Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Menkeu Purbaya Respons Dituding Salah Baca Data oleh Bahlil: Kami Pelajari Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mempelajari lagi perihal data subsidi elpiji 3 kilogram.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Tim Video Editor

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Berikut ini video Menkeu Purbaya Respons Dituding Salah Baca Data oleh Bahlil: Kami Pelajari Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku akan mempelajari lagi perihal data subsidi elpiji 3 kilogram.

Hal itu merespons Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menuding Purbaya salah baca data.

Sebelumnya Purbaya menyampaikan bahwa harga asli elpiji 3 kilogram yaitu Rp 42.750 per tabung.

Sementara pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp 30.000 per tabung, jadi masyarakat membeli dengan harga Rp 12.750. 

Menanggapi hal tersebut, menurut Bahlil, Purbaya salah baca data saat menjelaskan data subsidi elpiji.

“Saya sedang pelajari, kami pelajari lagi. Mungkin Pak Bahlil betul, kami lihat lagi seperti apa. Yang jelas saya dapat angka dari staf saya, nanti kami lihat di mana salah pengertiannya, harusnya pada akhirnya angkanya sama. Uangnya kan segitu saja,” kata Purbaya, Jumat (3/10/2025).

Terkait tudingan salah data, Purbaya mengatakan, bisa jadi pendekatan dan cara melihat datanya berbeda.

“Hitung-hitungan kalau dari akuntan kadang beda. Saya yakin besarannya sama, uangnya segitu saja. Kalau salah hitung bisa nambah duit, saya salah hitung terus biar uang nambah. Tapi sama pada akhirnya,” kata dia.

Kemudian, Purbaya juga menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk subsidi tahun depan mengalami kenaikan.

Kenaikan tersebut karena terdapat kenaikan volume konsumsi.

“Tahun depan (anggaran subsidi) naik sedikit, kan subsidi ke mana-mana. Angkanya susah naik sedikit sesuai ekspektasi naiknya volume konsumsi. Anda maunya saya ngilangin supaya harga BBM naik ini pertanyaan jebakan. Karena saya gak ada gunanya hilangkan subsidi terus uang saya banyak. Karena masyarakat tidak bisa aktivitas,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved