Wonosobo Hebat
Peralihan Musim, BPBD Prediksi Cuaca Ekstrem di Wonosobo Masih Berpotensi hingga Akhir April
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Angin kencang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Wonosobo pada Kamis (9/4/2026), menyebabkan empat kecamatan terdampak.
Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan atap rumah warga beterbangan.
Kejadian tersebut terjadi di tengah masa peralihan musim yang ditandai dengan peningkatan intensitas angin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo menyebut kondisi ini masih berpotensi berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
Baca juga: Dua Hari Cuaca Ekstrem, Hujan Deras Disertai Angin Kencang di Wonosobo Rusak Empat Rumah
Penelaah Teknis Kebijakan, BPBD Wonosobo, Dyah Luhmayang, menjelaskan bahwa angin kencang memang cenderung meningkat saat masa transisi musim.
“Kalau misalnya pas peralihan entah kemarau ke hujan atau hujan ke kemarau kayak gini, anginnya lumayan meningkat juga,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
BPBD memperkirakan kondisi cuaca seperti saat ini masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan, meski belum dapat dipastikan secara penuh.
“Kalau prediksi awal, kemungkinan kondisi seperti ini masih akan berlangsung minggu-minggu ini,” kata Dyah.
Ia menambahkan, peralihan menuju musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada akhir April.
“Mulai masuk ke musim kemaraunya diperkirakan di minggu akhir April,” lanjutnya.
Seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem, masyarakat diminta untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat potensi hujan lebat terjadi pada siang hingga malam hari.
“Kurangi aktivitas di luar, karena takutnya kan terkait pohon tumbang, angin kencang dan terkait petir,” jelasnya.
Jika terjebak hujan disertai petir, warga diminta segera mencari tempat aman.
“Jika terjadi petir saat di luar, lebih baik menepi dan mencari tempat aman,” ujarnya.
Selain angin kencang, BPBD juga mengingatkan potensi bencana lain seperti longsor dan banjir, khususnya di wilayah rawan.
Warga diminta segera mengungsi apabila hujan turun dalam durasi cukup lama.
“Kalau misalnya sudah hujan lebih dari 2 jam, untuk daerah rawan longsor dan banjir, mendingan mengungsi dulu ke yang lebih aman,” kata Dyah.
BPBD menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja.
“Lebih baik itu menyiapkan kesiapsiagaan bencana itu dari sekarang, misalnya perlengkapan survival ataupun permukaan," pungkasnya. (ima)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260410_wonosobo2.jpg)