Wonosobo Hebat
Pemkab Wonosobo Gandeng ICT Watch Dorong Perempuan Berdaya di Era AI
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pelatihan HerTech: Perempuan Berdaya AI di Wonosobo, menghadirkan perempuan untuk dibekali keterampilan digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara produktif dan etis.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo, Kristhiana Dhewi, menegaskan bahwa program ini bertujuan menjadikan perempuan lebih bijak dan berdaya dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat.
“Kami berharap peserta mendapatkan pemahaman yang memadai tentang AI.
Baca juga: Tergiur Gaji Rp13 Juta Sebulan via Medsos, Wanita Asal Wonosobo Nyaris Jadi Korban TPPO ke Kamboja
Bagaimana memanfaatkannya secara positif untuk usaha, terutama UMKM, sekaligus mampu mengendalikan sisi negatifnya.
Yang terpenting, memanfaatkan digital dengan kendali, bukan tanpa kendali,” ucapnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/12/2025).
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Wonosobo dengan ICT Watch, dilaksanakan secara luring dengan pendekatan praktik langsung.
Peserta diajak membuat poster promosi, konten visual, foto produk menyerupai studio, hingga jingle lagu hanya menggunakan perangkat sederhana seperti telepon genggam.
Selain itu, mereka dibekali kemampuan mengenali hoaks, disinformasi, dan risiko penyalahgunaan AI.
Rangkaian HerTech di Wonosobo akan berlangsung hingga Jumat (19/12/2025), menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ASN, komunitas pemuda, mahasiswa, hingga pelajar SMA.
Staf Ahli Bupati Wonosobo Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yusuf Hariyanto, menekankan bahwa AI kini menjadi bagian dari cara bekerja, belajar, dan melayani masyarakat.
“AI bukan lagi sekadar alat bantu, tetapi sudah menjadi bagian dari cara kita bekerja, belajar, melayani masyarakat, bahkan mengambil keputusan.
Jika kita tidak ikut memahami, kita akan tertinggal.
Namun jika kita siap, AI justru menjadi peluang besar untuk meningkatkan produktivitas dan memajukan ekonomi keluarga,” ujar Yusuf.
Ia menambahkan, akses dan pemahaman teknologi masih belum merata, sehingga HerTech memiliki nilai strategis untuk mendorong perempuan menjadi aktor penting dalam ekosistem digital, bukan sekadar pengguna.
“Dengan pemanfaatan AI yang tepat, produk UMKM bisa dibuat lebih menarik, pemasarannya lebih luas, ceritanya lebih kuat, dan pasarnya tidak hanya lokal, tetapi menembus regional hingga nasional,” tambah Yusuf.
AI juga dapat membantu UMKM mempercepat proses kreatif, membaca tren pasar, menyusun strategi promosi, dan meningkatkan efektivitas usaha tanpa menambah biaya besar.
Direktur Eksekutif ICT Watch, Indriyatno Banyumurti, menyebutkan bahwa program HerTech telah dilaksanakan di 18 kota di Indonesia, dan Wonosobo menjadi kota ke-10 serta salah satu dengan jumlah peserta terbesar.
“Teknologi, termasuk AI, sering dipersepsikan membawa dampak negatif.
Baca juga: Ramp Check di Wonosobo: Polisi Temukan Bus Kaca Retak dan Tanpa Sabuk Pengaman Jelang Nataru
Padahal, teknologi adalah keniscayaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita tumbuh dan berkembang bersama teknologi agar mendapatkan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Indriyatno.
Pelatihan di Wonosobo mengadopsi model penuh selama dua hari yang terintegrasi, berbeda dengan kota lain yang biasanya memisahkan sesi tatap muka dan daring.
Materi mencakup pengenalan AI, cara kerja, manfaat dan risiko, hingga praktik langsung penggunaan AI untuk kebutuhan UMKM. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251218_Pemerintah-Kabupaten-Wonosobo-gelar-pelatihan-hertech_1.jpg)