Wonosobo Hebat

Pembangunan Sekolah Rakyat Wonosobo Terus Dikebut, Tahun Ini Target Terima 300 Siswa Baru

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
SEKOLAH RAKYAT - Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2026. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, menilai program Sekolah Rakyat (SR) memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya kalangan kurang mampu.

Karena itu, pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan agar program tersebut bisa segera dimanfaatkan secara lebih luas.

“SR ini manfaatnya untuk masyarakat Wonosobo khususnya masyarakat miskin, itu luar biasa,” ungkapnya, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, Sekolah Rakyat menjadi solusi bagi anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan pendidikan. Tanpa program tersebut, sebagian dari mereka berpotensi putus sekolah.

“Kalau dia tidak masuk sekolah rakyat, kemungkinan dia tidak sekolah," lanjutnya.

Di Wonosobo, program ini sejatinya telah berjalan sejak 2025 dengan menjangkau 100 siswa tingkat SMA melalui skema pendidikan berasrama gratis.

Untuk sementara waktu, siswa Sekolah Rakyat ini menempati gedung di kompleks BLK Wonosobo sebagai tempat belajar dan asrama.

Jumlah siswa ini akan terus bertambah pada tahun ajaran 2026. Pemerintah daerah menargetkan penerimaan 300 siswa baru, masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

Dengan demikian, total siswa yang terfasilitasi program ini diperkirakan mencapai sekitar 400 orang.

Seiring meningkatnya kebutuhan, pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat juga terus dikebut.

Pemerintah daerah memastikan prosesnya tetap berjalan dengan memperhatikan aspek administratif dan ketentuan yang berlaku.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, dilakukan dengan pendekatan komunikasi bersama masyarakat serta penyesuaian terhadap kondisi lahan.

“Secara hukum lapangan itu (lokasi SR) bukan lapangan desa, tanah itu tanah PT Tambi," ungkapnya.

Andang menambahkan, sebagai bagian dari tanggung jawab, pemerintah daerah tetap menyiapkan pengadaan lahan pengganti guna mendukung kebutuhan fasilitas masyarakat yang prosesnya dilakukan bertahap dan sesuai prosedur.

Pemkab Wonosobo menargetkan Sekolah Rakyat dapat mulai difungsikan pada Juli 2026, bertepatan dengan tahun ajaran baru.

“Targetnya kan Juli harus berfungsi,” sebutnya.

Untuk mengantisipasi keterbatasan fasilitas, pemerintah juga menyiapkan opsi penambahan ruang belajar agar proses pendidikan tetap berjalan optimal.

Sekda menegaskan, dirinya bersama Bupati terus mendorong agar program Sekolah Rakyat benar-benar berjalan maksimal dan memberi dampak jangka panjang.

“Saya berjuang betul bagaimana agar sekolah ini berhasil,” ucapnya.

Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu solusi dalam memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah di Wonosobo. (ima)