Sepak Bola
ASTI Masuk Jajaran 15 Besar Akademi Sepak Bola Terbaik di Indonesia
Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) dinobatkan sebagai salah satu dari 15 akademi sepak bola terbaik di Indonesia.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Akademi Sarana Talenta Indonesia (ASTI) dinobatkan sebagai salah satu dari 15 akademi sepak bola terbaik di Indonesia versi akun Istagram fulltimegaruda.id. Penilaian tersebut dinilai membanggakan bagi sepak bola usia muda Kabupaten Kudus.
Penilaian tersebut didasarkan pada berbagai indikator, mulai dari konsistensi prestasi di level nasional dan internasional, kualitas program pembinaan, hingga kontribusi nyata terhadap tim nasional di berbagai kelompok usia.
Pencapaian tersebut membuat ASTI yang berpusat di Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tersebut sejajar dengan akademi elite milik klub liga 1 misalnya akademi milik Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Bali United, PSM Makassar, Borneo FC Samarinda, dan PSS Sleman. ASTI juga disejajarkan dengan akademi independen ternama misalnya Papua Football Academy, Asiana Soccer School, dan ASIOP.
Torehan prestasi yang diraih ASTI juga menunjukkan tren positif pada dua musim terakhir. ASTI selain pernah menjuarai Piala Presiden U15 dan Piala Gubernur, pada musim 2025/2026 ASTI sukses meraih juara Kejurnas Junior Premier League, Juara Asian Soccer Championship, Juara Piala Menpora, serta Runner Up Piala Soeratin U15.
Prestasi terbaru diraih dengan menjuarai Liga Mahesa Jenar Muda U16 di Semarang. ASTI juga tampil dominan dalam berbagai kompetisi di Jawa Tengah seperti Liga Top Skor, Liga Junior Premier League, dan Liga Mahesa Jenar Muda.
CEO ASTI Kudus Arif Budianto mengatakan, keberhasilan ASTI menembus top elite academy di Indonesia buah dari sinergi yang baik dari seluruh manajemen, pelatih, ofisial, siswa, orang tua, suporter, pemerintah dan semua yang mendukung ASTI.
“Harapan kami ASTI dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat serta melahirkan talenta-talenta sepak bola yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” kata Arif Budianto.
Lebih lanjut Arif mengatakan, dengan pusat pembinaan di Kudus dan jaringan yang telah berkembang di delapan kota di Indonesia, ASTI membuktikan bahwa akademi daerah mampu berdiri sejajar dengan akademi elite nasional melalui sistem yang terstruktur, pembinaan berkelanjutan, dan konsistensi prestasi. (*)
| Untuk Pertama Kali, Liga Sepak Bola Putri Digelar di Pati |
|
|---|
| Sosok Rudi Eka Ikut Bawa Al Nassr Women Juara, Pernah Melatih Beberapa Klub di Jateng |
|
|---|
| Penyebab Penonton Merusak Stadion saat Tur Messi di India, Berawal Pejabat Caper |
|
|---|
| PSSI Tunda Seluruh Tahapan Kongres Biasa Pemilihan Ketua Asprov di Daerah |
|
|---|
| Anak Mantan Pelatih Timnas Indonesia Ditawari Kontrak Baru Barcelona, Bakal Jadi Tandem Lamine Yamal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260302_ASTI-Sejumlah-siswa-akademi.jpg)