Wonosobo Hebat

Wonosobo Sosialisasikan WNFC 2026, Enam Kostum Ikon Resmi Diluncurkan

TRIBUN JATENG/Imah Masitoh
WNFC 2026 - Model memperagakan kostum dalam kegiatan sosialisasi Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 di Pendopo Bupati Wonosobo, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi peluncuran ikon kostum untuk gelaran WNFC 2026. (Tribun Jateng/Imah Masitoh) 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 bakal tampil berbeda dengan sejumlah perubahan, mulai dari hadirnya Kids Fashion Carnival hingga rute karnaval yang lebih pendek.

Event kebanggaan masyarakat Wonosobo yang rutin digelar setiap tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo mulai menggaungkan persiapan WNFC 2026 melalui kegiatan sosialisasi yang juga menjadi momentum peluncuran ikon kostum terbaru di Pendopo Bupati, Selasa (5/5/2026).

Tema besar yang diusung adalah Swarna Mahardika Wanasaba, sebuah konsep yang menonjolkan keberagaman dalam satu kesatuan.

Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, menegaskan bahwa gelaran tahun ini dirancang lebih matang dari sisi konsep maupun teknis.

“Baik, untuk hari ini memang kita selenggarakan sosialisasi terkait dengan Wonosobo Night Fashion Carnival 2026 sekaligus launching icon untuk kostumnya,” ujar Fatonah.

Dalam peluncuran tersebut, panitia memperkenalkan enam kostum yang merepresentasikan tiga defile utama, yakni Mahardika Paksi, Swarna Puspa, dan Kidung Wanasaba.

Ketiganya menjadi turunan dari tema besar yang mengusung semangat warna-warni potensi daerah.

Baca juga: Kronologi Lengkap Waketum PSI Bro Ron Dipukul hingga Luka Parah di Depan Polisi dan Tentara

“Memang tema besar yang kita adalah Swarna Mahardika, dalam artian bahwa kita memang berwarna-warni,” kata Fatonah.

Konsep ini, menurutnya, tidak hanya soal estetika visual, tetapi juga mencerminkan keberagaman potensi Wonosobo yang disatukan dalam tujuan bersama, yakni kemakmuran dan kesejahteraan daerah.

Rangkaian kegiatan WNFC 2026 juga terintegrasi dengan agenda lain, seperti Festival Muda Berbudaya dan pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Wonosobo yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026, sehari sebelum puncak karnaval.

Salah satu perubahan paling mencolok tahun ini adalah hadirnya Wonosobo Kids Fashion Carnival. Jika sebelumnya anak-anak turut tampil pada malam hari, kini mereka mendapat panggung tersendiri di waktu yang lebih ramah.

“Jadi untuk tahun ini kita akomodir tetapi di sesi yang berbeda dan khusus memang kita selenggarakan untuk keterlibatan anak-anak,” jelas Fatonah.

Keputusan ini diambil setelah melihat tingginya minat dan potensi peserta anak. Panitia mencatat banyaknya permintaan agar fashion show khusus anak dapat ditampilkan secara terpisah.

“Jadi potensi anak-anak di dalam hal ini juga sangat bagus ya, animonya luar biasa,” tambahnya.

Kids Fashion Carnival akan digelar pada pagi hingga siang hari tanggal 13 Juni 2026, sementara WNFC tetap berlangsung pada malam hari dengan tema dan jumlah defile yang sama.

Selain konsep acara, panitia juga melakukan evaluasi terhadap rute karnaval. Tahun ini, jalur parade akan dipersingkat dan disesuaikan dengan kondisi lapangan.

“Sehingga untuk tahun ini Insyaallah kita akan ubah rutenya lebih pendek,” ujar Fatonah.

Perubahan ini tidak lepas dari berbagai masukan peserta dan penonton pada pelaksanaan sebelumnya, terutama terkait pencahayaan dan kondisi jalan di beberapa titik.

Rute baru direncanakan melintasi kawasan DPRD Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Kranggan, sebagian Jalan Ahmad Yani, lalu berlanjut ke Jalan Kartini, Jalan Pemuda atau Diponegoro, hingga Jalan Merdeka sebelum berakhir di Pendopo Kabupaten.

“Jadi intinya nanti para peserta akan dinikmati ataupun ditonton oleh masyarakat dulu, oleh pengunjung dulu, baru nanti masuk ke acara,” jelasnya.

Dengan jalur yang lebih datar dan pendek, panitia berharap peserta dapat tampil lebih optimal, sekaligus memberikan pengalaman menonton yang lebih nyaman bagi masyarakat.

WNFC 2026 juga diproyeksikan menjadi ajang yang lebih terbuka bagi peserta dari luar daerah. Sejumlah kota dan kabupaten telah menyatakan minat untuk ikut ambil bagian.

“Insyaallah dari beberapa kabupaten kota sudah berkeinginan untuk hadir berpartisipasi,” kata Fatonah.

Beberapa daerah yang disebut antara lain Semarang, Grobogan, Surakarta, Jember, hingga Banyuwangi. Bahkan peserta dari ajang serupa seperti Semarang Night Fashion Carnival juga direncanakan ikut serta.

Kehadiran peserta lintas daerah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperluas eksposur WNFC sebagai event budaya unggulan.

Dari sisi format, WNFC 2026 tetap mengusung sistem lomba untuk peserta umum, baik dari dalam maupun luar daerah. Namun, untuk delegasi tertentu yang hadir sebagai perwakilan daerah, panitia menyiapkan skema apresiasi khusus.

“Ini dilombakan ya, lombanya untuk umum itu bisa diikuti oleh lokal Wonosobo maupun dari luar Wonosobo,” jelas Fatonah.

Dengan sistem ini, kompetisi tetap terbuka luas, tetapi tetap memberi ruang penghargaan bagi partisipasi non-kompetitif.

Pendaftaran peserta WNFC 2026 dibuka mulai 8 Mei hingga 8 Juni 2026. Panitia menegaskan bahwa seleksi akan lebih menitikberatkan pada kualitas.

“Dengan harapan maksimal untuk kepesertaannya, jadi kita lebih ke kualitas daripada ke kuantitas,” tandasnya. (ima)