Wonosobo Hebat

Diterjang Banjir hingga Miring, Perbaikan Jembatan Stanmelo Wonosobo Jadi Harapan Warga

Istimewa/KODIM 0707/WONOSOBO
JEMBATAN GANTUNG - Kodim 0707/Wonosobo dan jajaran Pemkab Wonosobo meninjau langsung kondisi jembatan gantung Stanmelo Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang. Jembatan ini akan direnovasi setelah mengalami kerusakan usai diterjang banjir tahun lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Jembatan gantung di Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo menjadi akses vital yang menopang aktivitas harian warga setempat.

Jembatan yang dikenal dengan nama Jembatan Stanmelo itu setiap hari dilintasi anak-anak sekolah, petani, hingga warga yang melakukan aktivitas antar wilayah. 

Keberadaannya menjadi penghubung utama bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Namun, kondisi jembatan tersebut kini memprihatinkan.

Baca juga: Wonosobo Asa Cita: Relawan Turun ke Sekolah, Dorong Siswa Lanjutkan Pendidikan

Dampak banjir yang terjadi sekira satu tahun lalu menyebabkan konstruksi jembatan mengalami kerusakan sehingga dinilai tidak lagi layak digunakan. 

Kondisi tersebut membuat warga khawatir terhadap keselamatan saat melintas, terutama pada musim hujan ketika debit air sungai meningkat.

Harapan agar jembatan segera direnovasi disampaikan langsung oleh Kepala Desa Kalidadap, Wahono, seiring mulai bergulirnya rencana pembangunan dari berbagai pihak terkait.

“Semoga jembatan ini segera dibangun dan dapat digunakan dengan aman dan nyaman, terutama bagi anak-anak sekolah dan warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ungkap Wahono.

Menurut Wahono, jembatan gantung tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas dan keselamatan warga Desa Kalidadap. 

Oleh karena itu, dia menilai renovasi jembatan menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.

Seiring aspirasi warga tersebut, jembatan ini kemudian mendapatkan perhatian dari Kodim 0707/Wonosobo.

Saat ini, jembatan masih berada dalam tahap perencanaan renovasi dan akan menjadi Jembatan Gantung Garuda.

Sebelumnya, peninjauan lapangan telah dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan beserta lingkungan di sekitarnya. 

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan rencana renovasi dapat berjalan sesuai ketentuan teknis sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 15.394 Anak Tak Sekolah di Wonosobo, Pemkab Andalkan Program Mayo Sekolah dan Asa Cita

Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Yoyok Suyitno menjelaskan bahwa renovasi Jembatan Gantung Kalidadap dilakukan karena kondisi konstruksi jembatan yang sudah tidak aman akibat terjangan arus sungai.

“Kalau saat ini kami sedang pembangunan renovasi jembatan gantung yang ada di Kalidadap, di Kecamatan Wadaslintang."

"Sebelumnya di situ sudah ada jembatan, cuma terkena arus. Jadi kondisi tiangnya miring,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Dia menegaskan, kemiringan tiang jembatan tersebut berpotensi membahayakan warga apabila tidak segera ditangani.

“Kalau tidak segera lanjutkan, khawatirnya jembatan tersebut roboh. Karena kondisi kemiringannya semakin memprihatinkan, apalagi diterjang banjir, arusnya di sana cukup deras."

"Ini bisa membahayakan masyarakat, sehingga kami putuskan untuk segera direnovasi,” lanjut Letkol Inf Yoyok.

Menurutnya, laporan masyarakat terkait kondisi jembatan sudah diterima sejak beberapa waktu lalu.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui proses pendataan dan pengajuan ke tingkat pusat.

“Memang kemarin informasinya dari masyarakat sudah banyak. Makanya kami dorong, masukkan ke pusat."

"Alhamdulillah dari pusat dapat instruksi untuk bisa segera dilanjutkan. Itu terkait dengan jembatan gantung,” katanya.

Selain renovasi Jembatan Gantung Kalidadap, Kodim 0707/Wonosobo juga membuka peluang bagi desa atau kelurahan lain yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan jembatan gantung.

Baca juga: Bupati Afif Perkenalkan Layanan Digital dan Podcast Edukasi di Puskesmas Sapuran Wonosobo

Sebelum rencana perbaikan Jembatan Stanmelo Kalidadap bergulir, Kodim 0707/Wonosobo tercatat telah menyelesaikan pembangunan jembatan gantung di Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek. 

Jembatan tersebut kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat dan tinggal menunggu agenda peresmian.

Letkol Inf Yoyok menyampaikan bahwa pengajuan dapat dilakukan secara resmi oleh pemerintah desa dengan melengkapi data pendukung serta dokumentasi kondisi jembatan.

“Pengajuan yang masuk nantinya akan kami survei terlebih dahulu. Setelah itu, hasilnya akan kami teruskan ke pimpinan atas untuk mendapatkan persetujuan,” jelasnya.

Menurutnya, mekanisme tersebut bertujuan agar pembangunan jembatan dapat tepat sasaran dan diprioritaskan bagi wilayah yang benar-benar membutuhkan.

Letkol Yoyok juga mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan dan renovasi jembatan gantung sejalan dengan perhatian pusat terhadap kondisi infrastruktur di wilayah pelosok. 

Arahan tersebut muncul setelah Presiden melihat langsung kondisi jembatan di berbagai daerah.

“Presiden melihat banyak di wilayah-wilayah yang membutuhkan jembatan. Termasuk di Jawa yang katanya sudah maju ternyata masih banyak kondisi jembatan yang memprihatinkan,” ujar Yoyok.

Dengan masih banyak wilayah yang belum memiliki jembatan layak, menurutnya, diperlukan perhatian dan langkah konkret agar akses masyarakat di pelosok semakin aman dan terbuka.

“Oleh karena itu, kami diminta membantu dari pusat untuk mempercepat pendataan,” pungkasnya. (*)