Selasa, 16 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

Kirab Banyu Panguripan: Visualisasi Perjalanan Spiritual Sunan Kudus

Ribuan orang menjalani Laku Banyu Panguripan dengan berjalan sepanjang sekira 1,2 kilometer dari Pendopo Kudus menuju Masjid Menara Kudus.

Tayang:
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/PEMKAB KUDUS
LAKU BANYU PANGURIPAN - Peserta mengikuti kirab Laku Banyu Panguripan, Sabtu (3/1/2025) malam. Laku Banyu Panguripan ini membawa ratusan kendi berisi air yang diambil dari berbagai sumber mata air di Kabupaten Kudus untuk dikirab dari Pendopo Kudus menuju Menara Kudus. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Ribuan orang memadati halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (3/1/2026) malam.

Mereka mengenakan pakaian senada berupa baju putih, sarung batik, dan ikat kepala batik. Pakaian tersebut merupakan bagian dari baju adat khas Kudusan.

Sebagian besar di antara mereka membawa obor yang telah dinyalakan.

Baca juga: Tahapan Seleksi Pengisian Jabatan di Kudus Tinggal Tunggu Rekomendasi BKN

Suasana pendopo yang semula sedikit redup berubah menjadi terang.  

Kemudian sebagian lainnya membawa kendi berisi air yang diambil dari 166 punden dan belik atau sumber mata air dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus.

Ribuan orang ini menjalani Laku Banyu Panguripan dengan berjalan sepanjang sekira 1,2 kilometer dari Pendopo Kudus menuju Masjid Menara Kudus.

Mereka yang terlibat dalam kirab kali ini merupakan para santri, TNI, Polisi, dan masyarakat.

Barisan kirab ini dilepas langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris.

Dari Pendopo Kudus mereka melintasi Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, menuju Jalan Sunan Kudus dan berakhir di Masjid Menara Kudus.

Kirab ini merupakan bagian dari peringatan ta’sis ke-491 Menara Kudus.

Salah seorang peserta kirab, Rizki menilai, adanya Laku Banyu Panguripan ini merupakan simbol kehidupan.

Dengan adanya kirab ini, dia berharap Kabupaten Kudus dengan segenap dinamikanya tetap bisa memberikan penghidupan.

“Laku banyu panguripan ini dilakukan malam hari dengan membawa obor sebagai simbol menerangi kota,” kata Rizki.

Baca juga: Ini Desain Resmi Stadion Wergu Wetan Kudus, Dominan Biru Bergaya Eropa

Sesampainya di kaki Menara Kudus, air yang dibawa oleh peserta kirab tersebut disatukan. Kemudian air tersebut dibagikan kepada warga sekitar.

Sekretaris Paguyuban Punden dan Belik Kudus, Abdul Jalil mengatakan, Laku Banyu Panguripan ini tidak hanya seremonial memperingati ta’sis atau berdirinya Menara Kudus ke-491.

Kirab ini juga menjadi simbol atau penanda ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan Sunan Kudus sebelum Kudus berdiri.

Air yang dikirab dalam kesempatan ini, kata Jalil, merupakan air yang diambil dari punden belik atau sumber mata air di Kabupaten Kudus.

Selain itu, ada air dari Makam Walisongo, Sultan Fatah, Ibrahim Asmoroqondi, sampai air zam-zam.

Air-air tersebut disatukan dan dibacakan 19 kali kahtaman Alquran.

“Air tersebut kemudian dikirab dengan ditaruh ke dalam 554 kendi dan dikirab oleh ribuan peserta,” kata Jalil.

Jalil menyadari, air merupakan sumber kehidupan. 

Baca juga: Cari Durian Lokal Kudus Bergaransi dan Murah? Buruan Datang ke Pondok Bu Yati Kampung Pelang

Dengan adanya kirab ini, diharapkan Kabupaten Kudus tetap bisa memberikan penghidupan kepada warganya dan semakin sehat dan sejahtera. 

Selain itu, kirab ini merupakan bagian dari visualisasi Sunan Kudus dalam perjalanan spiritualnya dalam bersama prajurit, santri saat mendirikan Kudus.

Sementara Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam pelepasan Laku Banyu Panguripan mengatakan, apa yang berlangsung tersebut tidak sekadar ritual budaya dan religi, melainkan ada nilai tambah bagi daerah.

Artinya, dengan adanya kirab tersebut setidaknya mampu menjadi daya tarik untuk Kudus bagi wisatawan.

“Ini juga bisa menjadi kekuatan destinasi pariwisata dan budaya di Kabupaten Kudus,” lanjutnya.

Ini merupakan kali kelima Laku Banyu Panguripan diselenggarakan di Kudus.

Sam’ani mendukung penuh kegiatan tersebut diselenggarakan setiap tahun.

Bahkan dia juga berharap agar kegiatan tersebut bisa terus ada setiap tahunnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved