Semarang
"Ini yang Pertama" Kesan Gisel Setelah Main Padel di Semarang
Turnamen padel Iris Serve & Smash yang digelar di Main Padel Semarang, Sabtu (10/1/2026), berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah publik figur.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Turnamen padel Iris Serve & Smash yang digelar di Main Padel Semarang, Sabtu (10/1/2026), berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah publik figur dan pegiat padel dari Kota Semarang dan sejumlah kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Bandung.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah artis Gisella Anastasia, yang hadir sebagai special guest dan ikut ambil bagian dalam sesi fun match bersama para peserta.
Kehadiran Gisella memberikan warna tersendiri dalam turnamen yang untuk pertama kalinya digelar oleh IRIS Bakehouse bersama IRIS Daily dengan dukungan ATWCorp.
Baca juga: Aksi Heroik Bidan Cindy dan Bidan Liya, Terabas Bencana Longsor Jepara Demi Menolong Ibu Melahirkan
Baca juga: UKSW Berduka, Pendeta Emeritus Doktor Sutarno, Rektor UKSW Periode 1973–1983 Berpulang
Selain Gisella, acara ini juga menghadirkan Shannon Wong serta berbagai komunitas padel dari dalam dan luar Kota Semarang.
Meski dikemas sebagai pertandingan santai, Gisella mengaku tetap berusaha tampil maksimal di lapangan.
Ia menyebut fun match tersebut sebagai pengalaman menyenangkan, sekaligus tantangan tersendiri.
"Namanya fun game, tapi se-fun-fun-nya tetap nggak mau malu-maluin. Jadi tadi coba kasih yang terbaik saja," ujar Gisella usai pertandingan.
Menurut Gisella, Iris Serve & Smash tidak hanya menawarkan pertandingan olahraga, tetapi juga pengalaman gaya hidup yang lengkap. Berbagai booth dan tenant dari brand F&B hingga busana olahraga turut meramaikan area acara.
"Acaranya seru, rame, banyak booth dan tenant keren. Kadang kalau di luar kota susah ketemu semua dalam satu tempat, tapi di sini ada semuanya," katanya.
Ia juga mengaku baru pertama kali mengikuti event padel di luar kota, sekaligus memuji Kota Semarang sebagai tuan rumah.
"Ini pertama kali aku main padel di luar kota untuk event seperti ini dan ternyata di Semarang. Kotanya keren, makanannya enak, orang-orangnya baik, dan acaranya seru. Semoga bisa sering main ke sini," ucapnya.
Terkait tren padel, Gisella menilai olahraga ini mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, padel memiliki daya tarik karena menggabungkan unsur olahraga dan interaksi sosial.
"Padel itu bukan cuma olahraga, tapi juga tempat bersosialisasi. Bisa ketemu orang baru, ketemu peluang baru. Mungkin itu yang bikin orang-orang suka," ujarnya.
Turnamen Iris Serve & Smash diikuti 192 peserta yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Semarang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Salatiga, hingga Solo.
Karena digelar hanya dalam satu hari, jumlah peserta dibatasi, namun antusiasme yang datang justru di luar perkiraan penyelenggara.
Owner IRIS, Michelle Soeryajaya, menyebut tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa komunitas padel di Indonesia, khususnya Jawa Tengah, terus berkembang.
"Ini tahun pertama kami membuat acara seperti ini, dan pesertanya mencapai 192 orang karena memang hanya satu hari. Kami cukup kaget karena banyak yang datang dari luar kota," katanya.
Michelle menjelaskan, pemilihan padel sebagai cabang olahraga dilatarbelakangi oleh pertumbuhan komunitas yang signifikan, serta karakter olahraga yang mudah dimainkan oleh berbagai kalangan usia.
Selain mengikuti tren, IRIS juga ingin mengampanyekan gaya hidup sehat yang tetap relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.
"Target kami memang teman-teman dengan gaya hidup sehat. Tapi walaupun hidup sehat, orang tetap ngopi, tetap butuh minum air, tetap butuh lifestyle. Itu yang kami satukan di acara ini," ujarnya.
Ia menambahkan, Iris Serve & Smash dikemas secara profesional tanpa meninggalkan unsur hiburan, serta menjadi bagian dari konsistensi IRIS dalam menghadirkan kegiatan olahraga berskala besar.
"Melalui Iris Serve & Smash, ini menjadi bukti konsistensi kami menghadirkan acara olahraga yang fun, tapi tetap profesional. Ke depan, kami berencana membuat event olahraga yang lebih besar, baik tahun ini maupun tahun depan," ungkap Michelle.
Turnamen ini juga menjadi ajang pertama yang menggabungkan konsep olahraga, gaya hidup, serta produk F&B dan busana olahraga dalam satu rangkaian acara terpadu, dengan melibatkan berbagai pelaku usaha dan investor. (*)
| 65 Rumah di Gedawang Banyumanik Terdampak Puting Beliung, Pemkot Semarang Beri Bantuan |
|
|---|
| Gara-gara Tikus, Petani di Tegalwaton Semarang Empat Kali Gagal Panen |
|
|---|
| Kisah Warga Semarang Menang Undian Berangkat Ke Hainan Cina |
|
|---|
| Ini Risiko Operasional Proyek Sampah Jadi Listrik di Kota Semarang |
|
|---|
| "Kami Segera Tindaklanjuti" Heboh Tikus Keluar dari Ompreng MBG SMKN 8 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260110_Padel-Artis-Gisella-Anastasia-turut.jpg)