Wonosobo Hebat

Nataru 2025/2026, Disperkimhub Wonosobo Prediksi Arus Kendaraan Terpadat dari Jalur Parakan-Wonosobo

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
PERSIAPAN NATARU - Kepala Disperkimhub Wonosobo, Agus Susanto menyampaikan berbagai persiapan dan langkah antisipasi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Wonosobo menyiapkan langkah antisipasi arus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Baca juga: Tergiur Gaji Besar via Medsos, Wanita Asal Wonosobo Nyaris Jadi Korban TPPO ke Kamboja

Kepala Disperkimhub Wonosobo, Agus Susanto, menyatakan langkah ini untuk kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan dan pemantauan Traffic Monitoring Center (TMC) Wonosobo, pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat.

"Masuknya orang ke Jawa Tengah diprediksi 20.230.000 orang, naik 2,71 persen dari tahun lalu," ujarnya, Senin (15/12/2025).

Pada Nataru 2024/2025, kendaraan yang masuk Wonosobo mencapai 472.256 unit dengan jumlah orang 708.789 orang.

Untuk Nataru 2025/2026, prediksi arus kendaraan di empat ruas utama yakni Banjarnegara-Wonosobo 106.905 kendaraan, sekitar 160.358 orang. 

Purworejo-Wonosobo sekitar 122.515 kendaraan, sekitar 183.773 orang.

Parakan-Wonosobo sebanyak kurang lebih 131.710 kendaraan, sekitar 197.565 orang.

Sementara Dieng-Wonosobo sekitar 124.203 kendaraan, sekitar 186.305 orang.

"Paling banyak dari Parakan-Wonosobo, ya karena banyak kendaraan dari Semarang karena ada tol juga kan," jelasnya.

Disperkimhub memberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang. Berlaku untuk kendaraan tiga sumbu ke atas, gandengan, dan pengangkut bahan bangunan atau tambang.

Namun beberapa kendaraan dikecualikan, seperti bahan bakar minyak dan gas, hantaran uang, hewan ternak, pupuk, pakan ternak, sepeda motor mudik gratis, dan bahan pokok.

"Kendaraan yang dikecualikan wajib surat muatan. 

Surat mencantumkan jenis barang, tujuan, dan nama pemilik. 

Ditempel di kaca depan kiri kendaraan," lanjutnya.

Untuk pengamanan, Disperkimhub menyiapkan delapan pos pelayanan di antaranya Pos Kertek, Pos Terminal Tipe A Mendolo, Pos Traffic Monitoring Center, Pos Siaga Sarana dan Prasarana, Pos Alun-Alun, Pos Dieng, Pos Sawangan, dan Pos Wadaslintang

"Personel yang diterjunkan sebanyak 112 orang, bertugas bergantian setiap hari," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, traffic counting dilakukan untuk mengumpulkan data kendaraan, karakteristik lalu lintas, dan kinerja jalan. 

Baca juga: Kisah Wanita Wonosobo Hampir Jadi Korban TPPO Kamboja Karena Tawaran Gaji Besar, Keluarga Curiga

Survei di empat lokasi yakni Parakan, Banjarnegara, Dieng, dan Purworejo.

Disperkimhub juga mengantisipasi kemacetan akibat pasar tumpah, simpang rawan, dan arus wisata. 

"Jalur alternatif disiapkan, personel ditugaskan, sarana dan prasarana sudah siap," tandasnya. (ima)