Liga 4
Perkara Saham Bikin Nasib PSCS Cilacap Makin Tak Jelas
Masa depan PSCS Cilacap di kompetisi Liga 4 kembali menjadi perbincangan hangat seiring belum adanya kepastian terkait proses
Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
Ringkasan Berita:
- Masa depan PSCS Cilacap di Liga 4 masih tidak pasti karena proses penyelamatan klub belum menunjukkan perkembangan signifikan.
- Pemerintah Kabupaten Cilacap telah memfasilitasi komunikasi antara manajemen, pemilik saham, dan calon investor namun terbatas sebagai mediator.
- Ketidakjelasan status saham membuat calon investor ragu sehingga beberapa pihak menarik minat untuk berinvestasi di PSCS.
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Masa depan PSCS Cilacap di kompetisi Liga 4 kembali menjadi perbincangan hangat seiring belum adanya kepastian terkait proses penyelamatan klub.
Hingga kini, langkah untuk menata ulang manajemen PSCS masih berjalan di tempat.
Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk membantu menjembatani komunikasi semua pihak yang berkepentingan.
Menurutnya, pemerintah hanya dapat berperan sebagai fasilitator demi menyelamatkan klub yang menjadi kebanggaan masyarakat Cilacap tersebut.
Syamsul mengungkapkan, sejak awal pihaknya aktif mengumpulkan manajemen, pemilik saham, serta calon investor yang tertarik menanamkan modal di PSCS.
“Kami sudah berupaya memfasilitasi teman-teman, termasuk saat Mas Suhud ditunjuk Pak Gede sebagai pengelola mayoritas,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong pembentukan konsorsium penyelamat PSCS dengan melibatkan perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menunjukkan ketertarikan.
Namun, proses itu terkendala oleh ketidakjelasan status kepemilikan saham.
Baca juga: 13 Desa Wisata Semarang Unjuk Daya, Wonolopo Tawarkan Edukasi Jamu hingga Kampung Usaha
“Ketika perusahaan menanyakan apakah saham sudah dibayarkan, saya minta semuanya dikonfirmasi ke para pemegang saham, karena pemerintah tidak boleh membiayai langsung,” katanya.
Syamsul menilai, informasi yang tidak transparan terkait struktur saham berdampak pada menurunnya minat calon investor, hingga beberapa di antaranya memilih mundur.
“Saya sudah sampaikan ke pihak yang mau membantu, tetapi mereka ragu karena belum ada kepastian, sehingga prosesnya berhenti,” ucapnya.
Syamsul menyebut situasi menjadi semakin rumit setelah laporan baru muncul di tengah penandatanganan kesepakatan pembelian saham.
“Kami mendapat laporan yang membuat teman-teman Laskar dan perwakilan suporter yang ingin menyelamatkan PSCS merasa ada ketidak konsistenan dari pemilik saham mayoritas,” ujar Syamsul.
Ia menegaskan pemerintah sudah menyiapkan langkah pendukung, termasuk perbaikan Stadion Wijayakusuma sebagai bentuk keseriusan menjaga keberlanjutan PSCS.
“Padahal semuanya sudah siap, termasuk anggaran perbaikan stadion, tetapi karena ada dinamika internal saham, kami tidak bisa melampaui aturan,” tuturnya.
Syamsul memastikan pemerintah tetap membuka pintu bagi investor yang benar-benar siap mengambil alih saham dan mengelola PSCS secara profesional.
“Sementara ini saya masih terus mencari investor yang sesuai dengan ketentuan dan bersedia mengikuti angka yang disampaikan pemilik saham,” katanya.
Ia berharap persoalan kepemilikan saham segera tuntas agar PSCS bisa kembali fokus membangun skuad untuk bersaing di Liga 4. (ray)
| Jadwal Persibangga di Liga 4 Nasional Usai Kalahkan Kalteng FC, Pelatih: Percaya Diri Meningkat |
|
|---|
| Hasil Liga 4 Nasional, Persibangga Purbalingga Amankan Kemenangan Perdana |
|
|---|
| Jelang Liga 4 Nasional, Dua Tuan Rumah Asal Jateng Bersiap Tatap Laga Perdana Akhir Mei 2026 |
|
|---|
| Suporter Sambut Liga 4 di Gelora Satria Purwokerto: Euforia Akan Beda Kalau Tim Kebanggaan Main |
|
|---|
| Inilah Lawan yang Akan Dihadapi 4 Wakil Jawa Tengah di Liga 4 Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251110_pscs-cilacap.jpg)