Wonosobo Hebat
Bupati Afif Pastikan Pasokan Pangan di Wonosobo Terkendali Selama Ramadan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo menggelar rakor lintas sektoral pada Senin (23/2/2026) di Pendopo Bupati Kabupaten Wonosobo.
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Afif Nurhidayat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Afif menjelaskan, pelaksanaan rakor tahun ini dilakukan lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya yang biasanya digelar menjelang akhir Ramadan.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan kondisi lapangan sejak awal bulan puasa.
Baca juga: Bukan Hanya Diskon Pajak 5 Persen, Samsat Wonosobo Beri Hadiah Souvenir Cantik Bagi Wajib Pajak
• Fakta Baru Kasus Ledakan Petasan di Wonosobo, Penjual Bahan Peledaknya Masih Anak-anak
“Rapat koordinasi lintas sektoral ini biasanya di akhir, kemudian kami coba di awal Ramadan."
"Karena pantauan kami, di awal Ramadan ini lalu lintasnya sudah padat."
"Kalau padat, berarti pusat perbelanjaannya sudah ramai, pasar induk maupun pasar-pasar di kecamatan sudah ramai,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan mobilitas masyarakat menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi yang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan gejolak harga kebutuhan pokok.
Afif menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan masyarakat tetap aman selama Ramadan, baik dari sisi stok maupun harga.
Dia mengingatkan potensi munculnya spekulasi pasar akibat informasi yang tidak akurat di tengah masyarakat.
“Kalau semua sudah ramai, kami khawatir kebutuhan pokok dimungkinkan harganya naiknya, melonjaknya terlalu tinggi, tidak terkontrol."
"Kemudian banyak muncul spekulasi-spekulasi karena sekarang masyarakat mudah terprovokasi," terangnya.
Dalam rakor tersebut, Bupati juga menyampaikan kondisi ekonomi Wonosobo terkini.
Memasuki periode awal Ramadan, dinamika ekonomi dan sosial cenderung meningkat, namun inflasi di Wonosobo masih berada pada level terkendali.
Inflasi tercatat sebesar 2,51 persen secara tahunan (year on year).
Sementara pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar -0,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan daya beli masyarakat yang relatif stabil.
Baca juga: Opsen Capai Rp53 Miliar, Wonosobo Waspadai Dampak Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen
• Diskominfo Wonosobo Catat 1.061 Aduan Masuk Kanal Laporbup, Keluhan Jalan Paling Dominan
Berdasarkan evaluasi Disdagkop dan UMKM Kabupaten Wonosobo, ketersediaan komoditas utama di sejumlah pasar terpantau aman.
Stok beras di Pasar Induk Wonosobo, Kertek, dan Garung mencapai 86,95 ton. Sementara minyak goreng tersedia sebanyak 15.095 liter dan gula pasir sekira delapan ton.
Komoditas protein seperti daging sapi, ayam, dan telur juga dilaporkan masih stabil.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap mewaspadai potensi lonjakan harga akibat gangguan distribusi maupun perilaku pasar yang tidak sehat.
Bupati Afif juga mengingatkan potensi munculnya spekulasi pasar akibat informasi yang tidak benar di masyarakat.
Dia mencontohkan fenomena panic buying yang bisa terjadi jika masyarakat terpengaruh isu kelangkaan barang.
“Ada isu sesuk ora ono beras, kami borong beras. Sesuk minyak bakal entek, borong minyak. Besok gas tutup, gasnya diborong kabeh."
"Akhirnya menimbulkan kecemasan, kami tidak ingin terjadi itu,” lanjutnya.
Karena itu, pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas wilayah selama Ramadan.
“Memastikan bahwa kebutuhan bahan pokok Wonosobo aman, stoknya cukup, harga juga terkendali, tidak ada yang kenaikan signifikan,” ungkapnya.
Bupati berharap sinergi antar instansi dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan sekaligus menjaga stabilitas sosial dan ekonomi daerah. (*)
Baca juga: Lubang Misterius di Jalan Depan Kantor Disdik Kota Semarang, DPU: Ada Crossing Saluran
• Terminal Mendolo Wonosobo Kini Multifungsi, Ada Penginapan Pendaki Hingga Arena Tinju
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260223-_-Rakor-Lintas-Sektoral-Pemkab-Wonosobo.jpg)