Rabu, 10 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Semarang

"Demi Keselamatan" Warga di Sikluwung Asri Semarang Menolak Tower BTS

Tower BTS di Kampung Sikluwung Asri RT 05 RW 01, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menjadi sorotan.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
TOWER BTS - Tower BTS di Kampung Sikluwung Asri RT 05 RW 01, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, menjadi sorotan setelah disegel oleh Satpol PP. Pantauan Tribun Jateng, garis pembatas berwarna kuning bertuliskan "Belum Berizin" tampak melingkari pagar area tower yang berdiri di tengah lingkungan permukiman tersebut, Selasa (9/6/2026). Tribun Jateng/Idayatul Rohmah 

"Saya apa-apa sudah rembuk warga, ada tower ini saya rembuk warga sampai empat kali dan semua clear, sudah tanda-tanda semua sudah menerima sudah enggak ada masalah," katanya.

Lebih lanjut, Sunaryo mengklaim mayoritas warga di RT 05 telah menandatangani persetujuan dan menerima kompensasi dari pihak vendor.

"Ada 93 orang yang tanda tangan yang menerima kompensasi, yang komplain itu ada 5 orang. Itu yang komplain yang tidak menerima itu 5 orang itu dulu sudah mau dikasih. Katanya enggak mau ya gitu. Monggolah itu urusannya vendor lah," katanya.

Terkait proses sosialisasi, Sunaryo menyebut pihak vendor telah menggelar rapat bersama sejumlah wilayah yang masuk radius tower.

Menurutnya, perwakilan RT 03 telah diundang dalam rapat tersebut.

"Iya, rapat bareng. Ada RT 06, RT 07 RW 12, 05, terus 03. (RT) 03 itu selama rapat, diundang enggak pernah datang.

Makanya kan jadinya kayak gini. Pak RT-nya diundang enggak pernah datang di rapat umum," katanya.

Di sisi lain, penolakan terhadap keberadaan tower disuarakan sebagian warga RT 03 RW 01 yang tinggal tidak jauh dari lokasi tower.

Di antaranya Yani (45), warga yang mengaku khawatir soal keselamatan karena kondisi lingkungan sekitar yang berada di kawasan padat penduduk dan berada di wilayah Semarang atas.

Menurut Yani, kondisi wilayah ini rawan terdampak cuaca ekstrem.

"(Alasan menolak) Demi keamanan dan kenyamanan. Karena sini tempat tinggi. Kalau ada angin, takutnya roboh. Sini rawan bencana tanah longsor. Seperti Februari kemarin, ada dua rumah roboh karena angin. Itu sebulan dua kali itu," ungkapnya.

Ia mengatakan, kekhawatiran tersebut semakin besar saat memasuki musim penghujan.

Terlebih, rumahnya berada cukup dekat dengan lokasi tower.

"Khawatirnya pas musim hujan. Kebanyakan menolak termasuk saya. (Rumah) Saya dekat (tower itu), khawatir juga," ujarnya.

Yani juga mengaku sempat melihat kedatangan petugas Satpol PP ke lokasi sebelum dilakukan penyegelan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved