Wonosobo Hebat

Stok Darah di Wonosobo Aman, PMI Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Jelang Ramadan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
KEBUTUHAN DARAH - Ketua PMI Kabupaten Wonosobo, Heru Kurniawan Nurdiansyah menyampaikan stok darah di Wonosobo masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun PMI Wonosobo tetap mengantisipasi lonjakan kebutuhan darah menjelang dan selama bulan Ramadan tahun ini.  

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan stok darah masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Saat ini rata-rata, kebutuhan darah di Wonosobo mencapai 900 hingga 1.000 kantong per bulan.

Ketua PMI Kabupaten Wonosobo, Heru Kurniawan Nurdiansyah, menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan baik. 

Bahkan, PMI Wonosobo kerap membantu daerah sekitar yang mengalami kekurangan stok.

Baca juga: Capaian Infrastruktur Wonosobo 2025, Jalan dan Jembatan Vital Diperbaiki untuk Kenyamanan Warga

Baca juga: Penumpang Bus Bisa Cek Kesehatan Gratis di Terminal Mendolo Wonosobo

“PMI Wonosobo Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini untuk darah bisa mencukupi.

Akhir-akhir ini sering kita beri bantuan ke Temanggung, ke Banjarnegara," ucapnya, Senin (5/1/2026).

Meski stok relatif aman, PMI Wonosobo tetap mengantisipasi lonjakan kebutuhan darah menjelang dan selama bulan Ramadan tahun ini. 

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan darah saat Ramadan meningkat signifikan.

“Kalau Ramadan biasanya, kebutuhan per bulan Ramadan itu meningkat antara 250 sampai 300 kantong darah per bulan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PMI mulai menggencarkan kegiatan donor darah sejak dua pekan sebelum Ramadan melalui mobil unit (MU) donor darah keliling.

“Target dari 300 itu, kita paling tidak harus dapat 30 persen dari itu. Sekitar 90-an kantong darah kita dapat,” sebutnya.

Selain itu, PMI bekerja sama dengan pemerintah daerah dengan menggelar donor darah saat kegiatan tarawih keliling (tarling). PMI juga menyiapkan insentif bagi pendonor selama Ramadan.

“Kalau donor darah yang laki-laki nanti mendapat souvenir sarung, kemudian yang cewek dapat souvenir mukena saat bulan Ramadan,” jelasnya.

Menurut Heru, periode paling krusial terkait kebutuhan darah justru terjadi setelah Lebaran. Pada waktu tersebut, permintaan darah biasanya melonjak tajam.

Ia menjelaskan, meningkatnya kebutuhan darah disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari pola makan yang tidak teratur selama puasa hingga meningkatnya kasus kecelakaan dan persalinan.

"Pada tahun sebelumnya, lonjakan kebutuhan darah bahkan bertepatan dengan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD)," terangnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, PMI Wonosobo sempat menggandeng TNI dan Polri untuk menggelar donor darah massal.

Heru mengajak masyarakat untuk tidak ragu mendonorkan darah secara rutin. Menurutnya, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga memastikan kondisi kesehatan pendonor.

“Sesuai dengan slogan kita, setetes darah bisa menyelamatkan satu nyawa manusia," tandasnya. (ima)