Wonosobo Hebat

Nataru 2025 di Wonosobo: Kunjungan Telaga Menjer Naik 25 Persen, Dieng Tetap Jadi Magnet

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
WISATA WONOSOBO - Dokumentasi wisatawan menikmati keindahan panorama yang disuguhkan di wisata Pintu Langit Dataran Tinggi Dieng Wonosobo. Disparbud menegaskan bahwa kondisi Wonosobo, termasuk kawasan wisata Dieng, saat ini aman untuk dikunjungi wisatawan meski cuaca ekstrem sering terjadi. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Arus kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di Kabupaten Wonosobo terpantau naik.

Di tengah fluktuasi jumlah pengunjung di sejumlah destinasi, wisata alam Bukit Telaga Menjer justru mencatat lonjakan kunjungan yang cukup menonjol.

Ini menegaskan pergeseran minat wisatawan ke destinasi yang menawarkan panorama dan ketenangan.

Baca juga: Viral Wisatawan Dimintai Tiket Rp 45 Ribu di Camp Area Telaga Menjer Wonosobo, Pengelola Klarifikasi

Keindahan wisata Telaga Menjer Wonosobo, pengunjung dapat berswafoto dan menjajal perahu mengelilingi telaga. 
Keindahan wisata Telaga Menjer Wonosobo, pengunjung dapat berswafoto dan menjajal perahu mengelilingi telaga.  (Tribunjateng.com/Imah Masitoh)

Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menunjukkan, sepanjang periode 20-25 Desember 2025, kunjungan wisatawan tersebar merata di berbagai objek wisata. 

Meski demikian, beberapa destinasi mengalami penurunan dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, menyebut fluktuasi kunjungan merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap musim liburan.

“Yang terpenting adalah seluruh destinasi tetap beroperasi dengan mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan pelayanan kepada wisatawan,” ujarnya, Jumat (26/12/2025).

Berdasarkan rekapitulasi kunjungan, Taman Rekreasi Kalianget mencatat total 1.903 wisatawan selama Nataru 2025. 

Angka ini turun sekitar 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 2.958 pengunjung.

Penurunan serupa terjadi di Gelanggang Renang Mangli, yang hanya dikunjungi 500 wisatawan, atau turun sekitar 32 persen dibandingkan 735 pengunjung pada tahun sebelumnya. 

Sementara itu, Wisata Waduk Wadaslintang mengalami penurunan sebesar 30 persen, dari 495 pengunjung pada 2024 menjadi 345 pengunjung pada Nataru 2025.

Menurut Fahmi, kondisi cuaca, durasi libur, hingga perubahan preferensi wisatawan menjadi faktor yang memengaruhi capaian tersebut.

Sebagai destinasi unggulan Wonosobo, Kawasan Dataran Tinggi Dieng masih menjadi magnet utama wisatawan. Total kunjungan selama Nataru 2025 tercatat sebanyak 10.760 wisatawan.

Namun demikian, angka tersebut mengalami penurunan sekitar 21 persen dibandingkan periode Nataru 2024 yang mencapai 13.663 kunjungan. 

Penurunan ini dinilai tidak mengurangi posisi Dieng sebagai ikon wisata utama daerah, melainkan mencerminkan distribusi wisatawan yang mulai lebih merata ke destinasi alternatif.

Di tengah tren penurunan tersebut, Wisata Bukit Telaga Menjer justru menunjukkan performa berlawanan. 

Destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Wonosobo ini dikunjungi 3.602 wisatawan selama Nataru 2025, meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 2.885 pengunjung.

Kenaikan ini memperlihatkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata alam terbuka yang menawarkan lanskap pegunungan, panorama air, serta suasana yang lebih tenang dan tidak padat.

keindahan panorama yang disuguhkan di wisata Pintu Langit Wonosobo dengan layar belakang gunung
keindahan panorama yang disuguhkan di wisata Pintu Langit Wonosobo dengan layar belakang gunung (Tribun Jateng/Imah Masitoh)

“Minat wisatawan terhadap wisata alam yang memberikan pengalaman visual dan ketenangan semakin kuat,” kata Fahmi.

Untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo terus melakukan evaluasi pengelolaan destinasi, penguatan promosi, serta peningkatan kualitas layanan.

“Ke depan, kami akan mendorong inovasi atraksi wisata, penguatan event, serta kolaborasi dengan pengelola dan masyarakat agar kunjungan wisatawan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Fahmi. (ima)