Wonosobo Hebat
Arus Wisata ke Dieng via Wonosobo Melonjak, Puncaknya Hari Ini Tembus 17.459 Kendaraan
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Arus lalu lintas kendaraan menuju kawasan wisata Dieng melalui jalur Wonosobo mengalami lonjakan signifikan selama periode arus mudik dan libur Lebaran 2026.
Data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Kabupaten Wonosobo menunjukkan, total yang melintas pada 13 hingga 22 Maret 2026 mencapai 98.889 kendaraan.
Puncak arus terjadi pada 22 Maret 2026 dengan jumlah 17.459 kendaraan, menjadi yang tertinggi selama periode pemantauan.
Data tersebut diperoleh melalui Traffic Monitoring Center (TMC) yang dioperasikan Disperkimhub Kabupaten Wonosobo untuk memantau pergerakan lalu lintas secara lebih detail dan sistematis.
Baca juga: Meriahkan Lebaran, Festival Balon Udara Wonosobo Dimulai, Ini Jadwal dan Lokasinya
• Rahmat Raup Cuan Jelang Lebaran di Wonosobo, Sehari Bisa Jual 1.500 Selongsong Ketupat
Kepala Disperkimhub Kabupaten Wonosobo, Agus Susanto menjelaskan bahwa TMC menjadi salah satu inovasi penting dalam mendukung pengelolaan arus lalu lintas, terutama pada momentum besar seperti Lebaran maupun libur Natal dan Tahun Baru.
“Data ini kami peroleh dari Monitoring Traffic Center (TMC) yang kami operasikan selama periode Lebaran."
"Ini menjadi inovasi kami untuk memantau arus lalu lintas secara lebih detail,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Dia menambahkan, pihaknya secara rutin menyusun laporan arus lalu lintas setiap periode besar, termasuk saat Lebaran dan Nataru, dengan data yang cukup lengkap hingga klasifikasi jenis kendaraan.
“Setiap akhir Nataru maupun angkutan Lebaran, kami selalu menyusun laporan yang cukup komprehensif, termasuk kendaraan apa yang mendominasi,” jelasnya.
Berdasarkan data TMC, sepeda motor menjadi yang paling mendominasi dengan total 73.341 kendaraan. Disusul 16.472 mobil pribadi.
Sementara kendaraan lain seperti angkutan umum, pikap, bus, dan truk jumlahnya relatif kecil.
Dominasi kendaraan pribadi ini menunjukkan tingginya mobilitas pemudik sekaligus wisatawan yang memilih perjalanan mandiri menuju kawasan Dieng.
Pergerakan kendaraan selama periode tersebut menunjukkan tren fluktuatif, namun cenderung meningkat menjelang puncak libur Lebaran.
Pada awal periode, jumlah berada di kisaran 9.000 kendaraan per hari, sempat menurun di pertengahan pekan, kemudian kembali meningkat hingga mencapai 13.196 kendaraan pada 19 Maret.
Puncaknya terjadi pada 22 Maret dengan lonjakan signifikan hingga 17.459 kendaraan, menandai tingginya pergerakan masyarakat baik untuk mudik maupun berwisata.
Baca juga: Ribuan Warga Muhammadiyah Padati Alun-Alun Wonosobo, Salat Idulfitri Berlangsung Khidmat
• Antisipasi Macet di Jantung Kota Wonosobo, Satlantas Siapkan Rekayasa Demi Mudik Aman
Data juga menunjukkan bahwa arus kendaraan yang masuk ke kawasan Dieng melalui Wonosobo lebih tinggi dibandingkan arus keluar, dengan total masuk mencapai 98.889 kendaraan.
Pada 22 Maret, tercatat sebanyak 17.459 kendaraan yang masuk, didominasi sepeda motor dan mobil pribadi.
Hal ini mengindikasikan banyak wisatawan yang masih berada di kawasan Dieng selama periode libur Lebaran.
Menurut Agus, keberadaan TMC tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan, tetapi juga menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan lalu lintas di lapangan.
“Dengan data dari TMC, kami bisa menentukan langkah pengaturan lalu lintas secara lebih tepat, terutama di titik-titik rawan kepadatan,” tambahnya.
Lonjakan arus kendaraan selama Lebaran ini menjadi perhatian, mengingat karakteristik jalur menuju Dieng yang sempit dan berkelok.
Disperkimhub bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan untuk menjaga kelancaran arus.
Melalui inovasi TMC, diharapkan pengelolaan lalu lintas ke depan semakin optimal, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan libur Lebaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260319-_-Petugas-Pantau-Arus-Kendaraan-di-Wonosobo.jpg)