Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang Tertinggi di Jateng, Didominasi Penyuka Sesama Jenis

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan bahwa kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal penyuka sesama jenis

Tayang:
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
Tribunjateng/bramkusuma
Grafis 39.571 Kasus HIV/Aids Terdeteksi di Jateng 

TRIBUNJATENG.COM - Kasus HIV/AIDS di Kota Semarang menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Data itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikumpulkan pada tahun 2025.  

Angka kasus HIV/AIDS di Kota Semarang mencapai 620 kasus sepanjang 2025.  

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan N-Max Tabrak Truk Parkir di Semarang, Korban Tergeletak di Jalan

Baca juga: Ribuan Pencari Kerja Padati Jobfair di Kabupaten Semarang, Lulusan Baru Ungkap Tantangannya

AWASI SPPG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam saat wawancara di sela menghadiri Dialog Nasional Praktik Baik MBG di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (29/4/2026).
AWASI SPPG - Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam saat wawancara di sela menghadiri Dialog Nasional Praktik Baik MBG di Gumaya Hotel Semarang, Rabu (29/4/2026). (TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah)

Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kota Semarang, Abdul Hakam, mengatakan bahwa kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) mencapai 44 pesen. 

Diikuti pasien Tuberkulosis (TBC) 12 persen, pasangan risiko tinggi 11 persen, populasi umum 11 persen, pasien infeksi menular seksual (IMS) 9 persen, pelanggan pekerja seks 5 persen, dan wanita pekerja seks 2 persen.

"Saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan pengobatan yang tepat dan teratur.

Karena itu kami mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan HIV," kata Hakam, Rabu (3/6/2026).

Dia mengungkapkan bahwa 240 kasus HIV baru ditemukan selama periode Januari hingga Mei 2026.

"Peningkatan jumlah kasus yang ditemukan tidak selalu berarti penularan HIV meningkat," ucap Hakam.

Menurutnya, tingginya temuan kasus HIV di Kota Semarang menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau layanan pemeriksaan dan deteksi dini, bukan semata-mata mencerminkan peningkatan penularan HIV di masyarakat.  

"Justru hal ini menunjukkan bahwa layanan skrining semakin menjangkau kelompok yang sebelumnya belum terdeteksi," kata dia.  

Hakam menegaskan, deteksi dini yang semakin luas memungkinkan kasus HIV ditemukan lebih cepat sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan risiko penularan dapat ditekan.

"Semakin banyak masyarakat yang melakukan tes HIV, maka semakin besar peluang kasus ditemukan lebih awal sehingga pengobatan dapat segera dimulai dan risiko penularan dapat dicegah," lanjutnya. (*)

Sumber: kompas.com

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved