Sabtu, 9 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Ungaran

Kisah Dani Ramadhan Gratiskan Makanan bagi Perantau Terdampak Banjir Sumatera di Semarang

Dani Ramadhan (38), pemilik Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau, menggratiskan makanan bagi perantau Sumatera yang keluarganya terdampak bencana.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana
GRATISKAN MAKANAN - Dani Ramadhan, pemilik Banana Getz! x Bebek Sukses Merantau, tampak memasak hidangan di dapurnya di belakang Gapura Perum Korpri, Gedanganak, Ungaran Timur, Senin (8/12/2025). Dia menambah stok masakan karena tengah menggratiskan makanan bagi para perantau dari Sumatera yang keluarganya terdampak banjir, sebagai bentuk kepedulian dan dorongan semangat agar mereka tetap kuat di perantauan. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN — Senin sore itu (8/12/2025), aroma ayam goreng khas Madura yang baru selesai dimasak memenuhi sebuah kios kecil di belakang Gapura Perum Korpri, Jalan Bali Raya, Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Di dapur milik Dani Ramadhan (38), pemilik Banana Getz! dan Bebek Sukses Merantau, berbagai stok bahan makanan tersedia.

Dari daging ayam, bebek, sambal, lalapan, dan aneka jajanan pisang dia tambah lebih banyak dari hari-hari biasanya. 

Baca juga: Sosok Mirwan MS Bupati Aceh Selatan Umroh di Tengah Bencana Banjir, Presiden Perintahkan Copot

Alasannya, ingin menggratiskan makanan bagi perantau Sumatera yang keluarganya tengah terdampak bencana banjir besar di utara Sumatera hingga kepulauan Nias.

Sejak kabar banjir besar itu menyebar, Dani yang aslinya dari Jawa Timur tersebut merasa gelisah.

Dia membayangkan mahasiswa dan pekerja perantau di Semarang yang harus tetap kuliah atau bekerja sementara keluarga mereka di kampung berjuang menghadapi krisis logistik, longsor, dan rumah yang rusak.

Dani tahu persis rasanya menjadi perantau tanpa keluarga, rindu rumah, dan tertekan kabar buruk dari kampung.


“Saya dulu juga di posisi benar-benar di bawah, lalu pernah dibantu orang lain ketika susah. 

Sekarang saya merasa ingin berbalas budi kepada Allah, dengan berbuat baik ke orang lain,” kata Dani ketika ditemui Tribunjateng.com.

Cerita Mahasiswi Nias 

Dani mengumumkan kabar baik itu lewat media sosial. 

Tak menunggu lama, seorang mahasiswi asal Nias datang menghampiri warungnya.

Dani mengingat pertemuan itu dan suaranya ikut merendah.

“Saya kaget, dia bilang cuma ingin memastikan dan bersilaturahmi, duduk sebentar, tapi tidak mau makan. 

Ternyata dia kepikiran keluarganya di Nias,” kata dia.

Keluarga mahasiswi itu selamat, namun kondisi wilayahnya sulit setelah jalur pasok dari daratan Sumatera terputus akibat bencana.

“Saya persilakan makan, namun akhirnya dia cuma ngemil sedikit. 

Saya tenangkan dia. 

Saya bilang, kalau butuh makanan, datang lagi saja,” imbuh Dani.

Aksi Galang Dana

Dani tidak sendirian. Dia dengan para rekannya, sekitar 25 pengemudi ojek online di wilayah Ungaran, bergerak bersama.

Mereka menggalang dana di jalanan dan melalui grup WhatsApp, dan hasilnya, sekitar Rp4,5 juta terkumpul hanya dalam dua jam.

Sementara donasi dari dompet digital masih direkap dan akan diserahkan ke organisasi relawan esok hari.

Tak berhenti di situ, Dani tengah merencanakan gerakan berikutnya, yakni mengirim makanan ke para perantau Sumatera yang tinggal di Tembalang dan titik-titik lain yang jauh dari kedainya.

“Banyak yang tinggalnya jauh dan kalau harus datang ke sini, mereka habis di bensin.

Maka saya buatkan makanan sebisanya, nanti saya kirim dan ini masih saya koordinasikan sama teman-teman ojol,” kata dia.

Menu yang dia bagi bukan sembarang menu.

Kadang Nasi Bebek Goreng serundeng khas Madura, kadang Ayam Serundeng, kadang cukup camilan dari Banana Getz! seperti Banana Nugget atau Risol Mentai, apa pun yang hari itu bisa dia masak dan dia tambah stoknya.

“Pokoknya kalau ada yang datang dan butuh, kami siap,” ujarnya.

Warung yang dia dikelola tampak tidak besar.

Letaknya pun sederhana, persis di belakang gapura Perum Korpri di Gedanganak, Ungaran Timur. 

Baca juga: Bentuk Kepedulian, Polres Pemalang Gelar Salat Gaib untuk Korban Bencana di Sumatra dan Aceh

Namun, dari tempat tersebut, Dani berharap bisa mengirimkan setitik kekuatan bagi saudara-saudara perantau yang tengah cemas menunggu kabar dari rumah.

“Harapan saya, yang sedang kepikiran keluarga bisa sabar dan kuat.

Mudah-mudahan ujian ini segera berakhir. Semua sehat dan selamat,” pungkas dia. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved