Wonosobo Hebat
Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Viral, 30 Persen Titik Rawan Longsor Segera Ditangani
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Jalan Lingkar Sumbing (Jalisu) di Kabupaten Wonosobo, belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Jalan ini menarik perhatian warganet karena menyuguhkan pemandangan alam yang terbuka, dengan latar Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, serta hamparan kawasan pertanian di sekitarnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menyampaikan bahwa pembangunan Jalisu telah rampung melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan tahun 2025.
Baca juga: Tiga Potret Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo, Rekomendasi Touring Akhir Pekan Ini
• Viral Jalan Aspal di Purbalingga Bisa Dikupas Tangan, Sekdes: Belum Keras Sempurna
• Sosok Jati Raih Penghargaan Pencegah Kriminalitas di Semarang, Malam Patroli Siang Jualan Telur Asin
• Daftar Besaran Dana Desa yang Diterima Setiap Desa di Kudus Tahun 2026, Mayoritas Rp 300 Jutaan
“Alhamdulillah Jalan Lingkar Sumbing sudah selesai melalui kegiatan Inpres Jalan tahun 2025,” ucapnya, Rabu (7/1/2026).
Menurutnya, ruas jalan yang dibangun ini memiliki panjang sekitar 3,3 kilometer dengan lebar badan jalan 5,5 meter, sesuai standar jalan kabupaten.
Perubahan kondisi jalan kini terlihat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya.
Kondisi jalan lebih halus dan lebar dari sebelumnya yang hanya bisa dilewati satu mobil dan berupa jalan rolak.
“Hari ini kelihatan sebelum dan sesudahnya seperti apa dan pemandangannya begitu indah,” katanya.
Meski telah rampung, Adin mengakui bahwa Jalisu masih menghadapi tantangan serius terkait potensi bencana longsor. Secara geografis, sebagian besar wilayah Wonosobo berada di zona rawan longsor.
“Kabupaten Wonosobo itu hampir semuanya berada di kondisi rawan bencana longsor,” ujarnya.
Ia menyebut, lebih dari 30 persen kawasan di sekitar jalan tersebut masuk kategori rawan longsor.
Beberapa titik bahkan berada di posisi lereng dengan ketinggian yang ekstrem, dan jalan yang cukup berkelok-kelok.
Hingga saat ini, tidak semua ruas telah dilengkapi dengan perkuatan tebing.
Sebagai langkah awal, DPUPR telah memasang rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem drainase juga terus dilakukan.
“Petugas kami turun, lihat ini arah aliran ke mana, kita perbaiki arah alirannya,” ujarnya.
Adin menegaskan bahwa penanganan longsor tidak semata mengandalkan pembangunan fisik.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pendekatan berbasis lingkungan dengan melibatkan masyarakat.
DPUPR Wonosobo berencana melakukan gerakan penanaman bersama menggunakan tanaman penahan erosi seperti akar wangi, vetiver, dan kaliandra.
“Kami sudah kumpulkan bibit-bibit itu untuk segera akan kami lakukan nanti gerakan menanam bersama masyarakat,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan lereng Sumbing.
Di balik tantangan tersebut, Jalisu dinilai memiliki potensi besar sebagai jalur wisata baru di Wonosobo.
Akses jalan yang kini lebih baik menghubungkan sejumlah wilayah baik antar desa maupun kecamatan, mulai dari Reco, Butuh, Kembaran, Bowongso, Banyumudal, hingga kawasan Kalikajar sekitarnya.
Infrastruktur ini juga dinilai mendukung sektor pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat.
Namun demikian, pemerintah daerah tetap waspada terhadap risiko alih fungsi lahan.
Dalam rapat Forum Tata Ruang, DPUPR diminta untuk mengkaji perubahan pola pertanian di kawasan Sumbing-Sindoro selama 10 tahun terakhir.
“Kami tidak ingin infrastruktur terbangun kemudian memicu pengalih fungsian lahan secara masif,” tegasnya.
Pemerintah daerah akan melakukan koordinasi lintas instansi agar pembangunan infrastruktur tetap sejalan dengan perlindungan kawasan lindung dan daya dukung lingkungan.
Dengan panorama alam yang memikat dan akses jalan yang semakin baik, Jalan Lingkar Sumbing kini menjadi wajah baru Wonosobo. (ima)
Caption
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260107_Jalan-Lingkar-Sumbing-Wonosobo.jpg)