Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PSIS Semarang

"Lega" Perasaan Jafri Sastra Setelah PSIS Semarang Kalahkan Persela dengan 10 Pemain

Gol semata wayang Otavio Dutra ke gawang Persela Lamongan menjadi momentum kebangkitan tim Mahesa Jenar.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Franciskus Ariel Setiaputra
JUMPA PERS - Pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra bersama pemain Gustur Cahyo hadir dalam jumpa pers pasca laga kontra Persela Lamongan Sabtu (24/1/2026) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gol semata wayang Otavio Dutra ke gawang Persela Lamongan menjadi momentum kebangkitan tim Mahesa Jenar setelah dalam dua laga terakhir selalu gagal meraih kemenangan.

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (24/1/2026) malam, Dutra memecah kebuntuan tim Mahesa Jenar di menit 54.

Pertandingan berjalan dalam intensitas tinggi. Bahkan tim Mahesa Jenar harus menerima pil pahit satu pemainnya dikartu merah pada babak pertama, yakni Safna Delpi usai melanggar pemain Persela, Jhon Mena.

Headcoach PSIS, Jafri Sastra mengatakan kunci keberhasilan timnya memenangkan pertandingan karena konsisten dengan pola permainan.

Baca juga: Klasemen Persijap Jepara Setelah Kalahkan PSM Makassar, Beranjak Dari Posisi Juru Kunci

Baca juga: Klasemen PSIS Semarang Setelah Kalahkan Persela Lamongan, Belum Aman dari Degradasi

"Kami dalam satu pekan terakhir memang fokus membangun tim ini agar bisa lebih solid," kata Jafri Sastra.

Jafri menyebut, ambisi memenangkan pertandingan juga tak lepas dari posisi tim yang saat ini berada di zona degradasi.

"Kami bersyukur atas hasil malam ini. Tapi kami tidak akan berhenti di sini. Kami sudahi malam ini dengan rasa syukur. Kami harus mempersiapkan tim lagi lebih baik bagaimana ke depan tim lebih konsisten dan semua pemain harus lebih siap," kata Jafri.

Laga terdekat, PSIS akan menghadapi Kendal Tornado FC di pekan ke-18.

Otavio Dutra dkk kembali akan bertindak sebagai tuan rumah pada laga yang akan digelar di Stadion Jatidiri, Jumat pekan depan.

Jafri menambahkan, ia bersyukur skema permainan timnya tetap berjalan dengan baik meski tampil dengan sepuluh pemain di pertengahan babak pertama.

"Sekalipun kita bermain dengan 10 pemain tapi situ dalam latihan sudah kita setting bagaimana 11 lawan 10 karena hal-hal itu akan terjadi di sebuah pertandingan maka tadi pemain betul-betul siap menghadapi tekanan dari 11 pemain ketika kita bersebut," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved