Wonosobo Hebat

Gotong Royong Warga Bangun Jembatan Darurat Gunakan Bambu, Akses 2 Desa Terputus di Wonosobo

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
GOTONG ROYONG - Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergotong royong memperbaiki jembatan yang ambrol, Jumat (12/12/2025). Warga memperbaiki jembatan menggunakan bambu untuk akses sementara warga. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergerak cepat memperbaiki jembatan yang ambrol.

Jembatan sepanjang 8,7 meter dan lebar 4,2 meter yang menjadi akses utama warga ini, ambrol pada Kamis (11/12/2025) sore. 

Insiden itu membuat akses dua desa tertutup total dan menghambat mobilitas pelajar, pedagang, hingga petani.

Baca juga: Tanah Gerak di Kaliwiro Wonosobo Makin Meluas, Ini Hasil Kaji Cepat PVMBG

BREAKING NEWS, PSIS Semarang Lepas 4 Pemain, Ini Daftarnya

Saat Tribunjateng.com datang ke lokasi, Jumat (12/12/2025), mendapati puluhan orang sedang kerja bakti di bawah terik matahari. 

Suasana hangat tampak jelas sebagian warga menata bambu besar. Sebagian lain membelah dan menyisik permukaan bambu agar rata dan aman dipijak. Semua dilakukan menggunakan alat seadanya.

Mereka membangun jembatan darurat dari bambu, memanjang melintasi sungai yang berada di bawah jembatan ambrol tersebut. 

Tak ada jalur alternatif lain, sungai cukup dalam dan kontur tanah sulit diakses kendaraan.

Kepala Dusun Ngadisari, Budiman menceritakan, pemicu ambrolnya jembatan ini bukan sepenuhnya karena hujan.

“Ambrol kemarin sore kebetulan kondisi tidak hujan. Penyebabnya karena tanah di bawah sudah terkikis dalam, sering terkena banjir."

"Karena setiap hari dilewati mobil, jadi nggak kuat, ambrol," ucapnya.

Menurutnya, kerusakan jembatan sebenarnya telah terlihat sejak lama.

“Sebetulnya sudah lama, sekira tiga tahun karena belum ada tindakan atau tanggapan akhirnya ambrol,” ujarnya.

Akibat ambrolnya jembatan itu langsung memutus jalur vital antardesa.

“Karena akses jalan utama untuk Desa Tlogodalem-Banjar dampaknya akses jalan nggak bisa dilewati, tutup total,” jelas Budiman.

Sejak pagi, warga Dusun Ngadisari berkumpul setelah mendengar ajakan gotong royong dari sang Kadus.

20251212 _ Gotong Royong Warga Perbaikan Jembatan di Wonosobo
GOTONG ROYONG - Warga Dusun Ngadisari, Desa Tlogodalem, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergotong royong memperbaiki jembatan yang ambrol, Jumat (12/12/2025). Warga memperbaiki jembatan menggunakan bambu untuk akses sementara warga.

Baca juga: Disparbud Gandeng Sekolah Sukseskan Gerakan Bangga Bela Beli Wisata Lokal Wonosobo

Welcome Back Wawan Febrianto, Bakal Kembali Berseragam PSIS Semarang?

“Yang gerakan gotong-royong saya selaku Kadus lewat pengeras suara. Alhamdulillah masyarakat antusias gotong royong,” katanya.

Bambu besar yang dipakai untuk jembatan darurat diambil dari area pemakaman setempat. 

Panjang dan kekokohannya dianggap cukup untuk menghubungkan jalan sementara, meskipun hanya cocok dilalui kendaraan kecil.

“Nanti kalau sudah jadi hanya bisa untuk roda dua, karena pakai bambu."

"Roda empat nggak bisa. Insya Allah hari ini selesai,” ucapnya.

Cuaca yang cerah hari ini turut membantu kelancaran proses pembangunan jembatan darurat tersebut. 

Sesekali terdengar obrolan ringan antarwarga, mencairkan suasana di tengah pekerjaan berat yang harus mereka selesaikan sebelum malam tiba.

Warga berharap pembangunan permanen jembatan akan segera dilakukan pemerintah.

Menurut Budiman, Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo, telah datang meninjau lokasi.

“Dinas PU hadir, disebutkan jika Januari 2026 segera dibangun permanen,” ungkapnya.

Jika jembatan permanen bisa segera berdiri kembali, aktivitas masyarakat berjalan normal, terutama bagi pelajar, pedagang, petani, dan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Harapan masyarakat segera dibangun karena akses jalan utama, baik dari masyarakat, anak-anak sekolah, pedagang, petani,” tandasnya. (*)