu hadir bagi masyarakat.


Menurut Yuly, momen Ramadan biasanya memunculkan banyak usaha baru, seperti penjualan makanan, minuman hingga pakaian.


"Kita sering melihat maraknya bisnis musiman di Ramadan, baik itu makanan, minuman maupun pakaian.


Biasanya masyarakat membutuhkan modal di awal untuk usaha tersebut," ujarnya.


Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Pegadaian menghadirkan program pinjaman dengan bunga 0 persen bagi pelaku UMKM mikro.


Program tersebut berlaku untuk pinjaman hingga Rp2,5 juta.


"Untuk usaha UMKM kecil dengan pinjaman sampai Rp2,5 juta, itu dibebaskan dari biaya bunga. Jadi istilahnya pinjaman dengan bunga 0 persen," jelasnya.


Program tersebut bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar bisa memanfaatkan peluang usaha selama Ramadan.


"Ini memang untuk mensupport UMKM kecil yang ingin ikut memanfaatkan momen Ramadan untuk bisnis musiman," kata Yuly.


Selain itu, Pegadaian juga menyediakan pembiayaan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pegadaian.


Program tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang ingin meningkatkan skala usahanya.


"Misalnya yang sebelumnya omzetnya 100, lalu di Ramadan ingin meningkat menjadi 200 atau 300, tentu mereka butuh tambahan modal.


Di situlah kami bisa menawarkan KUR Pegadaian," ujarnya.

 


Program Sosial Ramadan Pegadaian


Tak hanya layanan pembiayaan, Pegadaian juga menjalankan berbagai kegiatan sosial selama Ramadan sebagai wujud Pegadaian selalu hadir untuk masyarakat. Salah satunya melalui program MPL (Mengetuk Pintu Langit).


"Program ini memberikan kesempatan bagi teman-teman di outlet untuk berkreasi melakukan kegiatan sosial," jelas Yuly.


Kegiatan sosial tersebut bisa berupa pembagian sembako, pembagian takjil hingga bantuan konsumsi untuk kegiatan ibadah seperti itikaf.


"Kegiatan itu biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di sekitar, misalnya di masjid terdekat, panti sosial atau komunitas yang membutuhkan," katanya.

 


Pesan Bijak Kelola Keuangan Saat Lebaran


Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pegadaian juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam mengelola keuangan.


Menurut Yuly, Lebaran merupakan momen kebersamaan yang sangat berharga bagi keluarga.


"Momen Lebaran ini biasanya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga yang mungkin sebelumnya berjarak, bisa berkumpul dan merayakan bersama," ujarnya.


Namun ia juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan keamanan rumah sebelum bepergian.


"Pastikan rumah dalam kondisi aman, terkunci rapat. 


Pastikan juga listrik dan kompor sudah benar-benar aman sebelum berpergian," katanya.


Selain itu masyarakat juga diminta bijak dalam menggunakan dana, termasuk THR.


"Pastikan pengeluaran itu benar-benar untuk kebutuhan.


Bedakan antara kebutuhan dan keinginan, jangan sampai semua ingin dibeli saat Lebaran," ujarnya.


Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak agar tidak terjadi pemborosan.


"Pastikan penggunaan dana tetap dengan bijak. 


Jangan sampai THR benar-benar habis karena pengeluaran yang tidak terencana,” pungkasnya. (jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved