Wonosobo Hebat

RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo Siaga 24 Jam Jelang Lebaran, Antisipasi Lonjakan Pasien dan Kecelakaan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
LAYANAN KESEHATAN - Direktur RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, R. Danang Sananto Sasongko, menyampaikan kesiapan layanan kesehatan di RSUD KRT Setjonegoro jelang dan pasca Lebaran 2026 dengan sistem siaga 24 jam serta penguatan penanganan kegawatdaruratan di Wonosobo. (Tribun Jateng/Imah Masitoh) 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Menjelang arus mudik dan libur panjang Lebaran 2026, RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo memastikan kesiapan penuh dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, baik pemudik maupun warga lokal.

Direktur RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo, dr. R. Danang Sananto Sasongko, menyebutkan bahwa persiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk menghadapi lonjakan kebutuhan layanan kesehatan.

“Yang pertama tentu kita persiapan untuk menyambut para pemudik,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Bupati Wonosobo Sambut 287 Pemudik dari Jakarta, Program Mudik Gratis Berjalan Lancar

Menurut Danang, rumah sakit tidak hanya menyiapkan aspek teknis, tetapi juga melakukan pembenahan fasilitas agar masyarakat yang pulang kampung merasa nyaman dan bangga.

“Rumah sakit bersolek, jadi untuk orang yang mudik, bangga punya Wonosobo,” katanya.

Berbeda dengan instansi lain yang mengikuti cuti bersama, RSUD tetap beroperasi penuh selama periode Lebaran.

Penyesuaian dilakukan pada sistem pelayanan tanpa mengurangi kualitas.

“Kita tidak ngikutin pemerintah yang libur sepanjang itu, karena buka 24 jam,” jelas Danang.

Ia menambahkan bahwa seluruh sumber daya manusia (SDM) telah diatur untuk tetap siaga.

Bahkan jajaran manajemen memutuskan tidak mengambil cuti demi memastikan pelayanan tetap optimal.

“Manajemen pun tidak ngambil cuti, siaga satu,” tegasnya.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan pasien biasanya terjadi setelah Lebaran.

Fenomena ini dipicu oleh pasien yang memilih pulang lebih awal untuk merayakan hari raya di rumah.

“H-1, H-2 itu minta pulang semua, habis Lebaran balik lagi,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, RSUD memastikan seluruh layanan kembali normal sepenuhnya setelah tanggal 25, dengan kapasitas penuh seperti hari biasa.

Alih-alih menambah ruang rawat, RSUD lebih memprioritaskan kesiapan layanan gawat darurat.

Hal ini sejalan dengan tingginya potensi kecelakaan selama arus mudik.

“Tempat kesiapsiagaan untuk siaga gawat daruratnya yang kita kencengin,” kata Danang.

Ia juga menyoroti kondisi lalu lintas di Wonosobo yang kerap padat saat musim mudik.

RSUD pun menyiapkan sistem rujukan serta armada ambulans untuk menangani kasus darurat hingga ke rumah sakit yang lebih besar jika diperlukan.

Dari sisi medis, terdapat pola penyakit yang cenderung berulang setiap tahun selama periode Lebaran.

“Pada musim mudiknya kecelakaan lalu lintas pasti, pasca itu ya karena kebanyakan makan, diare,” jelas Danang.

Selain itu, pihak rumah sakit juga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular yang mungkin dibawa pemudik, seperti campak.

“Pasien dengan gejala itu, screening kita langsung kita kencengin,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyakit tersebut bukan hal baru dan sudah terbiasa ditangani, dengan fokus utama pada pencegahan penularan.

Sebagai bagian dari kesiapan akhir, RSUD melakukan pengecekan menyeluruh terhadap alat kesehatan dan fasilitas penunjang dalam beberapa hari terakhir.

“Tiga hari ini semua kita cek alat-alatnya, semua harus ready,” ujar Danang.

Ia menambahkan bahwa seluruh sistem, termasuk ambulans dan alat kegawatdaruratan tingkat tinggi, telah dipastikan siap digunakan kapan saja.

“Insya Allah semoga itu tidak terpakai semua, karena semua pada sehat,” tutupnya. (ima)

Baca juga: Pemkab Wonosobo Mulai Cairkan THR ASN, Anggaran Capai Rp33,9 Miliar