Wonosobo Hebat

Hadapi Lonjakan 30-50 Persen Saat Ramadan, Tirta Aji Perkuat Sistem Siaga dan Cadangan Air

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
KEBUTUHAN AIR - Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo, Muchammad Sjahid, menyampaikan selama bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, pemakaian air oleh masyarakat cenderung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo memetakan potensi lonjakan konsumsi air bersih selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H. 

Kenaikan pemakaian diperkirakan berada di kisaran 30-50 persen, terutama dari sektor rumah tangga.

Baca juga: Pemkab Wonosobo Aktifkan 35 CCTV untuk Pantau Arus Mudik Lebaran 2026

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo, Muchammad Sjahid, mengatakan peningkatan kebutuhan air setiap Ramadan sudah menjadi pola tahunan. 

Aktivitas masyarakat yang lebih intens, mulai dari persiapan sahur, berbuka, hingga tradisi bersih-bersih rumah menjelang Lebaran, menjadi faktor utama naiknya konsumsi.

“Momentum Ramadan memang selalu diikuti kenaikan penggunaan air. Kami sudah mengantisipasi agar pasokan tetap aman dan pelayanan tidak terganggu,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Menghadapi kondisi tersebut, Perumda Air Minum Tirta Aji menyiapkan sumber-sumber mata air cadangan yang dapat dioperasikan sewaktu-waktu. 

Selain itu, optimalisasi pompa utama di Mangli juga dilakukan untuk memperkuat suplai, khususnya ke wilayah Kota Wonosobo yang menjadi titik konsumsi tertinggi.

Langkah ini difokuskan untuk menjaga stabilitas distribusi agar tekanan air tetap normal meski terjadi lonjakan pemakaian secara bersamaan, terutama pada waktu-waktu krusial seperti menjelang berbuka puasa dan pagi hari.

Tak hanya memperkuat sisi teknis, Tirta Aji juga menerapkan sistem piket selama libur dan cuti bersama Idul Fitri. 

Petugas operasional disiagakan guna memastikan aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas (K3) layanan tetap terpenuhi.

Menurut Sjahid, pengawasan instalasi dan jaringan distribusi dilakukan secara rutin untuk meminimalkan potensi gangguan. 

Jika terjadi kendala, tim teknis diminta bergerak cepat agar pelayanan kepada pelanggan tidak terganggu dalam waktu lama.

Di tengah upaya menjaga layanan, Tirta Aji turut menggulirkan program sosial bertajuk Tirta Aji Berbagi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ). 

Selama Ramadan, perusahaan menyalurkan 750 paket takjil setiap Rabu dan Jumat di seluruh wilayah pelayanan.

Selain itu, paket sembako juga diberikan kepada mbok gendong dan masyarakat sekitar kantor. 

Baca juga: Festival Mudik 2026 Diproyeksikan Dongkrak Perputaran Ekonomi Desa di Wonosobo

Penghimpunan zakat fitrah dari karyawan dan UPZ pun ditargetkan mencapai sekitar 2 ton beras untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan.

Tirta Aji mengimbau pelanggan agar tetap menggunakan air secara hemat dan bijak selama Ramadan dan libur Idul Fitri. 

Masyarakat juga diminta segera melapor melalui saluran resmi pengaduan apabila menemukan gangguan distribusi, agar dapat segera ditangani oleh petugas. (ima)