Wonosobo Hebat

Stadion Kolodete Bergema, Ribuan Atlet Pelajar Tumpah Ruah di Pembukaan Popda Wonosobo 2026

TRIBUN JATENG/Tribun Jateng/Imah Masitoh 
PEMBUKAAN POPDA - Suasana di Stadion Kolodete Wonosobo, Selasa (3/2/2026) dalam ajang pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Wonosobo 2026. Sebanyak 4.546 atlet dari jenjang pendidikan SD hingga SMA ikut berlaga dalam ajang ini yang mempertandingkan 17 cabang olahraga. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Suasana Stadion Gelora Pancasila (Kolodete), Wonosobo, tampak begitu hidup hari ini, Selasa (3/2/2026).

Ribuan atlet pelajar, ofisial, serta pendamping memadati kawasan stadion untuk mengikuti pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Wonosobo.

Sebelum seremoni pembukaan dimulai, terlebih dahulu digelar defile para peserta. Barisan atlet dan ofisial dari 15 kecamatan memasuki stadion secara bergantian, disusul wasit dan juri yang turut ambil bagian dalam arak-arakan. 

Mereka berjalan mengelilingi lapangan utama Stadion Kolodete, lalu berbaris rapi sesuai urutan yang telah ditentukan.

Baca juga: Popda Wonosobo 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Pelajar, Siap Diikuti Lebih dari 4.000 Peserta

Baca juga: Tim Sepakbola SDIT Salsabila V Purworejo Juara 1 Popda Kecamatan Banyuurip

Iringan drumband menambah semarak suasana. Dentuman ritme musik mengiringi langkah para peserta, disaksikan langsung oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama jajaran Forkopimda yang berada di tribun kehormatan.

Sorak sorai dan tepuk tangan bergema dari berbagai sudut stadion. Raut wajah ceria dan penuh semangat tampak jelas di antara para atlet pelajar yang mengikuti defile. 

Bagi sebagian peserta, momen ini menjadi pengalaman pertama mereka melangkah di stadion besar kebanggaan daerah.

Usai defile, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembukaan resmi Popda oleh Bupati Wonosobo. 

Suasana kian khidmat saat sambutan disampaikan, sekaligus menandai dimulainya seluruh rangkaian pertandingan.

Pembukaan ditutup dengan kick off cabang olahraga pertama, yakni pertandingan sepak bola yang mempertemukan Kecamatan Kalikajar melawan Kecamatan Watumalang. 

Cuaca cerah dengan terik matahari cukup terasa di kawasan stadion. Meski demikian, panas tidak menyurutkan antusiasme para peserta. Mereka tetap menunjukkan semangat tinggi, baik yang akan bertanding maupun yang hadir memberi dukungan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, sejak tahun lalu pemerintah daerah sebenarnya sudah memiliki mimpi agar Stadion Kolodete dapat digunakan sebagai lokasi pembukaan Popda. Namun saat itu kondisi stadion belum memungkinkan.

“Tahun yang lalu kita punya mimpi sudah bisa menggunakan stadion ini untuk pembukaan Popda, namun demikian belum siap,” kata Afif.

Pada tahun 2026 ini, meskipun pembangunan tribun belum sepenuhnya rampung, pemerintah daerah memutuskan untuk mulai memanfaatkan stadion tersebut. 

Apalagi, lapangan sepak bola Kolodete sebelumnya telah digunakan untuk pertandingan Liga 4 dan uji tanding dengan klub lain.

Keputusan menggelar pembukaan Popda di Stadion Kolodete dinilai Afif sebagai langkah strategis untuk membangun semangat bersama, baik bagi atlet pelajar maupun pemerintah daerah.

“Ini menjadi spirit motivasi bagi kita semuanya, pemerintah untuk segera merampungkan, kemudian mengenalkan kepada anak-anak kita,” ucapnya.

Menurut Afif, bertanding di stadion representatif memberi pengalaman emosional yang berbeda bagi atlet pelajar. Stadion bukan sekadar tempat bertanding, tetapi ruang lahirnya cerita dan kenangan.

“Bagi anak-anak ini punya cerita nanti. Yang menang tambah gagah, yang kalah pun dia akan punya cerita. Saya bermain di Stadion Kolodete, Wonosobo,” katanya.

Ia menilai pengalaman tersebut sulit diperoleh jika pertandingan hanya digelar di lapangan kecamatan atau fasilitas biasa.

Popda Wonosobo 2026 mengusung tema “Popda Sportif dan Berprestasi” dan dilaksanakan pada 3-14 Februari 2026. 

Afif juga menyinggung pentingnya pembinaan atlet sejak usia sekolah. Menurutnya, Popda menjadi bagian dari mata rantai pembinaan jangka panjang yang berangkat dari sekolah sebagai sumber bibit atlet daerah.

Afif menilai, peran guru olahraga sangat krusial dalam membentuk kemampuan dasar atlet pelajar. Selama ini, pembinaan tersebut berjalan melalui berbagai cabang olahraga unggulan yang tumbuh di sekolah-sekolah.

“Bibit-bibitnya dari sekolah. Peran guru-guru olahraga yang selama ini senantiasa membimbing anak-anak kita,” kata Afif.

Ia juga melihat perkembangan positif dunia olahraga pelajar di Wonosobo, terutama pada cabang sepak bola. 

Banyaknya sekolah sepak bola (SSB) hingga tingkat kecamatan dinilai memperkuat fondasi pembinaan atlet muda.

“Kelihatan cara mainnya, ini sudah bagus sekali. Artinya mereka anak-anak sudah sebagian ikut SSB,” ujarnya.

Dengan dukungan fasilitas olahraga yang terus dibenahi, Afif berharap pembinaan atlet pelajar di Wonosobo semakin terarah dan mampu melahirkan prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.

Ajang Popda ini mempertandingkan 17 cabang olahraga, mulai dari gulat, kempo, panahan, wushu, atletik, pencak silat, renang, karate, taekwondo, hingga sepak bola.

Kepala Disdikpora Wonosobo, Musofa, menyampaikan bahwa jumlah peserta Popda tahun ini mencapai 4.546 atlet pelajar, terdiri dari 1.377 atlet SD/MI, 1.544 atlet SMP/MTs, dan 1.625 atlet SMA/SMK/MA. Selain itu, terdapat 1.870 pelatih, ofisial, dan pendamping.

“Kalau dilihat dari jumlah peserta dari tahun ke tahun, lebih antusias. Setiap tahun terjadi peningkatan,” kata Musofa.

Pertandingan tidak dipusatkan di satu lokasi, melainkan tersebar di sejumlah venue seperti Stadion Kolodete, GOR Indoor Wonolelo, Don Bosco, Stadion Kalianget, Alun-Alun Wonosobo, SMA Muhammadiyah, Gedung Sasana Adipura, dan SKB.

Musofa menambahkan, cabang olahraga unggulan Wonosobo yang berpeluang melaju ke tingkat provinsi antara lain pencak silat dan taekwondo.

“Biasanya pencak silat dan taekwondo itu jadi keunggulan,” ujarnya.

Para juara 1, 2, dan 3 akan menerima piagam penghargaan, sementara juara pertama akan mewakili Kabupaten Wonosobo pada Popda tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026. (ima)