Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

Ini Perhatian Utama Caretaker PSIS Ega Raka Jelang Melawan Barito Putera, Bukan Soal Teknis

Pasca melepas pelatih kepala Kahudi Wahyu,  PSIS Semarang untuk sementara waktu ditangani asisten pelatih Ega Raka Ghalih.

Tayang:
Tribun / Ariel
Caretaker PSIS Semarang, Ega Raka Ghalih (Kiri) saat diwawancara seorang wartawan usai latihan di Lapangan Wisesa Mranggen Demak, Rabu (1/10/2025) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasca melepas pelatih kepala Kahudi Wahyu,  PSIS Semarang untuk sementara waktu ditangani asisten pelatih Ega Raka Ghalih yang bertindak sebagai caretaker tim.

Pantauan tribunjateng.com, Ega sapaannya mulai memimpin latihan tim di Lapangan Wisesa Mranggen Demak, pada Rabu (1/10/2025) sore.

Ega saat diwawancara mengaku cukup terkejut mendengar kabar pengakhiran kontrak Kahudi Wahyu pada Selasa (30/9) malam.

Baca juga: Klasemen Persib Bandung di Liga Champions Asia 2 Usai Kalahkan Bangkok United, Peluang ke 16 Besar

Baca juga: Link Live Streaming Villarreal vs Juventus di Liga Champions, Kick Off Pukul 02.00 WIB

Yang jelas, ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini mengangkat sisi psikologis para pemain untuk menatap laga berikutnya kontra Barito Putera, Sabtu (4/10) mendatang.

Ega menyadari jika kedalaman skuad Barito Putera menjadi perhatian khusus timnya. Mayoritas materi pemain Barito Putera merupakan pemain-pemain yang sebelumnya berkompetisi di Liga 1.

Di bagian lain, menurut Ega, kondisi saat ini sedikit banyak berpengaruh pada aspek psikologis tim.

Selain baru saja ditinggal pelatih kepala, PSIS juga masih mencatatkan nol poin dalam tiga laga awal musim ini.

"Kemungkinan sedikit banyak itu akan berpengaruh terhadap psikologis. Maka ketika saya kemarin dibebani untuk karteker, saya ingin memulihkan kondisi psikologis mereka supaya mereka kembali lagi antusias. Supaya mereka kembali lagi punya motivasi," jelas Ega.

Maka, kata dia, jika mental para pemain pulih, motivasi para pemain juga turut meningkat.

"Karena itu yang lebih penting. Dalam sepak bola ada 4 aspek, salah satunya mental. Kita kembalikan lagi kebugaran mental pemain supaya mereka termotivasi," jelasnya.

Adapun keputusan melepas Kahudi Wahyu menurut manajemen, diambil karena hasil evaluasi pada tiga pertandingan awal kompetisi Pegadaian Championship 2025/26.

"Manajemen PSIS dan coach Kahudi resmi mengakhiri kontrak kerja sama sebagai pelatih kepala karena evaluasi yang kami lakukan," ujar direktur utama PT. Mahesa Jenar Semarang, Agung Buwono pada Selasa (30/9). (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved