Berita Semarang
Kali Babon Semarang Kembali Meluap, Agustina Perintahkan Penguatan Tanggul
Pemkot Semarang kembali memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon, Kecamatan Tembalang pasca hujan ekstrem pada Rabu (25/3/2026).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang kembali memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon, Kecamatan Tembalang. Hal itu sebagai langkah tanggap darurat sekaligus antisipasi lanjutan menyusul banjir akibat hujan ekstrem.
Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu (25/3/2026) malam hingga Kamis (26/3/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah titik seperti Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, hingga Dinar Indah.
Kawasan-kawasan tersebut tercatat sebagai wilayah yang rentan terdampak saat curah hujan tinggi.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi teknis untuk mengendalikan situasi.
Baca juga: Harga Sejumlah Bahan Pokok di Semarang Bertahan Tinggi Usai Lebaran
• 21 Sekolah di Brebes Terendam Banjir, Pagar Tembok SDN 1 Ketanggungan Ambruk
"Pada saat debit Kali Plumbon meningkat, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS Pemali Juana terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading."
"Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan," katanya, Kamis (26/3/2026).
Menurut dia, pengaturan aliran tersebut mampu mengurangi tekanan air di wilayah hulu, sehingga limpasan di kawasan Meteseh dan Rowosari tidak setinggi kejadian banjir sebelumnya.
Selain itu, Pemkot Semarang melakukan perkuatan tanggul darurat pada titik-titik kritis.
Penanganan dilakukan melalui pemasangan sandbag dan kisdam sebagai upaya menahan potensi luapan susulan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi.
Di sisi lain, Agustina juga menyoroti keterbatasan intervensi pada kawasan perumahan baru yang terdampak banjir.
“Perumahan-perumahan baru di Meteseh dan Rowosari saat ini belum diserahterimakan, sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang."
"Pemerintah Kota belum dapat melakukan penanganan permanen di kawasan tersebut,” katanya.
Baca juga: Penyebab Gudang Rongsok Ngaliyan Semarang Terbakar, Anggi: Ada Anak Main Petasan
• Jembatan Gantung Danawarih Tegal Rusak Diterjang Banjir, Bupati Ischak: Secepatnya Diperbaiki
Dia menyebut, Pemkot Semarang tetap melakukan langkah-langkah konkret seperti pembersihan lumpur pasca genangan, penanganan darurat di lapangan, serta penyiapan personel dan logistik untuk mengantisipasi kondisi lanjutan.
Menurutnya, kejadian ini juga menjadi catatan bahwa banjir akibat curah hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang.
Sebelumnya, pada awal Maret 2026, wilayah lain seperti Mangkang dan Tlogosari juga mengalami banjir akibat kombinasi hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur seperti talud jebol.
Dia mengatakan, memperkuat sistem pengendalian banjir mulai dari koordinasi pengelolaan pintu air, penguatan tanggul, hingga mendorong percepatan penyelesaian kewajiban pengembang dalam penyediaan infrastruktur dasar.
"Kami pastikan Pemerintah Kota akan terus siaga, bergerak cepat, dan hadir di tengah masyarakat."
"Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, dari hulu hingga hilir," katanya. (*)
| Relokasi Warga Terdampak Tanah Gerak Jangli Mengarah ke Rowosari, Pemerintah Cek Kesiapan Lahan |
|
|---|
| Keren! Pelajar SMAN 1 Kota Semarang Ciptakan Obat Diabetes dari Buah Gayam, Siap ke New York |
|
|---|
| Rizky Lihat Asap Hitam Pekat Keluar dari Bus Trans Jateng |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Bus Trans Jateng Terbakar di S Parman Semarang |
|
|---|
| BPBD Jateng Kejar Pemkot Semarang Soal Relokasi Warga Sekip Jangli, Rencana Pindah ke Rowosari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260326-_-Perum-Grand-Batik-Semarang-Kebanjiran.jpg)