Wonosobo Hebat
Bupati Afif Nurhidayat Dorong MBG Wonosobo Sesuai Standar dan Tanpa Masalah
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa pelaksanaan MBG harus memenuhi standar teknis dan nonteknis, mulai dari mutu makanan, keamanan pangan, hingga koordinasi antar pihak.
Ia menginginkan dengan memenuhi standar ini akan berperan serta dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Wonosobo.
“Ini adalah program Presiden. Harapan kita, pelaksanaannya di Kabupaten Wonosobo benar-benar sesuai sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan stunting.
Saya tidak ingin ada masalah di Wonosobo. Karena itu, perlu upaya bersama, sinergi, dan kedisiplinan menjalankan standar,” tegas Bupati Afif, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/12/2025).
Baca juga: 131 Desa di Cilacap Rawan Banjir, BPBD: Penanggulangan Tanggung Jawab Bersama
Baca juga: 460 Liter Cat Warnai Gereja Katolik Santo Yusup dan area Gua Maria Sambut Natal
Ia menambahkan, Tim Percepatan Program MBG tingkat kabupaten telah dibentuk, dan meminta agar struktur serupa segera dibentuk di tingkat kecamatan guna mempercepat koordinasi, pemantauan, serta penyelesaian kendala di lapangan.
Terkait kesiapan layanan, Bupati mengungkapkan bahwa dari total 74 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Wonosobo, 44 telah operasional dan 30 siap beroperasi.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan pengurusan Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat utama keamanan pangan.
Bupati Afif menekankan pentingnya mendengarkan masukan dari penerima manfaat maupun pihak terkait lainnya.
Rencananya, Pemkab Wonosobo akan menggelar rapat evaluasi lanjutan dengan skala lebih besar, melibatkan kepala SPPG, ahli gizi, serta unsur pendukung, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Wonosobo, Tono Prihantono, menyebut bahwa pelaksanaan program MBG di Wonosobo berjalan baik dan berpotensi menjadi role model bagi kabupaten lain.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 15 Desember 2025, terdapat 78 PIC yayasan/mitra SPPG, dengan rincian 44 SPPG telah operasional dan 34 belum.
Sedangkan data Koordinator Wilayah SPPG hingga 8 Desember 2025 mencatat 123 SPPG dengan berbagai tingkat kesiapan.
“Program MBG merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi Presiden menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus mendukung misi Asta Cita dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia,” jelas Tono.
Menurut Tono, MBG tidak hanya bertujuan mengatasi gizi buruk dan stunting, tetapi juga mendukung tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta peningkatan kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Jaelan, juga memastikan program MBG aman dan berdampak positif, termasuk mengurangi risiko keracunan pangan.
Dukungan ini mencakup pendampingan teknis bersama BB Labkesmas Yogyakarta, pelatihan higienis pangan, inspeksi kesehatan lingkungan, serta pembentukan Tim Pengawas Keamanan Pangan.
Berbagai protokol juga diterapkan, seperti penyimpanan sampel makanan dalam freezer 2 x 24 jam, pelatihan organoleptik, pembentukan Tim Gerak Cepat Kejadian Luar Biasa (KLB), serta penyediaan hotline pengaduan program MBG.
Berdasarkan rekapitulasi per 21 Desember 2025, program MBG di Kabupaten Wonosobo telah menjangkau 113.304 penerima manfaat, terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak sekolah.
Selain itu, 3.589 penjamah makanan dan 853 anggota tim keamanan pangan telah mengikuti pelatihan pemeriksaan organoleptik. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/MBG-Bupati-Wonosobo-Afif-Nurhidayat.jpg)