Wonosobo Hebat

Pemkab Wonosobo Tiadakan Konser Malam Tahun Baru 2026, Diganti Doa Bersama dan Shalawatan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
PERGANTIAN TAHUN - Suasana kemeriahan acara musik bertajuk 'Konser Musik Akhir Tahun' di Alun-alun Wonosobo menyambut pergantian tahun baru, Minggu (31/12/2023). Malam pergantian tahun ini Pemkab Wonosobo meniadakan konser musik pada perayaan malam Tahun Baru 2026 diganti dengan doa bersama dan shalawat. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo resmi meniadakan konser musik pada perayaan malam Tahun Baru 2026. 

Kebijakan tersebut telah diumumkan melalui akun Instagram resmi Pemerintah Kabupaten Wonosobo, @wonosobohebat.

Pemkab Wonosobo menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena tidak menyelenggarakan pentas hiburan atau pertunjukan musik seperti tahun-tahun sebelumnya. 

Baca juga: Atlet Jateng Sumbang 43 Medali di SEA Games 2025 Thailand

Bupati Tika Optimis, Atlet E-Sport Kendal Mampu Raih Medali di Porprov Jateng⊃2;

Duka nasional akibat bencana yang terjadi di beberapa daerah menjadi salah satu alasan utama peniadaan konser akhir tahun.

“Sebagai gantinya, kami memilih doa bersama sebagai ikhtiar batin dan refleksi,” mengutip dari postingan Instagram @wonosobohebat, Minggu (21/12/2025).

Pemkab juga mengajak masyarakat menyambut Nataru dengan bijak tanpa euforia berlebihan. 

Kesederhanaan disebut sebagai bentuk empati terhadap sesama sekaligus upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Mari tutup tahun dengan doa dan sambut tahun baru dengan kebersamaan yang bermakna,” lanjut pernyataan tersebut.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, juga mengonfirmasi tidak ada konser musik pada malam pergantian tahun di Alun-alun Wonosobo. Kegiatan tersebut diganti dengan acara shalawatan.

“Iya, tahun ini diganti dengan Gus Ali Gondrong,” ujar Bupati Afif saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Polres Wonosobo menyiapkan pengamanan khusus selama perayaan Natal dan malam pergantian tahun. 

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Wonosobo, Kompol Darianto, mengatakan pengamanan dilakukan di gereja, alun-alun, hingga lokasi wisata.

Untuk pengamanan ibadah Natal, polisi telah melakukan pemetaan gereja prioritas, baik di dalam kota maupun di seluruh wilayah kecamatan.

“Pengamanan gereja sudah kita setting,” kata Darianto.

Ia menjelaskan, pengamanan di gereja dilaksanakan langsung oleh masing-masing Polsek di bawah pimpinan Kapolsek.

Terkait kegiatan malam tahun baru di Alun-alun Wonosobo, meski tanpa konser musik, pengamanan tetap dilakukan karena adanya kegiatan shalawatan yang menghadirkan Gus Ali Gondrong.

“Di alun-alun tetap ada pengamanan,” kata Darianto.

Polisi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kepadatan pengunjung.

“Arus lalu lintas akan dialihkan jika membludak,” tambahnya.

Selain itu, Polres Wonosobo mengantisipasi tindak kejahatan seperti pencopetan yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Personel dari satuan Reserse Kriminal dan Intelijen diterjunkan untuk memantau dan mendeteksi kelompok yang dicurigai.

“Mereka akan mendeteksi ciri-ciri pelaku yang dicurigai mengarahkan pada tindakan pencopetan,” katanya.

Secara keseluruhan, Polres Wonosobo menurunkan sekitar 300 personel untuk pengamanan Nataru, termasuk di gereja, malam pergantian tahun di alun-alun, dan tempat wisata. (ima)