Wonosobo Hebat

Wonosobo Gaungkan Literasi Digital, Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Masyarakat Cerdas Hadapi Hoaks

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
SEMINAR LITERASI - Suasana seminar nasional literasi digital di aula Kampus Unsiq II, Wonosobo, Sabtu (25/4/2026), yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dalam sesi diskusi interaktif yang membahas pentingnya literasi digital. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Upaya memperkuat ketahanan masyarakat terhadap arus informasi digital terus digencarkan melalui berbagai kegiatan edukatif.

Salah satunya terlihat dalam seminar nasional literasi digital di Aula Kampus Unsiq II Kabupaten Wonosobo, Sabtu (25/4/2026) yang dihadiri ribuan peserta dari berbagai kalangan.

‎Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut hadir dalam kegiatan tersebut yang diikuti sekitar 2.200 peserta, mulai dari mahasiswa, pelajar, santri hingga komunitas masyarakat.

Baca juga: Pemprov Jateng Bentuk Panitia Besar Hadapi Porprov , Masrofi Pastikan Venue di Lima Kota Siap

Baca juga: Sebaran 49 Paket Sabu Modus Ranjau di Kabupaten Semarang-Salatiga Terbongkar, 3 Residivis Diciduk

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang berkembang melalui media sosial.

Menurutnya, masyarakat harus mampu memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum menyebarkannya.

‎“Perkembangan teknologi informasi tidak bisa kita hindari. Karena itu, masyarakat harus cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.

Jangan mudah percaya, apalagi langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.

‎Ia menyoroti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga informasi yang menyesatkan yang kerap muncul akibat rendahnya literasi digital.

Kondisi tersebut, dapat memicu keresahan sosial hingga perpecahan di tengah masyarakat.

‎“Banyak kasus di mana informasi lama atau kejadian di daerah lain disebarkan kembali seolah-olah terjadi saat ini dan di wilayah kita. Ini tentu menyesatkan dan bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Ahmad Luthfi mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif menciptakan konten positif yang memberikan manfaat serta mendorong optimisme.

‎“Kita harus mulai mengisi ruang digital dengan hal-hal yang baik, yang menyejukkan, dan yang mendorong kemajuan.

Media sosial harus menjadi alat untuk memperkuat persatuan, bukan sebaliknya,” katanya.

‎Sementara itu, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menilai seminar dengan jumlah peserta besar di tingkat kabupaten menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap literasi digital.

“Ini menjadi salah satu kegiatan yang sangat luar biasa. Materi yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat dituntut untuk bertransformasi dalam penggunaan media sosial dan teknologi digital,” ujarnya.

‎Afif juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membagikan informasi tanpa proses penyaringan dan verifikasi.

‎“Sering kali masyarakat menerima pesan dan langsung menyebarkannya tanpa disaring.

Padahal informasi tersebut belum tentu benar dan bisa merugikan banyak pihak,” tegasnya.

‎Di sisi lain, Koordinator Nasional Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP), Mantep Abdul Ghoni, selaku inisiator kegiatan menyebutkan bahwa jumlah peserta yang hadir melampaui target awal.

‎“Antusiasme masyarakat Wonosobo sangat luar biasa. Peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, ojek online, santri, hingga pelajar,” jelasnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai komunitas, termasuk grup WhatsApp lokal, sebagai bagian dari upaya memperkuat penyebaran informasi yang sehat di masyarakat.

‎“Antusiasme masyarakat Wonosobo luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya literasi digital semakin meningkat,” ujarnya.

‎Menurutnya, seminar ini bertujuan membantu pemerintah dalam memperkuat ekosistem informasi yang sehat dengan mendorong penyebaran konten positif dan berimbang.

‎“Kita bukan anti kritik, tetapi informasi yang beredar juga harus berimbang.

Hal-hal positif tentang pembangunan perlu disampaikan agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh,” katanya.

‎Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber nasional, salah satunya jurnalis senior Hersubeno Arief, yang memaparkan pentingnya peran media dalam menjaga kualitas informasi publik di era digital.

‎Melalui seminar ini, diharapkan masyarakat semakin cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal produktif demi kemajuan daerah dan bangsa. (ima)