Wonosobo Hebat

Wisatawan Libur Nataru di Wonosobo Menurun, Ada Dua Faktor Utama

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
WISATA WONOSOBO - Dokumentasi wisatawan menikmati keindahan panorama yang disuguhkan di wisata Pintu Langit Dataran Tinggi Dieng Wonosobo. Disparbud menegaskan bahwa kondisi Wonosobo, termasuk kawasan wisata Dieng, saat ini aman untuk dikunjungi wisatawan meski cuaca ekstrem sering terjadi. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kunjungan wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini di Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren yang fluktuatif. 

Berdasarkan data laporan harian hingga tanggal 28 Desember 2025, sejumlah destinasi mencatat penurunan jumlah wisatawan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Faktor cuaca yang tidak menentu hingga potensi bencana hidrometeorologi disebut menjadi penyebab utama.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir merata di beberapa objek wisata unggulan yang dikelola masyarakat dan pemda setempat.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Truk di Kertek Wonosobo, Sopir Dikabarkan MD

Baca juga: Profil Endro Dwi Cahyono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang Gantikan Hendi, Seorang Pengusaha

Baca juga: Wali Kota Aaf Dorong Penegakan Perda Humanis Tapi Tegas di Kota Pekalongan

BREAKING NEWS, Mobil Terbawa Arus Sungai Kalong Brebes, Diawali Talud Longsor

KUNJUNGAN WISATAWAN - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, ungkap beberapa faktor kunjungan wisatawan ke Wonosobo menurun selama libur Nataru. Faktor cuaca yang tidak menentu hingga potensi bencana hidrometeorologi disebut menjadi penyebab utama.
KUNJUNGAN WISATAWAN - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Fahmi Hidayat, ungkap beberapa faktor kunjungan wisatawan ke Wonosobo menurun selama libur Nataru. Faktor cuaca yang tidak menentu hingga potensi bencana hidrometeorologi disebut menjadi penyebab utama. (TRIBUN JATENG/Imah Masitoh)

“Jumlah kunjungan itu dinamis. Ada yang naik ada yang turun,” ujar Fahmi, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, di Taman Rekreasi Kalianget, jumlah pengunjung hingga 28 Desember 2025 tercatat sebanyak 3.574 orang, menurun dari tahun 2024 yang mencapai 4.751 orang. 

Hal serupa terjadi di Gelanggang Renang Mangli yang dikunjungi sebanyak 915 wisatawan, turun 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1.075 orang.

Penurunan juga terjadi di Taman Wisata Waduk Wadaslintang dengan total 629 pengunjung, turun sebesar 13 persen dari angka 719 di tahun 2024. 

Sementara itu, kawasan Dataran Tinggi Dieng hingga periode yang sama mencatat 18.905 wisatawan, mengalami penurunan sebesar 23 persen dari angka tahun sebelumnya yang mencapai 24.423 pengunjung.

Menurut Fahmi, salah satu faktor utama turunnya kunjungan adalah kondisi cuaca yang fluktuatif. 

Hujan dengan intensitas tinggi serta potensi longsor membuat sebagian wisatawan memilih menunda perjalanan. 

“Karena cuaca yang fluktuatif kami tetap memberikan warning kepada wisatawan,” katanya.

Disparbud juga mencatat adanya beberapa kejadian kecil selama libur Nataru, seperti kendaraan wisata yang terpeleset. 

Meski begitu, Fahmi menegaskan situasi secara umum masih terkendali. 

“Secara umum kondisi aman terkendali,” ujarnya.

Di tengah tren penurunan tersebut, Taman Wisata Telaga Menjer justru mencatat kenaikan kunjungan sebesar 12 persen. Objek wisata ini berhasil menarik kunjungan sebanyak 5.784 wisatawan hingga 28 Desember 2025, meningkat dibandingkan periode tahun 2024 yang berjumlah 5.165 orang.

Ke depan, Disparbud berharap tren positif tetap berlanjut dengan tetap mengedepankan keselamatan wisatawan, terutama di tengah ancaman bencana alam. 


Ia juga berharap pariwisata Wonosobo dapat kembali tumbuh pada awal 2026 seiring membaiknya kondisi alam dan meningkatnya kepercayaan wisatawan. (ima)