Wonosobo Hebat

Usai Diprotes Warga, DPRD Wonosobo Kawal Perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur Masuk Skala Prioritas

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
JALAN RUSAK - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng menanggapi aksi warga yang menuntut perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur. Ia menjelaskan, perbaikan ruas tersebut sebenarnya telah direncanakan sejak 2024 namun terkendala efisiensi. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Aksi warga yang menuntut perbaikan Jalan Kalibeber-Deroduwur mendapat tanggapan dari DPRD Kabupaten Wonosobo. 

Puluhan warga sebelumnya menggelar aksi simbolik di sejumlah titik jalan rusak sebagai bentuk protes dan desakan agar pemerintah segera mengambil langkah nyata.

Menanggapi hal tersebut, DPRD menegaskan akan mengawal dan mengawasi penanganan kerusakan jalan agar tidak berlarut-larut.

Baca juga: Bupati Kebumen: Perbaikan Jalan Rusak Berlanjut Pasca Lebaran

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Mugi Sugeng, mengatakan pihaknya telah mendorong langkah konkret dari pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, perbaikan ruas Jalan Kalibeber-Deroduwur sebenarnya telah direncanakan sejak 2024. 

Namun pengajuan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat terdampak kebijakan efisiensi.

“Kita juga mohon maaf kepada masyarakat Deroduwur. 

Sesungguhnya itu sudah kita rencanakan mulai perencanaan tahun 2024.

Tapi karena memang dulu kita mengajukan ke pusat, kaitan DAK kurang lebih Rp8 miliar dan terkena efisiensi juga sehingga anggarannya hilang (terhapus)," katanya, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, pembiayaan infrastruktur bersumber dari DAK pusat, Bantuan Provinsi (Banprov), dan APBD kabupaten. Namun anggaran fisik dari DAK tidak maksimal karena terdampak efisiensi.

Meski demikian, DPRD menilai jalan poros utama tetap harus menjadi perhatian karena menyangkut aktivitas masyarakat luas.

“Tapi memang jalan-jalan menjadi poros utama ya untuk ekonomi, untuk kesehatan masyarakat, dan beraktivitas memang penting. 

Jangan sampai terlalu parah, minimal kalau belum kita bangun dari nol, ya tembel,” tegasnya.

Terkait tuntutan agar jalan diperbaiki total dalam waktu dekat, Mugi menyebut pembangunan ulang secara menyeluruh sulit direalisasikan tahun ini karena anggaran sudah berjalan.

“Kalau ngaspal dari nol, saya kira kayanya ngga mungkin saat ini kan sudah tahun berjalan. 

Tapi mungkin nanti yang akan kita bantu, di titik-titik yang berbahaya dulu kita dorong pemerintah daerah untuk ditambal dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bupati telah menyampaikan bahwa pekerjaan awal sudah mulai dilakukan.

Untuk rencana penyempurnaan jalan, DPRD memastikan pembahasannya masih melalui tahapan perencanaan dan akan menjadi skala prioritas.

“Ini kan kemarin juga Musrenbang ya, tahapan ini masih ada tahapan, sehingga ini akan menjadi skala prioritas,” katanya.

Sementara pada tahun berjalan, penanganan masih bersifat sementara hingga akhir anggaran.

Baca juga: Persiapan Mudik, Perbaikan Jalan Rusak Semarang Ditarget Rampung H-10 Hari Raya

“Kalau tahun ini ya sampai akhir tahun nanti kita tambah dulu, karena sudah berjalan, sudah di luar perencanaan,” ucapnya.

Ia menilai aspirasi masyarakat merupakan hal wajar dalam proses pembangunan daerah.

“Ya terima kasih apapun itu adalah hak-hak njenengan untuk menuntut pembangunan, untuk keadilan, mudah-mudahan ini masyarakat, pemerintah daerah segera cari solusi,” pungkasnya. (ima)