Wonosobo Hebat

Stok Bapokting Wonosobo Aman, Harga Cabai Capai Rp73.300 per Kilogram di Awal Ramadan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
BAPOKTING - Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari menyampaikan hasil pantauan stok dan harga kebutuhan pangan di bulan Ramadan. Pemantauan hingga pekan terakhir menunjukkan komoditas utama masih berada dalam kondisi terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) tetap aman dan stabil pada awal Ramadan. 

Pemantauan hingga pekan terakhir menunjukkan komoditas utama masih berada dalam kondisi terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Siapkan Pasar Murah Ramadan di 182 Titik, Warga Cukup Tebus Sembako Rp 10 Ribu

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Lintang Esti Pramanasari, menyampaikan fluktuasi harga masih dalam batas wajar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena awal Ramadan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga yang berpotensi memicu kenaikan harga.

"Fluktuasi harga itu di komoditas utama ya, masih berada di koridor yang masih bisa dikendalikan," ungkapnya, Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, harga rata-rata sejumlah bahan pokok di pasar Wonosobo masih tergolong stabil. 

Beras medium berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, gula pasir Rp16.600 per kilogram, dan minyak goreng curah sekitar Rp16.900 per kilogram. 

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi mencapai Rp135.000 per kilogram, daging ayam Rp38.000 per kilogram, serta telur ayam Rp29.600 per kilogram.

Sementara itu, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah berada di kisaran Rp38.000 per kilogram dan bawang putih Rp38.600 per kilogram. 

Harga cabai rawit merah tercatat paling tinggi, yakni sekitar Rp73.300 per kilogram, mengikuti tren kenaikan di berbagai daerah.

Selain harga, ketersediaan stok pangan di Pasar Induk Wonosobo juga menunjukkan kondisi yang mencukupi. 

Stok beras tercatat sekitar 44,95 ton, minyak goreng mencapai 14.595 liter, serta gula pasir sekitar 6,97 ton.

Untuk komoditas lainnya, stok bawang putih sekitar 4,88 ton dan bawang merah 5,05 ton. 

Daging ayam tercatat 5,07 ton dan daging sapi sekitar 1,52 ton. 

Sementara cabai rawit mencapai 1,11 ton, tepung terigu sekitar 110 ton, kedelai 11,70 ton, serta telur sekitar 2,97 ton.

Di antara komoditas pangan, cabai menjadi penyumbang kenaikan harga paling signifikan. 

Pemerintah daerah mengakui kondisi ini tidak hanya terjadi di Wonosobo, tetapi juga secara nasional.

“Yang paling tinggi di cabai merah itu ya, daerah lain juga kan.

Kita akan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar utama seperti Kertek dan Garung.

Selain itu juga kita pantau di fasilitas distribusi energi seperti SPBU dan SPBE guna memastikan kelancaran distribusi," jelasnya.

Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan cadangan pangan mencukupi selama Ramadan hingga Lebaran. 

Baca juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Wonosobo, Ramadan Hari ke-6, Selasa 24 Februari 2026

Kecamatan dan desa juga diminta aktif memantau kondisi pasar di wilayah masing-masing agar potensi gejolak harga dapat segera diantisipasi.

Pengawasan akan diperluas ke delapan pasar guna memastikan tidak terjadi kelangkaan maupun penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga.

"Pemerintah daerah juga akan menggelar pasar murah pada 5-14 Maret di 182 titik di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo," tandasnya. (ima)