Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ajang Semarang 10K 2025 Hadirkan Kategori Pelajar dan Kids Dash, Ini Tujuanny

Ajang lari Semarang 10K 2025 sukses di gelar di Balaikota Semarang, Minggu (14/12/2025) pagi dengan melibatkan 3.000

|

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ajang lari Semarang 10K 2025 sukses di gelar di Balaikota Semarang, Minggu (14/12/2025) pagi dengan melibatkan 3.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.


Ajang ini, menghadirkan beberapa kategori mulai dari kelas nasional pria maupun putri, kelas master putra maupun putri, kelas pelajar putra maupun putri, dan kelas overall putra maupun putri.


Adapula kelas kategori anak yakni kids dash putra dan putri serta hadiah 10 juta rupiah masing-masing untuk kategori putra atau putri bagi pelari yang mampu memecahkan rekor Semarang 10K.


Salah satu pelari yang berhasil merebut podium utama yakni Khofifah Khoerunnisa asal Tegal yang mencatatkan waktu 00:44:56


Ia disusul Khaila Sifa Fauziah asal Salatiga di posisi kedua dengan catatan waktu 00:46:43.


Ditempat ketiga ditempati Chrysilla Putri Bintarti asal Boyolali dengan 00:49:06. Posisi empat, Siti Choirun Nisa asal Semarang (00:50:31), posisi lima, Nindi Januva dari Jepara (00:52:20).

Baca juga: Wali Kota Semarang Sambut Hangat Semarang 10K yang Rutin Dilaksanakan Tiap Tahun


Khofifah mengatakan senang mendapat kesempatan tampil di ajang Semarang 10K.


Hal ini juga tak lepas dari prestasinya menjadi yamg tercepat di ajang bergengsi sebelumnya yakni Borobudur Marathon 2025 di kategori young talent.


Ia mengatakan, belum lama menggeluti ajang lari, yakni baru sekitar lima bulan. Namun sejumlah prestasi sudah berhasil ia capai.


"Tentunya dengan latihan yang konsisten, jaraknya tidak terlalu membutuhkan waktu. untuk persiapan sendiri, latihan selama lima bulan dan alhamdulillah diberi kesempatan meraih prestasi di lari," kata siswi kelas 3 SMA Iksaniah Tegal tersebut.


Atlet kelahiran 11 Agustus 2008 itu juga meraih prestasi lain tahun ini yakni lolos ke Porprov 2026 lewat prestasinya meraih juara dua di babak kualifikasi.


Sementara itu, Wapemred Harian Kompas, Adi Pinantyo menyebut kehadiran kategori pelajar dan juga kategori kids dash menjadi wujud pembinaan atlet usia dini lari jarak jauh.


"Ini menjadi pembinaan lari jarak jauh. Dulunya ini susah mencari generasi sebelum booming lari. Kemudian boomingnya lari membuat regenerasi atlet lari jarak jauh kini lebih cepat," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved