Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Persibas Banyumas

Loyalitas Suporter Ngapak, Persibas Adalah Harga Diri Daerah

Antusiasme penonton pertandingan suporter ngapak Persibas Banyumas  disebut menjadi yang tertinggi

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
SUPORTER PERSIBAS - Suasana para suporter Persibas yang ramai saat nonton laga Persibas Banyumas melawan Persak Kebumen, Minggu (1/2/2026). Laga-laga dari kawasan Ngapak konsisten menyedot ribuan penonton, melampaui rata-rata kehadiran di daerah lain. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Antusiasme penonton pertandingan suporter ngapak Persibas Banyumas  disebut menjadi yang tertinggi di kompetisi Liga 4 wilayah Jawa Tengah.


Data PSSI Jawa Tengah mencatat laga-laga kedua tim dari kawasan Ngapak konsisten menyedot ribuan penonton, melampaui rata-rata kehadiran di daerah lain.


Di balik angka itu, ada satu kata kunci yaitu soal loyalitas.


Bagi sebagian warga Banyumas, sepak bola bukan lagi sekadar hiburan akhir pekan. 


Ia telah berubah menjadi identitas, bahkan harga diri daerah.


Perwakilan suporter Bombastik Banyumas, Galih Adhista, menyebut tingginya animo publik dipicu rasa haus prestasi yang sudah lama terpendam.

Baca juga: Banyumas Tekan Biaya Sampah 75 Persen, Kini Olah Jadi RDF dan Biji Plastik Bernilai Ekonomi

Baca juga: Ternyata Cuma Gegara Merasa Terganggu Saja Alasan PJ Tendang Kucing di Lapangan Kridosono Blora


"Kami ini sebenarnya haus prestasi. 


Kalau Persibas musim ini enggak sejauh ini langkahnya, mungkin euforianya juga enggak sebesar sekarang," kata Galih kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (3/2/2026).


Menurutnya, musim ini menghadirkan harapan baru. 


Performa tim membaik, manajemen berbenah, dan peluang melaju lebih jauh terbuka. 


Ekspektasi suporter pun ikut naik.


"Teman-teman pengin Persibas berkiprah lebih jauh.


Siapa tahu bisa tembus Liga 3," ujarnya.


Sepak bola sudah menjadi sebagai kebutuhan. 


Galih mengaku hampir tak pernah absen saat laga kandang. 


Meski kini sudah berkeluarga, ia tetap berusaha datang ke stadion.


"Kalau di kandang saya nonton terus. 


Dulu sebelum berkeluarga malah selalu. 


Sekarang kadang ada kendala keluarga, tapi tetap diusahakan," katanya.


Baginya, menonton Persibas bukan sekadar hobi.


"Ini sudah kebutuhan. 


Harga diri juga. Banyak suporter merasa Persibas itu kebanggaan Banyumas. 


Jadi harus didukung," tegasnya.


Atmosfer stadion, sorak-sorai tribun, hingga nyanyian khas suporter Ngapak menjadi pelepas penat sekaligus ruang kebersamaan.


Bentuk loyalitas itu tak berhenti di kandang. 


Suporter tetap berangkat saat laga tandang, meski dengan keterbatasan biaya dan waktu.


"Teman-teman Tribun Timur khususnya, home away selalu berangkat. 


Kemarin ke Blora juga ada perwakilan, satu-dua mobil tetap jalan," ujar Galih.


Selain memberi dukungan langsung, perjalanan tandang juga menjadi ajang silaturahmi antarsuporter lintas daerah.


"Kita datang bukan cuma dukung tim, tapi juga bangun persaudaraan," katanya.


Meski begitu, ia mengakui sempat ada pengalaman kurang menyenangkan saat laga tandang, terutama dari sisi ofisial. 


Namun hal itu tak menyurutkan semangat mereka.


"Kalau dari suporter tetap baik. 


Waktu mereka ke Banyumas, ada juga yang mampir. 


Kita tetap jaga hubungan," ucapnya.


Bagi Bombastik Banyumas, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran.


Kekalahan pun tetap disambut tepuk tangan.


"Walaupun nanti kalah, tetap kami apresiasi. 


Yang penting perjuangannya. Support harus terus," kata Galih.


Di Banyumas, Persibas bukan sekadar klub.


Ia sudah menjadi cerita bersama dan tentang harapan haus prestasi, kebanggaan, dan kesetiaan tanpa syarat. (jti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved