Wonosobo Hebat

45 Balon Siap Mengudara di Puncak Festival Mudik Wonosobo, Lonjakan Massa dan Sampah Diantisipasi

TRIBUN JATENG/IMAH MASITOH
FESTIVAL BALON - Pengunjung memadati Lapangan Mirombo Wonosobo untuk menyaksikan Festival Balon Mirombo 2026, Rabu (25/3/2026). Pada puncak Minggu (29/3/2026), panitia menyiapkan 45 balon udara terbaik untuk puncak Festival Mudik Wonosobo, sembari memperketat pengaturan pengunjung dan kebersihan kawasan. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Puncak Festival Mudik Balon Udara Wonosobo yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (29/3/2026) diperkirakan akan dipadati puluhan ribu pengunjung.

45 balon udara terbaik dipastikan menghiasi langit Alun-alun Wonosobo dalam gelaran yang menjadi magnet wisata tahunan tersebut.

Lonjakan jumlah pengunjung menjadi perhatian serius Pemkab Wonosobo.

Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Mulai dari rekayasa lalu lintas hingga penyediaan kantong parkir tambahan guna mengurai kepadatan di sekitar lokasi acara.

Baca juga: Halal Bihalal ASN di Wonosobo Seusai Lebaran, Bupati Afif Ingatkan Profesionalisme dan Pelayanan

Tembus Ribuan Pengunjung, Wisata Alam di Wonosobo Tetap Jadi Favorit saat Libur Lebaran

Kepala Disparbud Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap festival tahun ini luar biasa.

Hal ini terlihat dari ramainya aktivitas di berbagai titik penyelenggaraan serta tingginya interaksi di media sosial yang dipenuhi konten balon udara.

“Partisipasi masyarakat sangat tinggi. Tidak hanya warga lokal, tetapi juga wisatawan, pelaku UMKM, hingga komunitas balon,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Dia menjelaskan, tantangan terbesar pada puncak acara terletak pada pengelolaan kerumunan di kawasan alun-alun yang memiliki keterbatasan kapasitas.

Untuk itu, halaman kantor instansi akan difungsikan sebagai area parkir tambahan serta diberlakukan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran arus kendaraan.

Selain menampilkan puluhan balon pilihan, festival kali ini juga menghadirkan desain-desain hasil pilihan masyarakat melalui media sosial.

Balon dengan motif tradisional tetap menjadi sorotan sebagai upaya mempertahankan nilai budaya di tengah inovasi modern dalam pembuatan balon udara.

Di sisi lain, aspek kebersihan juga menjadi perhatian panitia.

Fahmi mengimbau seluruh pengunjung dan pedagang untuk menjaga kebersihan dengan mengelola sampah secara mandiri.

Konsep zero waste pun mulai didorong agar festival tidak hanya meriah, tetapi juga ramah lingkungan.

Dia berharap Festival Mudik Balon Udara Wonosobo terus berkembang sebagai ikon budaya sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat setempat. (*)