Wonosobo Hebat
Wonosobo Expo 2026 Resmi Dibuka, 130 Stand Promosi UMKM dan Ekonomi Kreatif
TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Ratusan stan berdiri rapi di Sasana Adipura Wonosobo menghadirkan beragam produk lokal dari aroma kopi khas pegunungan hingga warna-warni batik dan kerajinan tangan yang memikat, Kamis (23/4/2026).
Di tengah geliat itu, Wonosobo Expo 2026 resmi dibuka Bupati Afif Nurhidayat sebagai panggung besar bagi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.
Bupati Afif Nurhidayat pun menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendorong pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Baca juga: Bupati Afif Nurhidayat Dorong IPHI Wonosobo Fokus pada Pengabdian dan Pemberdayaan Sosial
"Ini bentuk kehadiran negara untuk membantu memacu semangat pelaku UMKM agar bisa naik kelas," ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti expo harus terus dilakukan secara berkelanjutan agar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Dia juga optimistis ajang ini dapat menjadi ruang bertukar pengalaman antar pelaku usaha sekaligus sarana edukasi.
"Jualan kami tidak hanya tradisional. Hari ini jualan harus modern," tambahnya.
Pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar.
Lebih lanjut, dia mengingatkan bahwa pemanfaatan media sosial menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar.
Tanpa digitalisasi, pelaku usaha berisiko kehilangan peluang.
Dia juga menyebut bahwa momentum ini harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk meningkatkan literasi dan kualitas usaha, termasuk melalui penguatan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang dikembangkan di berbagai wilayah.
Kepala Disdagkp UKM Kabupaten Wonosobo, Achmad Fathoni menjelaskan, Wonosobo Expo 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi produk lokal.
Wonosobo Expo 2026 dirancang untuk mendukung gerakan nasional bangga buatan Indonesia serta mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk memvisualisasikan berbagai produk dan layanan unggulan daerah.
Selain meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Wonosobo.
Tak hanya itu, expo ini diharapkan menjadi zona terpadu promosi potensi daerah sekaligus memperkuat branding Wonosobo sebagai daerah yang berbasis ekonomi kerakyatan dan kearifan lokal.
“Ajang ini juga membuka peluang kerja sama lintas sektor,” ujar Fathoni.
Baca juga: 2.000 Pohon Ditanam di Wonosobo saat Hari Kartini untuk Selamatkan Hulu Serayu
Dia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, swasta, komunitas seni, hingga pelaku ekonomi kreatif menjadi kunci dalam memperluas jaringan bisnis serta meningkatkan kunjungan wisata.
130 stan turut meramaikan expo ini, diikuti berbagai peserta mulai dari koperasi desa, komunitas UMKM, perangkat daerah, BUMN dan BUMD, hingga pelaku usaha dari luar daerah.
Khusus untuk pelaku UKM lokal dan perangkat daerah, disediakan 26 stan yang menampilkan produk unggulan seperti makanan olahan, kopi, batik, hingga kerajinan tangan.
Tidak hanya pameran, rangkaian kegiatan juga dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung dan peserta.
Mulai dari festival koperasi, workshop bagi pelaku UKM, sosialisasi program unggulan, hingga edukasi digitalisasi UMKM turut digelar selama acara berlangsung.
Sementara itu, panggung hiburan diisi dengan pagelaran seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi lokal.
Digelar selama empat hari hingga Minggu (26/4/2026), expo ini dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260423-_-Pembukaan-Wonosobo-Expo-2026.jpg)