Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Pilus DPRD Kota Semarang Sorot Tarif Parkir Kawasan Wisata yang Bikin Kecewa

Persoalan parkir di kawasan wisata menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Moh Anhar | Editor: M Syofri Kurniawan
APPLE
Tribun Jateng/Tri Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026, persoalan parkir di kawasan wisata menjadi perhatian serius DPRD Kota Semarang. Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman menegaskan agar Pemerintah Kota (Pemkot) menyiapkan pengelolaan pariwisata secara matang agar tidak menimbulkan kekecewaan wisatawan.

Menurut Kadarlusman, salah satu keluhan yang kerap muncul dari wisatawan adalah soal parkir, khususnya terkait tarif yang tidak ada standarnya. Hal tersebut sering kali menimbulkan rasa kecewa setelah wisatawan memasuki lokasi wisata.

"Yang sering terjadi, kecewaan para wisatawan pada saat mereka parkir terus masuk di objek pariwisata kadang-kadang tidak seperti yang diduga, khususnya biaya parkir. Nah, ini makanya kami tekankan agar itu dipersiapkan. Benar-benar dipersiapkan, jangan sampai orang datang ke Kota Semarang kecewa," kata Pilus, sapaan Kadarlusman.

Ia mengingatkan, kekecewaan wisatawan tidak bisa dianggap sepele, terlebih di era media sosial saat ini.

Menurutnya, satu pengalaman buruk yang diviralkan dapat berdampak luas dan mencoreng citra Kota Semarang secara keseluruhan, bukan hanya pada satu objek wisata.

KOTA LAMA - Suasana Kota Lama Semarang jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2025, Minggu (14/12/2025).
KOTA LAMA - Suasana Kota Lama Semarang jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2025, Minggu (14/12/2025). (TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah)

“Kalau satu orang kecewa mungkin tidak masalah, tapi kalau diviralkan, ada sesuatu yang dialami tidak pernah dilihat oleh orang, tapi mereka diam-diam melakukan pengambilan gambar di situ, kemudian diviralkan, ini tidak hanya dengan pariwisata itu, tapi kota kita juga ada objek lainnya," terangnya.

Selain parkir, Pilus juga menyoroti penyelenggaraan event pariwisata yang digelar untuk menarik kunjungan wisatawan.

Menurutnya, event memang penting untuk memperkenalkan dan mempopulerkan Kota Semarang, namun harus disertai persiapan yang matang, terutama dari sisi keamanan dan kondisi lokasi.

"Event ini kan sebetulnya juga salah satu upaya untuk menarik dan memperkenalkan Kota Semarang. Itu dampaknya kan pasti ada juga. Risiko seperti kerusakan tempat atau hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sampai ada korban, penyelenggara yang akan repot," paparnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar pihak terkait agar penyelenggaraan event berjalan aman dan tertib.

Pilus melanjutkan, Kota Semarang memiliki beragam potensi wisata mulai dari wisata religi, heritage, hingga wisata edukasi yang dinilai cukup lengkap. Ia berharap fasilitas dan SDM-nya terus ditingkatkan. 

"Sebetulnya potesni wisata lengkap, hanya tinggal fasilitasnya, terus SDM-nya ditingkatkan," imbuhnya. (Idayatul Rohmah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved