Berita Nasional
Beda dengan Idulfitri, Kenapa Iduladha Bisa Ditetapkan Lebih Cepat? Simak Penjelasannya
Beda dengan Idulfitri? kenapa Iduladha bisa ditentukan lebih cepat? Iduladha bahkan sudah ditetapkan sepuluh hari lalu.
Beda dengan Idulfitri, Kenapa Idul Adha Bisa Ditetapkan Lebih Cepat?
TRIBUNJATENG.COM - Beda dengan Idulfitri? kenapa Iduladha bisa ditentukan lebih cepat?
Iduladha bahkan sudah ditetapkan sepuluh hari lalu.
Sedangkan setiap Idulfitri, kita harus menunggu proses penentuan di detik-detik terakhir.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden dari Banyumas Dibeli Rp128 Juta, Achmad: "Tidak Sia-sia Ngarit"
Saat ini umat muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, merayakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 dengan penetapan yang diresmikan oleh Kementerian Agama (Kemenag) bersama lembaga-lembaga terkait melalui rilis resmi pada Minggu, 17 Mei 2026 lalu.
Meski begitu, terdapat perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idul Adha dengan Hari Raya Idul Fitri.
Pada Hari Raya Idul Fitri, penetapan dilakukan pada malam sebelumnya di mana waktu tersebut sangat dekat dengan Idul Fitri.
Sementara Hari Raya Idul Adha sudah ditetapkan dari jauh hari, yakni 10 hari sebelumnya.
Lantas, kenapa penentuan Hari Raya Idul Adha bisa lebih cepat daripada Hari Raya Idul Fitri?
Penentuan awal bulan Hijriah
Dilansir dari akun Instagram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (26/5/2026), Hari Raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri merupakan dua hari raya yang berada di bulan Hijriah yang berbeda.
Untuk ditetapkannya kedua hari raya tersebut, terlebih dahulu harus menentukan awal dari setiap bulan Hijriah.
Penentuan awal bulan hijriah ditentukan setiap tanggal 29 di bulan sebelumnya.
Penentuan tersebut dilakukan dengan dua cara, antara lain:
- Hisab: Metode yang menggunakan data dan rumus pergerakan matahari serta bulan untuk menghitung kapan hilal kemungkinan muncul.
- Rukyat: Metode pengamatan langit untuk emmastikan apakah hilal benar-benar terlihat atau belum.
Hasil kedua metode tersebut nantinya akan dibahas dalam sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag).
Lebih lanjut, Indonesia memakai kriteria MABIMS untuk mengukur hilal yang menjadi tanda pergantian bulan Hijriah.
Kriteria tersebut mewajibkan bahwa hilal harus telah memenuhi imkanur rukyat (visibilitas hilal), antara lain:
- Tinggi hilal minimal 3 derajat
- Elongasi (Jarak sudut bulan dan matahari) minimal 6,4 derajat.
Jika belum memenuhi kriteria, hilal dianggap belum memungkinkan untuk terlihat sehingga dianggap belum berganti bulan Hijriah.
Kenapa Idul Fitri sering diumumkan mendekati batas waktu?
Hari Raya Idul Fitri jatuh tepat pada tanggal 1 Syawal. Artinya, pemerintah harus memastikan dulu kapan masuknya tanggal 1 Syawal untuk menentukan hari raya.
Masalahnya, penentuan itu dilakukan di tanggal 29 Ramadan setelah matahari terbenam, jadi hasil akhirnya memang baru bisa diumumkan di malam hari.
Berbeda dengan Idul Adha yang tidak jatuh pada tanggal 1 Zulhijjah, tapi pada tanggal 10 Zulhijjah.
Maka dari itu, yang sebenarnya ditentukan lewat sidang isbat adalah awal bulan Zulhijjah atau tanggal 1 Zulhijjah.
Begitu tanggal 1 Zulhijjah sudah diketahui, maka tanggal 10 Zulhijjah otomatis tinggal dihitung.
Itulah kenapa Idul Adha bisa diprediksi lebih awal dibanding Idul Fitri. B
BMKG sebagai lembaga yang bertugas membantu menghitung sejumlah aspek yang penting untuk mementukan pergantian bulan Hijriah.
Aspek tersebut antara lain:
- Posisi Bulan dan Matahari
- Tinggi hilal Umur bulan
- Lag, yaitu selisih Waktu terbenam Bulan dan Matahari
- Fraksi Iluminasi, yaitu bagian Bulan yang terkena cahaya matahari
- Cuaca dan ketebalan awan
- Visibilitas hilal, yaitu kemungkinan hilal terlihat
- Kecerlangan langit, yaitu tingkat terang langit saat pengamatan.
| Kabar Duka Abdillah Toha Pendiri PAN Meninggal Dunia, Ini Sosoknya |
|
|---|
| Kementerian HAM Terima Penghargaan dari LKPP |
|
|---|
| Ciri-Ciri Firdaus Ahlan, Jemaah Haji Berusia 73 Tahun yang Hilang di Makkah |
|
|---|
| Uji Publik RUU HAM Dorong Regulasi HAM yang Inklusif dan Responsif terhadap Perkembangan Zaman |
|
|---|
| Prabowo Sebut Australia, India, Brasil, hingga Filipina Minta Bantuan ke Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260527_salat-iduladha-semarang.jpg)