Persibas Banyumas
Loyalitas Suporter Ngapak, Persibas Adalah Harga Diri Daerah
Antusiasme penonton pertandingan suporter ngapak Persibas Banyumas disebut menjadi yang tertinggi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Antusiasme penonton pertandingan suporter ngapak Persibas Banyumas disebut menjadi yang tertinggi di kompetisi Liga 4 wilayah Jawa Tengah.
Data PSSI Jawa Tengah mencatat laga-laga kedua tim dari kawasan Ngapak konsisten menyedot ribuan penonton, melampaui rata-rata kehadiran di daerah lain.
Di balik angka itu, ada satu kata kunci yaitu soal loyalitas.
Bagi sebagian warga Banyumas, sepak bola bukan lagi sekadar hiburan akhir pekan.
Ia telah berubah menjadi identitas, bahkan harga diri daerah.
Perwakilan suporter Bombastik Banyumas, Galih Adhista, menyebut tingginya animo publik dipicu rasa haus prestasi yang sudah lama terpendam.
Baca juga: Banyumas Tekan Biaya Sampah 75 Persen, Kini Olah Jadi RDF dan Biji Plastik Bernilai Ekonomi
Baca juga: Ternyata Cuma Gegara Merasa Terganggu Saja Alasan PJ Tendang Kucing di Lapangan Kridosono Blora
"Kami ini sebenarnya haus prestasi.
Kalau Persibas musim ini enggak sejauh ini langkahnya, mungkin euforianya juga enggak sebesar sekarang," kata Galih kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/2/2026).
Menurutnya, musim ini menghadirkan harapan baru.
Performa tim membaik, manajemen berbenah, dan peluang melaju lebih jauh terbuka.
Ekspektasi suporter pun ikut naik.
"Teman-teman pengin Persibas berkiprah lebih jauh.
Siapa tahu bisa tembus Liga 3," ujarnya.
Sepak bola sudah menjadi sebagai kebutuhan.
Galih mengaku hampir tak pernah absen saat laga kandang.
Meski kini sudah berkeluarga, ia tetap berusaha datang ke stadion.
"Kalau di kandang saya nonton terus.
Dulu sebelum berkeluarga malah selalu.
Sekarang kadang ada kendala keluarga, tapi tetap diusahakan," katanya.
Baginya, menonton Persibas bukan sekadar hobi.
"Ini sudah kebutuhan.
Harga diri juga. Banyak suporter merasa Persibas itu kebanggaan Banyumas.
Jadi harus didukung," tegasnya.
Atmosfer stadion, sorak-sorai tribun, hingga nyanyian khas suporter Ngapak menjadi pelepas penat sekaligus ruang kebersamaan.
Bentuk loyalitas itu tak berhenti di kandang.
Suporter tetap berangkat saat laga tandang, meski dengan keterbatasan biaya dan waktu.
"Teman-teman Tribun Timur khususnya, home away selalu berangkat.
Kemarin ke Blora juga ada perwakilan, satu-dua mobil tetap jalan," ujar Galih.
Selain memberi dukungan langsung, perjalanan tandang juga menjadi ajang silaturahmi antarsuporter lintas daerah.
"Kita datang bukan cuma dukung tim, tapi juga bangun persaudaraan," katanya.
Meski begitu, ia mengakui sempat ada pengalaman kurang menyenangkan saat laga tandang, terutama dari sisi ofisial.
Namun hal itu tak menyurutkan semangat mereka.
"Kalau dari suporter tetap baik.
Waktu mereka ke Banyumas, ada juga yang mampir.
Kita tetap jaga hubungan," ucapnya.
Bagi Bombastik Banyumas, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran.
Kekalahan pun tetap disambut tepuk tangan.
"Walaupun nanti kalah, tetap kami apresiasi.
Yang penting perjuangannya. Support harus terus," kata Galih.
Di Banyumas, Persibas bukan sekadar klub.
Ia sudah menjadi cerita bersama dan tentang harapan haus prestasi, kebanggaan, dan kesetiaan tanpa syarat. (jti)
| Pupus Sudah Mimpi Warga Banyumas, Persibas Tumbang di Persak Kebumen |
|
|---|
| Hari Ini Persibas Banyumas vs Persibangga Purbalingga, Laskar Bawor Tetap Pasang Target Maksimal |
|
|---|
| Reuni Riski Novriansyah di Magelang, Persibas Banyumas Incar Tiga Poin dari Kandang PPSM |
|
|---|
| Bupati Sadewo Optimistis Persibas Banyumas Tembus Liga 3 Usai Hibahkan Bus Operasional |
|
|---|
| Persibas Banyumas Mulai Jaring Punggawa yang Akan Berlaga di Liga 3 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260203_persibas.jpg)