Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Tanggul Jebol di Mangunharjo Semarang, 300 KK Terdampak

Tanggul di Mangunharjo Kota Semarang jebol di beberapa titik akibat tingginya debit air, Jumat (26/12/2025) sebagai imbas hujan sejak siang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/BPBD KOTA SEMARANG
TANGGUL JEBOL - Kondisi tanggul di Mangunharjo Kota Semarang jebol akibat tingginya debit air, Jumat (26/12/2025). Dilaporkan, sekira 300 kepala keluarga terdampak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tanggul di Mangunharjo Kota Semarang dilaporkan jebol di beberapa titik akibat tingginya debit air, Jumat (26/12/2025).

Diketahui, hujan deras mengguyur Kota Semarang sejak siang hingga sore hari.

Akibat kejadian ini, sekira 300 kepala keluarga (KK) terdampak banjir limpasan.

Adapun banjir mencapai ketinggian sekira 40 sentimeter.

Baca juga: Wali Kota Semarang Pastikan Parkir dan Lalu Lintas Wisata Semarang Terkendali Saat Nataru

Nasib Pilu Nenek Elina, Diusir Paksa dari Rumahnya, Wajah Memar Dihajar Oknum Ormas di Surabaya

ASN Wonosobo Wajib Masuk Ngantor di Akhir Tahun, Tidak Terapkan WFA

Kalakhar BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, terdapat tiga titik tanggul jebol di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

"Untuk Mangunharjo, ada tiga titik yang jebol yaitu di RT 01, RT 06, dan RT 05."

"Untuk korban yang terdampak sekira 300 KK," kata Endro.

Selain itu, tanggul juga dilaporkan jebol di Mangkang Kulon.

Tanggul sepanjang sekira tujuh meter jebol di RT 02 RW 02 yang mengakibatkan sekira 15 KK terdampak.

Saat ini, lanjut Endro, Pemkot Semarang melalui DPU dan BPBD, serta berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), telah melakukan penanganan di lokasi.

Penanganan difokuskan pada penambalan darurat menggunakan sandbag di titik-titik tanggul yang jebol.

"Tim sudah di lapangan untuk melakukan penanganan darurat dengan sandbag. Karena ada beberapa titik," jelas Endro.

Dia juga menyampaikan, intensitas hujan mulai reda.

Diharapkan, kondisi tersebut dapat membantu menurunkan debit air yang melimpas, sehingga aliran di Kali Plumbon kembali landai dan tidak menambah dampak genangan di permukiman warga.

"Jadi sementara ini hujan juga sudah mulai reda."

"Semoga air yang melimpas air yang mengalir di Kali Plumbon juga landai kembali," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved