Wonosobo Hebat
HUT ke-90, RSUD Wonosobo Tegaskan Kemandirian dan Targetkan Rujukan Regional
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo tahun 2026 menjadi penegasan arah transformasi rumah sakit daerah.
Setelah dinyatakan mandiri dalam pengelolaan, RSUD kini membidik peningkatan status sebagai rumah sakit rujukan regional.
Baca juga: Dukung Gerakan Nasional Indonesia Asri, Pemkab Wonosobo Awali Aksi Bersih Serentak
Direktur RSUD KRT Setjonegoro, dr. R. Danang Sananto Sasongko, menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir rumah sakit telah mampu berdiri secara mandiri.
“RSUD ini sudah sejak beberapa tahun sudah total mandiri,” ungkapnya usai kegiatan santunan di Pantai Asuhan Darul Hadlonah, Jumat (13/2/2026).
Kemandirian yang dimaksud mencakup kemampuan membangun fasilitas, pengadaan alat kesehatan, hingga pengembangan layanan tanpa ketergantungan penuh pada bantuan eksternal.
Layanan ambulans gratis dan penguatan sistem pelayanan menjadi bagian dari pembenahan internal tersebut.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa transformasi RSUD tidak semata diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan.
“Kalau bicara pelayanan, tolak ukurnya adalah nilai kepuasan masyarakat. Bagus menurut kami, belum tentu baik menurut masyarakat," ungkapnya.
Menurut Afif, survei yang dilakukan secara berkala menunjukkan masyarakat merasa puas terhadap pelayanan RSUD.
Namun, pembenahan tetap dilakukan, baik dari sisi fasilitas maupun budaya pelayanan.
Rumah sakit juga melakukan pembaruan tampilan agar lebih ramah dan nyaman bagi pasien.
“Rumah sakitnya di make over biar kelihatan cantik, tidak seperti rumah sakit tapi rumah sehat,” lanjutnya.
Ia menekankan seluruh unsur di lingkungan RSUD adalah pelayan, mulai dari dokter, perawat, hingga petugas keamanan di pintu masuk.
Setelah mencapai kemandirian, RSUD KRT Setjonegoro kini menargetkan peningkatan kapasitas layanan spesialis.
Penguatan layanan saraf dan kanker menjadi prioritas pengembangan.
“Semua layanan akan secepatnya kita tambah semuanya. Ini kan syaraf sudah, ini sudah ada layanan kanker,” lanjut Danang.
Secara geografis, Wonosobo berada di titik tengah Pulau Jawa bagian utara-selatan.
Selama ini, masyarakat kerap harus menempuh perjalanan sekitar dua jam lebih ke Purwokerto atau Semarang untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.
Danang berharap kondisi tersebut bisa diubah dalam beberapa tahun ke depan menjadi rumah sakit rujukan besar di Jawa Tengah yang memiliki layanan lengkap dan menjadi pusat penanganan kasus-kasus medis kompleks.
“Saya dulu targetnya maksimal lima tahun kita sudah setidaknya seperti RSUD Margono lah," ungkapnya.
Baca juga: Dinkes Wonosobo Perketat Pengawasan MBG, 82 Dapur Wajib Penuhi Standar Keamanan Pangan
Pada momentum HUT ke-90 tahun ini, RSUD juga menggelar kegiatan sosial sebagai bagian dari komitmen kebermanfaatan.
Namun, fokus utama manajemen tetap pada penguatan sistem dan kualitas layanan.
Danang menegaskan, transformasi RSUD KRT Setjonegoro kini bergerak dari rumah sakit daerah menuju institusi layanan kesehatan yang mandiri, kompetitif, dan berdaya saing regional. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260213_RSUD-KRT-Setjonegoro-Wonosobo_1.jpg)